Kamis, 16 April 2026
- Advertisement -

Diduga ODGJ, Wanita Tanpa Identitas Dievakuasi ke Panti Rehabilitasi

ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) — Seorang wanita tanpa identitas yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dievakuasi oleh petugas ke panti rehabilitasi di Kecamatan Ujungbatu, Rabu (15/4).

Evakuasi dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) bersama Satpol PP, setelah menerima laporan masyarakat terkait keberadaan wanita tersebut yang dinilai meresahkan.

Wanita yang memiliki tato bertuliskan “Caken.100” di tangan kanan itu ditemukan di sekitar Kantor KIR Dinas Perhubungan Rohul, tepatnya di Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah.

Petugas sempat mengalami kesulitan saat hendak mengamankan yang bersangkutan. Wanita tersebut menunjukkan perilaku tidak stabil dengan berteriak, meraung, hingga bersikap agresif.

Baca Juga:  Siang Ini, 2 Pimpinan DPRD Rohul 2024-2029 Dilantik

Bahkan, ia sempat mencoba menggigit petugas saat proses evakuasi berlangsung.

Setelah melalui pendekatan persuasif, petugas akhirnya berhasil menenangkan dan membawa wanita tersebut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Warga setempat bersama pihak pemerintah desa memastikan bahwa wanita tersebut bukan merupakan penduduk sekitar.

Selanjutnya, petugas membawa yang bersangkutan ke Puskesmas Rambah guna menjalani pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan sementara, wanita tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan yang belum stabil.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos P3A Rohul, April Liyadi, menjelaskan bahwa saat diamankan, wanita tersebut menunjukkan penolakan dan ketakutan yang berlebihan.

“Yang bersangkutan sempat meraung, berteriak, bahkan mencoba menggigit petugas. Berdasarkan keterangan warga dan pemerintah desa, ia bukan penduduk setempat,” ujarnya.

Baca Juga:  Sukiman Minta Tetap Kompak dan Berperan Aktif Bangun Riau

Ia juga menyebutkan bahwa wanita tersebut memiliki ciri khusus berupa tato di tangan dan diperkirakan masih berusia muda, bahkan diduga di bawah umur. Namun, kepastian usia masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Upaya penelusuran identitas juga telah dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Namun hingga saat ini, identitas wanita tersebut belum dapat dipastikan karena data biometrik, seperti rekaman iris mata, tidak ditemukan dalam sistem.

Untuk sementara, wanita tersebut telah dibawa ke panti rehabilitasi di Kecamatan Ujungbatu guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.(epp)

ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) — Seorang wanita tanpa identitas yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dievakuasi oleh petugas ke panti rehabilitasi di Kecamatan Ujungbatu, Rabu (15/4).

Evakuasi dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) bersama Satpol PP, setelah menerima laporan masyarakat terkait keberadaan wanita tersebut yang dinilai meresahkan.

Wanita yang memiliki tato bertuliskan “Caken.100” di tangan kanan itu ditemukan di sekitar Kantor KIR Dinas Perhubungan Rohul, tepatnya di Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah.

Petugas sempat mengalami kesulitan saat hendak mengamankan yang bersangkutan. Wanita tersebut menunjukkan perilaku tidak stabil dengan berteriak, meraung, hingga bersikap agresif.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi dan Penipuan Penerimaan Honorer, Eks Kasatpol PP Bengkalis Resmi Ditahan Polisi

Bahkan, ia sempat mencoba menggigit petugas saat proses evakuasi berlangsung.

- Advertisement -

Setelah melalui pendekatan persuasif, petugas akhirnya berhasil menenangkan dan membawa wanita tersebut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Warga setempat bersama pihak pemerintah desa memastikan bahwa wanita tersebut bukan merupakan penduduk sekitar.

- Advertisement -

Selanjutnya, petugas membawa yang bersangkutan ke Puskesmas Rambah guna menjalani pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan sementara, wanita tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan yang belum stabil.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos P3A Rohul, April Liyadi, menjelaskan bahwa saat diamankan, wanita tersebut menunjukkan penolakan dan ketakutan yang berlebihan.

“Yang bersangkutan sempat meraung, berteriak, bahkan mencoba menggigit petugas. Berdasarkan keterangan warga dan pemerintah desa, ia bukan penduduk setempat,” ujarnya.

Baca Juga:  Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis Kecelakaan, Korban Luka Serius

Ia juga menyebutkan bahwa wanita tersebut memiliki ciri khusus berupa tato di tangan dan diperkirakan masih berusia muda, bahkan diduga di bawah umur. Namun, kepastian usia masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Upaya penelusuran identitas juga telah dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Namun hingga saat ini, identitas wanita tersebut belum dapat dipastikan karena data biometrik, seperti rekaman iris mata, tidak ditemukan dalam sistem.

Untuk sementara, wanita tersebut telah dibawa ke panti rehabilitasi di Kecamatan Ujungbatu guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.(epp)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) — Seorang wanita tanpa identitas yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dievakuasi oleh petugas ke panti rehabilitasi di Kecamatan Ujungbatu, Rabu (15/4).

Evakuasi dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) bersama Satpol PP, setelah menerima laporan masyarakat terkait keberadaan wanita tersebut yang dinilai meresahkan.

Wanita yang memiliki tato bertuliskan “Caken.100” di tangan kanan itu ditemukan di sekitar Kantor KIR Dinas Perhubungan Rohul, tepatnya di Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah.

Petugas sempat mengalami kesulitan saat hendak mengamankan yang bersangkutan. Wanita tersebut menunjukkan perilaku tidak stabil dengan berteriak, meraung, hingga bersikap agresif.

Baca Juga:  Rohul Siapkan Penataan Besar Hutan Kota Pasirpengaraian, Jadi Ruang Publik Modern

Bahkan, ia sempat mencoba menggigit petugas saat proses evakuasi berlangsung.

Setelah melalui pendekatan persuasif, petugas akhirnya berhasil menenangkan dan membawa wanita tersebut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Warga setempat bersama pihak pemerintah desa memastikan bahwa wanita tersebut bukan merupakan penduduk sekitar.

Selanjutnya, petugas membawa yang bersangkutan ke Puskesmas Rambah guna menjalani pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan sementara, wanita tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan yang belum stabil.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos P3A Rohul, April Liyadi, menjelaskan bahwa saat diamankan, wanita tersebut menunjukkan penolakan dan ketakutan yang berlebihan.

“Yang bersangkutan sempat meraung, berteriak, bahkan mencoba menggigit petugas. Berdasarkan keterangan warga dan pemerintah desa, ia bukan penduduk setempat,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati dan Ketua PMI Rohul Salurkan 800 Paket Sembako

Ia juga menyebutkan bahwa wanita tersebut memiliki ciri khusus berupa tato di tangan dan diperkirakan masih berusia muda, bahkan diduga di bawah umur. Namun, kepastian usia masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Upaya penelusuran identitas juga telah dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Namun hingga saat ini, identitas wanita tersebut belum dapat dipastikan karena data biometrik, seperti rekaman iris mata, tidak ditemukan dalam sistem.

Untuk sementara, wanita tersebut telah dibawa ke panti rehabilitasi di Kecamatan Ujungbatu guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.(epp)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari