Senin, 23 Februari 2026
- Advertisement -

Setahun Agung–Markarius, Pekanbaru Berbenah Total dan Lebih Terarah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)  – Tepat 20 Februari 2026, genap satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar memimpin Kota Bertuah dengan arah pembangunan yang lebih terstruktur, pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat, serta tata kelola kota yang mulai dibenahi secara menyeluruh.

Selama satu tahun tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Berbagai janji politik diterjemahkan menjadi langkah konkret, baik melalui kebijakan yang langsung dirasakan masyarakat maupun program jangka panjang yang memperkuat fondasi kota.

Agung Nugroho menyampaikan, kebijakan yang dijalankan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menunaikan amanah masyarakat. Pembangunan diarahkan lebih terukur, pelayanan publik diperkuat, serta tata kelola pemerintahan dibuat semakin transparan dan akuntabel.

Komitmen itu diawali dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian warga, salah satunya penurunan tarif parkir kendaraan bermotor untuk meringankan beban ekonomi sekaligus menata sistem perparkiran agar lebih tertib dan transparan.

Pelayanan publik juga diperkuat melalui Mobil AMAN, layanan administrasi kependudukan jemput bola yang memudahkan masyarakat tanpa harus datang ke kantor pemerintahan. Petugas mendatangi warga untuk perekaman dan pembaruan data.

Di sektor penataan kota, Pemko menertibkan lebih dari 500 tiang reklame yang tidak sesuai ketentuan guna memperluas ruang terbuka hijau dan memperindah wajah kota.

Dalam bidang lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan dan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) dibentuk di 83 kelurahan. Pendekatan ini menekankan partisipasi kolektif masyarakat, disertai penindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal.

Baca Juga:  Dinsos Pekanbaru Data Keberadaan Gepeng

Pengendalian banjir menjadi prioritas dengan penanganan di 20 titik rawan, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer serta normalisasi drainase dan daerah aliran sungai mencapai 109,5 kilometer. Sebanyak 15 ribu pohon juga ditanam sebagai bagian dari komitmen Pekanbaru Green City.

Di bidang infrastruktur, lebih dari 42 kilometer jalan diperbaiki mencakup 58 ruas jalan kota dan sembilan ruas jalan perumahan. Sebanyak 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, serta layanan wifi gratis disediakan di sejumlah titik.

Pada sektor pendidikan, bus Transmetro gratis disediakan bagi pelajar dengan dukungan Oplet AMAN sebagai feeder kawasan permukiman. Beasiswa jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an, turut disalurkan. Program Zero Putus Sekolah juga mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan.

Di bidang kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pelatihan kader posyandu dilakukan untuk menekan angka stunting.

Dalam sektor ekonomi, Bazar Pangan Murah digelar di 50 titik dan program Rp100 juta per RW dijalankan untuk mendukung prioritas pembangunan lingkungan. Dari sisi keuangan, Pemko berhasil melunasi utang tunda bayar sebesar Rp470 miliar pada 2025 serta mendorong masuknya investasi baru.

Pelayanan perizinan juga dipercepat, di mana Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan dalam satu jam.

Baca Juga:  Sempat Disegel, MBC Hotel Resmi Beroperasi Lagi

Prestasi diraih dalam bidang budaya dan olahraga, termasuk juara II MTQ tingkat Provinsi Riau dan penyelenggaraan MTQ tingkat kota ke-57. Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menguatkan nilai kultural dan mendorong UMKM, serta kegiatan Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hanguah.

Pemko juga mengakselerasi berbagai Program Strategis Nasional (PSN), seperti MBG dengan 27 dapur umum, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih di 83 kelurahan, digitalisasi pendidikan melalui smartboard, pembangunan rumah swadaya, serta 20 ribu sambungan jaringan gas kota.

Selain itu, proyek strategis wilayah meliputi Tol Rengat–Pekanbaru, Tol Pekanbaru–Bukittinggi–Padang, pengembangan exit tol, dan SPAM Regional Pekanbaru–Kampar. Pemko juga mengusulkan PSN baru seperti pembangunan BRT, Jembatan Siak V, Pekanbaru East Outer Ring Road, peningkatan ketangguhan banjir, penyediaan rumah murah, penataan permukiman kumuh, serta revitalisasi waterfront Sungai Siak dan Kota Tua Pekanbaru.

Total anggaran proyek strategis Kota Pekanbaru 2025 mencapai Rp217,08 miliar yang mencakup pembangunan ruang kelas baru, infrastruktur kawasan dan gedung, jalan dan drainase, pengembangan air bersih dan SPAM, transportasi, pertamanan, persampahan, kesehatan, hingga pertanian dan perikanan.

Agung menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk melanjutkan transformasi kota secara progresif.

Sementara itu, Ketua Umum MKA LAMR Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, mengapresiasi langkah kepemimpinan Agung–Markarius. Ia menilai modernisasi, perbaikan infrastruktur, dan penyehatan fiskal tetap sejalan dengan identitas Pekanbaru sebagai Tanah Melayu.(ali)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)  – Tepat 20 Februari 2026, genap satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar memimpin Kota Bertuah dengan arah pembangunan yang lebih terstruktur, pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat, serta tata kelola kota yang mulai dibenahi secara menyeluruh.

Selama satu tahun tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Berbagai janji politik diterjemahkan menjadi langkah konkret, baik melalui kebijakan yang langsung dirasakan masyarakat maupun program jangka panjang yang memperkuat fondasi kota.

Agung Nugroho menyampaikan, kebijakan yang dijalankan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menunaikan amanah masyarakat. Pembangunan diarahkan lebih terukur, pelayanan publik diperkuat, serta tata kelola pemerintahan dibuat semakin transparan dan akuntabel.

Komitmen itu diawali dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian warga, salah satunya penurunan tarif parkir kendaraan bermotor untuk meringankan beban ekonomi sekaligus menata sistem perparkiran agar lebih tertib dan transparan.

Pelayanan publik juga diperkuat melalui Mobil AMAN, layanan administrasi kependudukan jemput bola yang memudahkan masyarakat tanpa harus datang ke kantor pemerintahan. Petugas mendatangi warga untuk perekaman dan pembaruan data.

- Advertisement -

Di sektor penataan kota, Pemko menertibkan lebih dari 500 tiang reklame yang tidak sesuai ketentuan guna memperluas ruang terbuka hijau dan memperindah wajah kota.

Dalam bidang lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan dan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) dibentuk di 83 kelurahan. Pendekatan ini menekankan partisipasi kolektif masyarakat, disertai penindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal.

- Advertisement -
Baca Juga:  Dari Nostalgia ke Citywalk Modern, Taman Labuai Bangkit Jadi Magnet Baru Pekanbaru

Pengendalian banjir menjadi prioritas dengan penanganan di 20 titik rawan, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer serta normalisasi drainase dan daerah aliran sungai mencapai 109,5 kilometer. Sebanyak 15 ribu pohon juga ditanam sebagai bagian dari komitmen Pekanbaru Green City.

Di bidang infrastruktur, lebih dari 42 kilometer jalan diperbaiki mencakup 58 ruas jalan kota dan sembilan ruas jalan perumahan. Sebanyak 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, serta layanan wifi gratis disediakan di sejumlah titik.

Pada sektor pendidikan, bus Transmetro gratis disediakan bagi pelajar dengan dukungan Oplet AMAN sebagai feeder kawasan permukiman. Beasiswa jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an, turut disalurkan. Program Zero Putus Sekolah juga mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan.

Di bidang kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pelatihan kader posyandu dilakukan untuk menekan angka stunting.

Dalam sektor ekonomi, Bazar Pangan Murah digelar di 50 titik dan program Rp100 juta per RW dijalankan untuk mendukung prioritas pembangunan lingkungan. Dari sisi keuangan, Pemko berhasil melunasi utang tunda bayar sebesar Rp470 miliar pada 2025 serta mendorong masuknya investasi baru.

Pelayanan perizinan juga dipercepat, di mana Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan dalam satu jam.

Baca Juga:  Sempat Disegel, MBC Hotel Resmi Beroperasi Lagi

Prestasi diraih dalam bidang budaya dan olahraga, termasuk juara II MTQ tingkat Provinsi Riau dan penyelenggaraan MTQ tingkat kota ke-57. Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menguatkan nilai kultural dan mendorong UMKM, serta kegiatan Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hanguah.

Pemko juga mengakselerasi berbagai Program Strategis Nasional (PSN), seperti MBG dengan 27 dapur umum, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih di 83 kelurahan, digitalisasi pendidikan melalui smartboard, pembangunan rumah swadaya, serta 20 ribu sambungan jaringan gas kota.

Selain itu, proyek strategis wilayah meliputi Tol Rengat–Pekanbaru, Tol Pekanbaru–Bukittinggi–Padang, pengembangan exit tol, dan SPAM Regional Pekanbaru–Kampar. Pemko juga mengusulkan PSN baru seperti pembangunan BRT, Jembatan Siak V, Pekanbaru East Outer Ring Road, peningkatan ketangguhan banjir, penyediaan rumah murah, penataan permukiman kumuh, serta revitalisasi waterfront Sungai Siak dan Kota Tua Pekanbaru.

Total anggaran proyek strategis Kota Pekanbaru 2025 mencapai Rp217,08 miliar yang mencakup pembangunan ruang kelas baru, infrastruktur kawasan dan gedung, jalan dan drainase, pengembangan air bersih dan SPAM, transportasi, pertamanan, persampahan, kesehatan, hingga pertanian dan perikanan.

Agung menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk melanjutkan transformasi kota secara progresif.

Sementara itu, Ketua Umum MKA LAMR Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, mengapresiasi langkah kepemimpinan Agung–Markarius. Ia menilai modernisasi, perbaikan infrastruktur, dan penyehatan fiskal tetap sejalan dengan identitas Pekanbaru sebagai Tanah Melayu.(ali)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)  – Tepat 20 Februari 2026, genap satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar memimpin Kota Bertuah dengan arah pembangunan yang lebih terstruktur, pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat, serta tata kelola kota yang mulai dibenahi secara menyeluruh.

Selama satu tahun tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Berbagai janji politik diterjemahkan menjadi langkah konkret, baik melalui kebijakan yang langsung dirasakan masyarakat maupun program jangka panjang yang memperkuat fondasi kota.

Agung Nugroho menyampaikan, kebijakan yang dijalankan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menunaikan amanah masyarakat. Pembangunan diarahkan lebih terukur, pelayanan publik diperkuat, serta tata kelola pemerintahan dibuat semakin transparan dan akuntabel.

Komitmen itu diawali dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian warga, salah satunya penurunan tarif parkir kendaraan bermotor untuk meringankan beban ekonomi sekaligus menata sistem perparkiran agar lebih tertib dan transparan.

Pelayanan publik juga diperkuat melalui Mobil AMAN, layanan administrasi kependudukan jemput bola yang memudahkan masyarakat tanpa harus datang ke kantor pemerintahan. Petugas mendatangi warga untuk perekaman dan pembaruan data.

Di sektor penataan kota, Pemko menertibkan lebih dari 500 tiang reklame yang tidak sesuai ketentuan guna memperluas ruang terbuka hijau dan memperindah wajah kota.

Dalam bidang lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan dan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) dibentuk di 83 kelurahan. Pendekatan ini menekankan partisipasi kolektif masyarakat, disertai penindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal.

Baca Juga:  RPJMD Perubahan Dipertajam 

Pengendalian banjir menjadi prioritas dengan penanganan di 20 titik rawan, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer serta normalisasi drainase dan daerah aliran sungai mencapai 109,5 kilometer. Sebanyak 15 ribu pohon juga ditanam sebagai bagian dari komitmen Pekanbaru Green City.

Di bidang infrastruktur, lebih dari 42 kilometer jalan diperbaiki mencakup 58 ruas jalan kota dan sembilan ruas jalan perumahan. Sebanyak 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, serta layanan wifi gratis disediakan di sejumlah titik.

Pada sektor pendidikan, bus Transmetro gratis disediakan bagi pelajar dengan dukungan Oplet AMAN sebagai feeder kawasan permukiman. Beasiswa jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an, turut disalurkan. Program Zero Putus Sekolah juga mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan.

Di bidang kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pelatihan kader posyandu dilakukan untuk menekan angka stunting.

Dalam sektor ekonomi, Bazar Pangan Murah digelar di 50 titik dan program Rp100 juta per RW dijalankan untuk mendukung prioritas pembangunan lingkungan. Dari sisi keuangan, Pemko berhasil melunasi utang tunda bayar sebesar Rp470 miliar pada 2025 serta mendorong masuknya investasi baru.

Pelayanan perizinan juga dipercepat, di mana Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan dalam satu jam.

Baca Juga:  Dinsos Pekanbaru Data Keberadaan Gepeng

Prestasi diraih dalam bidang budaya dan olahraga, termasuk juara II MTQ tingkat Provinsi Riau dan penyelenggaraan MTQ tingkat kota ke-57. Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menguatkan nilai kultural dan mendorong UMKM, serta kegiatan Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hanguah.

Pemko juga mengakselerasi berbagai Program Strategis Nasional (PSN), seperti MBG dengan 27 dapur umum, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih di 83 kelurahan, digitalisasi pendidikan melalui smartboard, pembangunan rumah swadaya, serta 20 ribu sambungan jaringan gas kota.

Selain itu, proyek strategis wilayah meliputi Tol Rengat–Pekanbaru, Tol Pekanbaru–Bukittinggi–Padang, pengembangan exit tol, dan SPAM Regional Pekanbaru–Kampar. Pemko juga mengusulkan PSN baru seperti pembangunan BRT, Jembatan Siak V, Pekanbaru East Outer Ring Road, peningkatan ketangguhan banjir, penyediaan rumah murah, penataan permukiman kumuh, serta revitalisasi waterfront Sungai Siak dan Kota Tua Pekanbaru.

Total anggaran proyek strategis Kota Pekanbaru 2025 mencapai Rp217,08 miliar yang mencakup pembangunan ruang kelas baru, infrastruktur kawasan dan gedung, jalan dan drainase, pengembangan air bersih dan SPAM, transportasi, pertamanan, persampahan, kesehatan, hingga pertanian dan perikanan.

Agung menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk melanjutkan transformasi kota secara progresif.

Sementara itu, Ketua Umum MKA LAMR Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, mengapresiasi langkah kepemimpinan Agung–Markarius. Ia menilai modernisasi, perbaikan infrastruktur, dan penyehatan fiskal tetap sejalan dengan identitas Pekanbaru sebagai Tanah Melayu.(ali)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari