Senin, 29 Juni 2026
- Advertisement -

Meski Langka, Harga Minyakita di Kepulauan Meranti Masih Dijual Sesuai HET

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Di tengah kenaikan harga minyak goreng subsidi Minyakita di sejumlah daerah di Riau, harga Minyakita di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terpantau stabil dan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET). Meski demikian, ketersediaan stok di pasaran masih terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan pasokan Minyakita kembali masuk ke daerah tersebut setelah dilakukan koordinasi dengan Perum Bulog.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan melalui Sekretaris Disperindag, Miftah mengatakan distribusi Minyakita mulai kembali dilakukan ke sejumlah toko dan minimarket di daerah tersebut.

“Berkat koordinasi Pemda Meranti dengan Bulog, Minyakita kembali bisa didatangkan ke Kepulauan Meranti,” ujar Miftah, Selasa (12/5).

Baca Juga:  Pembangunan Jembatan Perawang Terhenti

Ia menjelaskan, harga Minyakita di tingkat toko dan minimarket masih berada dalam kisaran HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.500 hingga Rp16.500 per liter.

Meski harga masih terkendali, jumlah pasokan dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan catatan Disperindag, selama April hingga Mei 2026 distribusi Minyakita baru dilakukan sebanyak tiga kali.

Pada 27 April 2026, sebanyak 200 dus disalurkan ke 10 toko dan minimarket. Kemudian pada 4 Mei 2026 kembali didistribusikan 260 dus ke 13 toko dan minimarket. Selanjutnya, pada 11 Mei 2026 sebanyak 180 dus kembali disalurkan ke 9 toko dan minimarket di Kepulauan Meranti.

“Kalau dihitung, pasokan itu masih jauh dari cukup. Kebutuhan masyarakat Meranti diperkirakan mencapai 200 ribu liter per bulan,” katanya.

Baca Juga:  18.998 KK Terima Bantuan Pangan Pemko Pekanbaru dan Bulog

Untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi kelangkaan, Disperindag mengimbau seluruh toko dan minimarket agar tetap menjual Minyakita sesuai HET.

“Kami mengimbau agar tidak ada yang menjual di atas harga HET supaya daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Selain itu, pembelian Minyakita juga dibatasi maksimal dua bungkus per orang guna mencegah penimbunan maupun pembelian berlebihan.(wir)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Di tengah kenaikan harga minyak goreng subsidi Minyakita di sejumlah daerah di Riau, harga Minyakita di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terpantau stabil dan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET). Meski demikian, ketersediaan stok di pasaran masih terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan pasokan Minyakita kembali masuk ke daerah tersebut setelah dilakukan koordinasi dengan Perum Bulog.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan melalui Sekretaris Disperindag, Miftah mengatakan distribusi Minyakita mulai kembali dilakukan ke sejumlah toko dan minimarket di daerah tersebut.

“Berkat koordinasi Pemda Meranti dengan Bulog, Minyakita kembali bisa didatangkan ke Kepulauan Meranti,” ujar Miftah, Selasa (12/5).

Baca Juga:  Selamatkan Ekosisten Meranti, Perlu Kolaborasi Semua Pihak

Ia menjelaskan, harga Minyakita di tingkat toko dan minimarket masih berada dalam kisaran HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.500 hingga Rp16.500 per liter.

- Advertisement -

Meski harga masih terkendali, jumlah pasokan dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan catatan Disperindag, selama April hingga Mei 2026 distribusi Minyakita baru dilakukan sebanyak tiga kali.

Pada 27 April 2026, sebanyak 200 dus disalurkan ke 10 toko dan minimarket. Kemudian pada 4 Mei 2026 kembali didistribusikan 260 dus ke 13 toko dan minimarket. Selanjutnya, pada 11 Mei 2026 sebanyak 180 dus kembali disalurkan ke 9 toko dan minimarket di Kepulauan Meranti.

- Advertisement -

“Kalau dihitung, pasokan itu masih jauh dari cukup. Kebutuhan masyarakat Meranti diperkirakan mencapai 200 ribu liter per bulan,” katanya.

Baca Juga:  Pembangunan Jembatan Perawang Terhenti

Untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi kelangkaan, Disperindag mengimbau seluruh toko dan minimarket agar tetap menjual Minyakita sesuai HET.

“Kami mengimbau agar tidak ada yang menjual di atas harga HET supaya daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Selain itu, pembelian Minyakita juga dibatasi maksimal dua bungkus per orang guna mencegah penimbunan maupun pembelian berlebihan.(wir)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Di tengah kenaikan harga minyak goreng subsidi Minyakita di sejumlah daerah di Riau, harga Minyakita di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terpantau stabil dan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET). Meski demikian, ketersediaan stok di pasaran masih terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan pasokan Minyakita kembali masuk ke daerah tersebut setelah dilakukan koordinasi dengan Perum Bulog.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan melalui Sekretaris Disperindag, Miftah mengatakan distribusi Minyakita mulai kembali dilakukan ke sejumlah toko dan minimarket di daerah tersebut.

“Berkat koordinasi Pemda Meranti dengan Bulog, Minyakita kembali bisa didatangkan ke Kepulauan Meranti,” ujar Miftah, Selasa (12/5).

Baca Juga:  Kambing Masuk RSUD Kepulauan Meranti, Penjagaan dan Fasilitas Dipertanyakan

Ia menjelaskan, harga Minyakita di tingkat toko dan minimarket masih berada dalam kisaran HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.500 hingga Rp16.500 per liter.

Meski harga masih terkendali, jumlah pasokan dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan catatan Disperindag, selama April hingga Mei 2026 distribusi Minyakita baru dilakukan sebanyak tiga kali.

Pada 27 April 2026, sebanyak 200 dus disalurkan ke 10 toko dan minimarket. Kemudian pada 4 Mei 2026 kembali didistribusikan 260 dus ke 13 toko dan minimarket. Selanjutnya, pada 11 Mei 2026 sebanyak 180 dus kembali disalurkan ke 9 toko dan minimarket di Kepulauan Meranti.

“Kalau dihitung, pasokan itu masih jauh dari cukup. Kebutuhan masyarakat Meranti diperkirakan mencapai 200 ribu liter per bulan,” katanya.

Baca Juga:  DPRD Meranti Tegas Tolak Kenaikan Tarif Ferry, Pengusaha Dipanggil Hearing

Untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi kelangkaan, Disperindag mengimbau seluruh toko dan minimarket agar tetap menjual Minyakita sesuai HET.

“Kami mengimbau agar tidak ada yang menjual di atas harga HET supaya daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Selain itu, pembelian Minyakita juga dibatasi maksimal dua bungkus per orang guna mencegah penimbunan maupun pembelian berlebihan.(wir)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari