Sabtu, 16 Mei 2026
- Advertisement -

Bupati Kuansing: Bukan Hanya Tradisi, Ini Simbol Persatuan

Takbir Menggema, Pawai Kendaraan Hias dan Atribut Islami Ramaikan Malam Iduladha di Teluk Kuantan

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Malam di Teluk Kuantan terasa berbeda pada Kamis (5/6/2025). Sekitar pukul 20.30 WIB, ribuan warga memadati Jalan Limuno Timur di depan Masjid Raya Kota Teluk Kuantan. Tidak hanya sekadar berkumpul, tapi hadir untuk menyambut Hari Raya Iduladha dengan semangat dan gema takbir yang menggema penuh kekhidmatan.

Pawai takbiran yang rutin digelar setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi ini kembali berlangsung meriah. Deretan kendaraan hias penuh warna dan peserta berjalan kaki membawa atribut Islami menjadi pemandangan yang memukau sepanjang rute pawai. Takbir pun dilantunkan dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana religius yang menghangatkan hati.

Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, hadir langsung untuk melepas secara resmi keberangkatan pawai. Didampingi oleh Kapolres Kuansing AKBP Angga Febrian Herlambang SIK SH, Ketua DPRD H. Juprizal SE MSi, serta unsur Forkopimda dan tokoh daerah lainnya, Bupati menyampaikan bahwa pawai ini bukan hanya tradisi, tetapi juga simbol kebersamaan, persatuan, dan kekuatan umat dalam menyambut hari besar Islam.

Baca Juga:  Penertiban Tambang Emas Ilegal di Kuansing Ricuh, Enam Mobil Aparat Dirusak Massa

“Iduladha bukan sekadar perayaan, tetapi juga momen penuh makna tentang keikhlasan dan pengorbanan. Melalui ibadah kurban, kita diajak untuk peduli terhadap sesama,” tutur Bupati Suhardiman.

Kepala Kementerian Agama Kuantan Singingi, H. Suhelmon, MA, turut mengingatkan bahwa gema takbir malam itu seharusnya menjadi pengingat untuk mempererat ukhuwah islamiyah, meningkatkan ketakwaan, dan memperkuat persaudaraan antarwarga, khususnya di bumi Kuantan Singingi.

Seusai pelepasan, rombongan pawai bergerak menyusuri rute yang telah disiapkan. Suasana berlangsung aman dan tertib berkat kehadiran aparat kepolisian yang melakukan pengamanan langsung di lapangan. Hingga pawai usai sekitar pukul 22.00 WIB, tidak hanya gema takbir yang tersisa—tetapi juga semangat kebersamaan dan kehangatan spiritual yang membekas di hati warga.(dac)

Baca Juga:  Perketat Patroli di Perbatasan Sumbar

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Malam di Teluk Kuantan terasa berbeda pada Kamis (5/6/2025). Sekitar pukul 20.30 WIB, ribuan warga memadati Jalan Limuno Timur di depan Masjid Raya Kota Teluk Kuantan. Tidak hanya sekadar berkumpul, tapi hadir untuk menyambut Hari Raya Iduladha dengan semangat dan gema takbir yang menggema penuh kekhidmatan.

Pawai takbiran yang rutin digelar setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi ini kembali berlangsung meriah. Deretan kendaraan hias penuh warna dan peserta berjalan kaki membawa atribut Islami menjadi pemandangan yang memukau sepanjang rute pawai. Takbir pun dilantunkan dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana religius yang menghangatkan hati.

Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, hadir langsung untuk melepas secara resmi keberangkatan pawai. Didampingi oleh Kapolres Kuansing AKBP Angga Febrian Herlambang SIK SH, Ketua DPRD H. Juprizal SE MSi, serta unsur Forkopimda dan tokoh daerah lainnya, Bupati menyampaikan bahwa pawai ini bukan hanya tradisi, tetapi juga simbol kebersamaan, persatuan, dan kekuatan umat dalam menyambut hari besar Islam.

Baca Juga:  Pacu Jalur HUT Kuansing Siapkan Hadiah Rp360 Juta dan Piala Gubernur

“Iduladha bukan sekadar perayaan, tetapi juga momen penuh makna tentang keikhlasan dan pengorbanan. Melalui ibadah kurban, kita diajak untuk peduli terhadap sesama,” tutur Bupati Suhardiman.

Kepala Kementerian Agama Kuantan Singingi, H. Suhelmon, MA, turut mengingatkan bahwa gema takbir malam itu seharusnya menjadi pengingat untuk mempererat ukhuwah islamiyah, meningkatkan ketakwaan, dan memperkuat persaudaraan antarwarga, khususnya di bumi Kuantan Singingi.

- Advertisement -

Seusai pelepasan, rombongan pawai bergerak menyusuri rute yang telah disiapkan. Suasana berlangsung aman dan tertib berkat kehadiran aparat kepolisian yang melakukan pengamanan langsung di lapangan. Hingga pawai usai sekitar pukul 22.00 WIB, tidak hanya gema takbir yang tersisa—tetapi juga semangat kebersamaan dan kehangatan spiritual yang membekas di hati warga.(dac)

Baca Juga:  Gubri dan Bupati Turun Langsung Dayung Pacu Jalur, Basah-basahan di Jalur Tradisi
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Malam di Teluk Kuantan terasa berbeda pada Kamis (5/6/2025). Sekitar pukul 20.30 WIB, ribuan warga memadati Jalan Limuno Timur di depan Masjid Raya Kota Teluk Kuantan. Tidak hanya sekadar berkumpul, tapi hadir untuk menyambut Hari Raya Iduladha dengan semangat dan gema takbir yang menggema penuh kekhidmatan.

Pawai takbiran yang rutin digelar setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi ini kembali berlangsung meriah. Deretan kendaraan hias penuh warna dan peserta berjalan kaki membawa atribut Islami menjadi pemandangan yang memukau sepanjang rute pawai. Takbir pun dilantunkan dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana religius yang menghangatkan hati.

Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, hadir langsung untuk melepas secara resmi keberangkatan pawai. Didampingi oleh Kapolres Kuansing AKBP Angga Febrian Herlambang SIK SH, Ketua DPRD H. Juprizal SE MSi, serta unsur Forkopimda dan tokoh daerah lainnya, Bupati menyampaikan bahwa pawai ini bukan hanya tradisi, tetapi juga simbol kebersamaan, persatuan, dan kekuatan umat dalam menyambut hari besar Islam.

Baca Juga:  3.000 Obor dan 241 Mobil Hias Meriahkan Takbir Iduladha di Pekanbaru

“Iduladha bukan sekadar perayaan, tetapi juga momen penuh makna tentang keikhlasan dan pengorbanan. Melalui ibadah kurban, kita diajak untuk peduli terhadap sesama,” tutur Bupati Suhardiman.

Kepala Kementerian Agama Kuantan Singingi, H. Suhelmon, MA, turut mengingatkan bahwa gema takbir malam itu seharusnya menjadi pengingat untuk mempererat ukhuwah islamiyah, meningkatkan ketakwaan, dan memperkuat persaudaraan antarwarga, khususnya di bumi Kuantan Singingi.

Seusai pelepasan, rombongan pawai bergerak menyusuri rute yang telah disiapkan. Suasana berlangsung aman dan tertib berkat kehadiran aparat kepolisian yang melakukan pengamanan langsung di lapangan. Hingga pawai usai sekitar pukul 22.00 WIB, tidak hanya gema takbir yang tersisa—tetapi juga semangat kebersamaan dan kehangatan spiritual yang membekas di hati warga.(dac)

Baca Juga:  Kolam Limbah PT CRS Jebol Bupati Minta Tutup Sementara Aktivitas PKS

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari