Rabu, 12 Agustus 2026
- Advertisement -

Hasil Tes Negatif, Monyet yang Ditangkap Usai Serang Warga Tembilahan Masih Diobservasi

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Monyet ekor panjang yang sebelumnya diamankan setelah membuat warga di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), resah masih menjalani masa observasi. Hasil rapid test terhadap sejumlah penyakit zoonosis memang menunjukkan hasil negatif, namun satwa tersebut belum dapat dipastikan sebagai monyet yang sebelumnya menyerang warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan kondisi monyet berdasarkan laporan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih dalam keadaan normal.

Satwa tersebut kini telah dipindahkan ke kandang karantina. Selama berada di sana, monyet masih menunjukkan perilaku aktif dan agresif serta memiliki nafsu makan yang baik. Kondisi fesesnya juga disebut normal.

“Satwa sudah dipindahkan ke kandang karantina. Nafsu makannya baik, perilakunya aktif dan agresif, sementara kondisi feses juga normal,” ujar Junaidi, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga:  Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Untuk mengetahui kondisi kesehatannya, BBKSDA Riau telah mengambil sampel darah satwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah penyakit zoonosis, yakni tuberkulosis (TB), herpes dan hepatitis.

Hingga Ahad (9/8/2026), hasil rapid test untuk ketiga penyakit tersebut menunjukkan hasil negatif.

“Untuk hasil rapid test TB, herpes dan hepatitis, hasilnya negatif,” jelas Junaidi.

Meski hasil pemeriksaan awal menunjukkan hasil negatif, pemantauan terhadap satwa masih terus dilakukan. Observasi akan berlangsung selama 14 hari, terutama untuk melihat perkembangan kondisi dan perilakunya serta kemungkinan adanya rabies.

“Observasi masih dilakukan selama 14 hari ke depan. Ini untuk melihat kondisi dan perilaku satwa, terutama terkait kemungkinan rabies,” katanya.

Di sisi lain, pemeriksaan DNA terhadap monyet tersebut belum bisa dilakukan. Berdasarkan laporan BBKSDA Riau, tidak ditemukan bagian tubuh korban yang masuk ke dalam sistem pencernaan satwa. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan DNA melalui sampel darah maupun feses belum dapat dilakukan.

Baca Juga:  Diskominfopers Inhil Serahkan Bantuan Korban Hidrometeorologi

Junaidi menegaskan, untuk saat ini satwa sudah diamankan dan ditempatkan di kandang karantina. Penanganan selanjutnya dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi.

“Yang penting saat ini satwa sudah diamankan dan ditangani oleh pihak yang berkompeten. Kita menunggu hasil observasi selama 14 hari ke depan,” pungkasnya.

Sebelumnya, serangan monyet ekor panjang membuat warga di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hilir merasa resah. Sedikitnya 18 warga dilaporkan menjadi korban serangan dalam kurun waktu 23 Juli hingga 5 Agustus 2026.(*2)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Monyet ekor panjang yang sebelumnya diamankan setelah membuat warga di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), resah masih menjalani masa observasi. Hasil rapid test terhadap sejumlah penyakit zoonosis memang menunjukkan hasil negatif, namun satwa tersebut belum dapat dipastikan sebagai monyet yang sebelumnya menyerang warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan kondisi monyet berdasarkan laporan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih dalam keadaan normal.

Satwa tersebut kini telah dipindahkan ke kandang karantina. Selama berada di sana, monyet masih menunjukkan perilaku aktif dan agresif serta memiliki nafsu makan yang baik. Kondisi fesesnya juga disebut normal.

“Satwa sudah dipindahkan ke kandang karantina. Nafsu makannya baik, perilakunya aktif dan agresif, sementara kondisi feses juga normal,” ujar Junaidi, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga:  Atasi Bencana Secara Cepat dan Tepat

Untuk mengetahui kondisi kesehatannya, BBKSDA Riau telah mengambil sampel darah satwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah penyakit zoonosis, yakni tuberkulosis (TB), herpes dan hepatitis.

- Advertisement -

Hingga Ahad (9/8/2026), hasil rapid test untuk ketiga penyakit tersebut menunjukkan hasil negatif.

“Untuk hasil rapid test TB, herpes dan hepatitis, hasilnya negatif,” jelas Junaidi.

- Advertisement -

Meski hasil pemeriksaan awal menunjukkan hasil negatif, pemantauan terhadap satwa masih terus dilakukan. Observasi akan berlangsung selama 14 hari, terutama untuk melihat perkembangan kondisi dan perilakunya serta kemungkinan adanya rabies.

“Observasi masih dilakukan selama 14 hari ke depan. Ini untuk melihat kondisi dan perilaku satwa, terutama terkait kemungkinan rabies,” katanya.

Di sisi lain, pemeriksaan DNA terhadap monyet tersebut belum bisa dilakukan. Berdasarkan laporan BBKSDA Riau, tidak ditemukan bagian tubuh korban yang masuk ke dalam sistem pencernaan satwa. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan DNA melalui sampel darah maupun feses belum dapat dilakukan.

Baca Juga:  Populasi Gajah Sumatera di Riau Tercatat 216 Ekor, BBKSDA Perkuat Habitat

Junaidi menegaskan, untuk saat ini satwa sudah diamankan dan ditempatkan di kandang karantina. Penanganan selanjutnya dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi.

“Yang penting saat ini satwa sudah diamankan dan ditangani oleh pihak yang berkompeten. Kita menunggu hasil observasi selama 14 hari ke depan,” pungkasnya.

Sebelumnya, serangan monyet ekor panjang membuat warga di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hilir merasa resah. Sedikitnya 18 warga dilaporkan menjadi korban serangan dalam kurun waktu 23 Juli hingga 5 Agustus 2026.(*2)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Monyet ekor panjang yang sebelumnya diamankan setelah membuat warga di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), resah masih menjalani masa observasi. Hasil rapid test terhadap sejumlah penyakit zoonosis memang menunjukkan hasil negatif, namun satwa tersebut belum dapat dipastikan sebagai monyet yang sebelumnya menyerang warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan kondisi monyet berdasarkan laporan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih dalam keadaan normal.

Satwa tersebut kini telah dipindahkan ke kandang karantina. Selama berada di sana, monyet masih menunjukkan perilaku aktif dan agresif serta memiliki nafsu makan yang baik. Kondisi fesesnya juga disebut normal.

“Satwa sudah dipindahkan ke kandang karantina. Nafsu makannya baik, perilakunya aktif dan agresif, sementara kondisi feses juga normal,” ujar Junaidi, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga:  Hari Kedua SPMB di Inhil Masih Terkendala, Orang Tua Keluhkan Aplikasi Error

Untuk mengetahui kondisi kesehatannya, BBKSDA Riau telah mengambil sampel darah satwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah penyakit zoonosis, yakni tuberkulosis (TB), herpes dan hepatitis.

Hingga Ahad (9/8/2026), hasil rapid test untuk ketiga penyakit tersebut menunjukkan hasil negatif.

“Untuk hasil rapid test TB, herpes dan hepatitis, hasilnya negatif,” jelas Junaidi.

Meski hasil pemeriksaan awal menunjukkan hasil negatif, pemantauan terhadap satwa masih terus dilakukan. Observasi akan berlangsung selama 14 hari, terutama untuk melihat perkembangan kondisi dan perilakunya serta kemungkinan adanya rabies.

“Observasi masih dilakukan selama 14 hari ke depan. Ini untuk melihat kondisi dan perilaku satwa, terutama terkait kemungkinan rabies,” katanya.

Di sisi lain, pemeriksaan DNA terhadap monyet tersebut belum bisa dilakukan. Berdasarkan laporan BBKSDA Riau, tidak ditemukan bagian tubuh korban yang masuk ke dalam sistem pencernaan satwa. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan DNA melalui sampel darah maupun feses belum dapat dilakukan.

Baca Juga:  Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Junaidi menegaskan, untuk saat ini satwa sudah diamankan dan ditempatkan di kandang karantina. Penanganan selanjutnya dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi.

“Yang penting saat ini satwa sudah diamankan dan ditangani oleh pihak yang berkompeten. Kita menunggu hasil observasi selama 14 hari ke depan,” pungkasnya.

Sebelumnya, serangan monyet ekor panjang membuat warga di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hilir merasa resah. Sedikitnya 18 warga dilaporkan menjadi korban serangan dalam kurun waktu 23 Juli hingga 5 Agustus 2026.(*2)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari