Rabu, 13 Mei 2026
- Advertisement -

Meski Langka, Harga Minyakita di Kepulauan Meranti Masih Dijual Sesuai HET

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Di tengah kenaikan harga minyak goreng subsidi Minyakita di sejumlah daerah di Riau, harga Minyakita di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terpantau stabil dan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET). Meski demikian, ketersediaan stok di pasaran masih terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan pasokan Minyakita kembali masuk ke daerah tersebut setelah dilakukan koordinasi dengan Perum Bulog.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan melalui Sekretaris Disperindag, Miftah mengatakan distribusi Minyakita mulai kembali dilakukan ke sejumlah toko dan minimarket di daerah tersebut.

“Berkat koordinasi Pemda Meranti dengan Bulog, Minyakita kembali bisa didatangkan ke Kepulauan Meranti,” ujar Miftah, Selasa (12/5).

Baca Juga:  Dukung Tugas Pokok Kehumasan di Era Digital

Ia menjelaskan, harga Minyakita di tingkat toko dan minimarket masih berada dalam kisaran HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.500 hingga Rp16.500 per liter.

Meski harga masih terkendali, jumlah pasokan dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan catatan Disperindag, selama April hingga Mei 2026 distribusi Minyakita baru dilakukan sebanyak tiga kali.

Pada 27 April 2026, sebanyak 200 dus disalurkan ke 10 toko dan minimarket. Kemudian pada 4 Mei 2026 kembali didistribusikan 260 dus ke 13 toko dan minimarket. Selanjutnya, pada 11 Mei 2026 sebanyak 180 dus kembali disalurkan ke 9 toko dan minimarket di Kepulauan Meranti.

“Kalau dihitung, pasokan itu masih jauh dari cukup. Kebutuhan masyarakat Meranti diperkirakan mencapai 200 ribu liter per bulan,” katanya.

Baca Juga:  Pemkab Kepulauan Meranti Fokuskan Enam Arah Pembangunan

Untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi kelangkaan, Disperindag mengimbau seluruh toko dan minimarket agar tetap menjual Minyakita sesuai HET.

“Kami mengimbau agar tidak ada yang menjual di atas harga HET supaya daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Selain itu, pembelian Minyakita juga dibatasi maksimal dua bungkus per orang guna mencegah penimbunan maupun pembelian berlebihan.(wir)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Di tengah kenaikan harga minyak goreng subsidi Minyakita di sejumlah daerah di Riau, harga Minyakita di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terpantau stabil dan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET). Meski demikian, ketersediaan stok di pasaran masih terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan pasokan Minyakita kembali masuk ke daerah tersebut setelah dilakukan koordinasi dengan Perum Bulog.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan melalui Sekretaris Disperindag, Miftah mengatakan distribusi Minyakita mulai kembali dilakukan ke sejumlah toko dan minimarket di daerah tersebut.

“Berkat koordinasi Pemda Meranti dengan Bulog, Minyakita kembali bisa didatangkan ke Kepulauan Meranti,” ujar Miftah, Selasa (12/5).

Baca Juga:  Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Ia menjelaskan, harga Minyakita di tingkat toko dan minimarket masih berada dalam kisaran HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.500 hingga Rp16.500 per liter.

- Advertisement -

Meski harga masih terkendali, jumlah pasokan dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan catatan Disperindag, selama April hingga Mei 2026 distribusi Minyakita baru dilakukan sebanyak tiga kali.

Pada 27 April 2026, sebanyak 200 dus disalurkan ke 10 toko dan minimarket. Kemudian pada 4 Mei 2026 kembali didistribusikan 260 dus ke 13 toko dan minimarket. Selanjutnya, pada 11 Mei 2026 sebanyak 180 dus kembali disalurkan ke 9 toko dan minimarket di Kepulauan Meranti.

- Advertisement -

“Kalau dihitung, pasokan itu masih jauh dari cukup. Kebutuhan masyarakat Meranti diperkirakan mencapai 200 ribu liter per bulan,” katanya.

Baca Juga:  30 Orang Terima Predikat Istimewa, Peserta PPG PAI Batch I Dikukuhkan

Untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi kelangkaan, Disperindag mengimbau seluruh toko dan minimarket agar tetap menjual Minyakita sesuai HET.

“Kami mengimbau agar tidak ada yang menjual di atas harga HET supaya daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Selain itu, pembelian Minyakita juga dibatasi maksimal dua bungkus per orang guna mencegah penimbunan maupun pembelian berlebihan.(wir)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Di tengah kenaikan harga minyak goreng subsidi Minyakita di sejumlah daerah di Riau, harga Minyakita di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terpantau stabil dan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET). Meski demikian, ketersediaan stok di pasaran masih terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan pasokan Minyakita kembali masuk ke daerah tersebut setelah dilakukan koordinasi dengan Perum Bulog.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan melalui Sekretaris Disperindag, Miftah mengatakan distribusi Minyakita mulai kembali dilakukan ke sejumlah toko dan minimarket di daerah tersebut.

“Berkat koordinasi Pemda Meranti dengan Bulog, Minyakita kembali bisa didatangkan ke Kepulauan Meranti,” ujar Miftah, Selasa (12/5).

Baca Juga:  Sudah Dipasang CCTV, Jalan Revolusi Tetap Jadi Lokasi Buang Sampah

Ia menjelaskan, harga Minyakita di tingkat toko dan minimarket masih berada dalam kisaran HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.500 hingga Rp16.500 per liter.

Meski harga masih terkendali, jumlah pasokan dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan catatan Disperindag, selama April hingga Mei 2026 distribusi Minyakita baru dilakukan sebanyak tiga kali.

Pada 27 April 2026, sebanyak 200 dus disalurkan ke 10 toko dan minimarket. Kemudian pada 4 Mei 2026 kembali didistribusikan 260 dus ke 13 toko dan minimarket. Selanjutnya, pada 11 Mei 2026 sebanyak 180 dus kembali disalurkan ke 9 toko dan minimarket di Kepulauan Meranti.

“Kalau dihitung, pasokan itu masih jauh dari cukup. Kebutuhan masyarakat Meranti diperkirakan mencapai 200 ribu liter per bulan,” katanya.

Baca Juga:  PSMTI Kepulauan Meranti Kukuhkan Pengurus Baru Masa Bakti 2025–2029

Untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi kelangkaan, Disperindag mengimbau seluruh toko dan minimarket agar tetap menjual Minyakita sesuai HET.

“Kami mengimbau agar tidak ada yang menjual di atas harga HET supaya daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Selain itu, pembelian Minyakita juga dibatasi maksimal dua bungkus per orang guna mencegah penimbunan maupun pembelian berlebihan.(wir)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari