Senin, 17 Agustus 2026
- Advertisement -

Anak Kuansing Jago Bahasa Asing Bakal Punya Peran Khusus di Pacu Jalur 2026

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Festival Pacu Jalur Tradisional Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 2026 ditargetkan tidak lagi sebatas menjadi hiburan bagi masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Kuansing ingin budaya kebanggaan daerah tersebut semakin dikenal hingga ke tingkat internasional.

Plt Bupati Kuansing H Muklisin meminta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing menyiapkan konsep promosi Festival Pacu Jalur 2026 yang lebih kreatif, masif dan mampu menarik perhatian publik.

Hal tersebut disampaikan Muklisin ketika memimpin rapat persiapan Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJT) 2026 di Gedung Narosa, Teluk Kuantan, Ahad (16/8/2026).

Menurut Muklisin, potensi anak-anak Kuansing yang menguasai bahasa asing perlu dimanfaatkan. Mereka dapat diberi kesempatan menjadi reporter jalur dengan menggunakan bahasa Inggris, Arab maupun Mandarin.

Dengan begitu, cerita, filosofi hingga kemeriahan Pacu Jalur dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat internasional.

Baca Juga:  Besok, KPU Tetapkan Tiga Paslon Pilkada Kuansing 2024

Muklisin menilai Pacu Jalur memiliki nilai lebih dari sekadar perlombaan mendayung. Tradisi tersebut menyimpan sejarah, budaya, filosofi, kreativitas serta semangat gotong royong masyarakat Kuansing yang berpotensi menjadi daya tarik pariwisata.

Karena itu, menurutnya, promosi Pacu Jalur tidak cukup hanya melalui pemberitaan lokal. Penyajiannya perlu menggunakan bahasa dan sudut pandang yang dapat diterima oleh masyarakat dari berbagai negara.

“Target kita bukan hanya masyarakat Kuansing tahu Pacu Jalur. Dunia juga harus tahu bahwa di Kuansing ada budaya yang luar biasa ini. Kalau semakin dikenal, kita berharap semakin banyak wisatawan mancanegara datang ke Kuansing,” ujarnya.

Selain penguatan promosi, Muklisin meminta seluruh perangkat daerah yang terlibat meningkatkan koordinasi dan kolaborasi agar pelaksanaan Festival Pacu Jalur KEN 2026 dapat berjalan maksimal.

Baca Juga:  SMAN 1 Kuantan Mudik Menang Dramatis

Dalam rapat tersebut, Muklisin juga menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah 175 jalur yang mendaftarkan diri untuk mengikuti Festival Pacu Jalur 2026.

Sementara itu, Pj Sekda Kuansing Drs Muradi MSi menjelaskan, festival akan diawali dengan pawai pada hari pertama. Setelah itu, perlombaan dilanjutkan dengan 25 kali hilir.

Dari jumlah pendaftar tersebut, jalur berasal dari sejumlah kecamatan di Kuansing serta daerah luar. Rinciannya, Cerenti delapan jalur, Inuman delapan, Kuantan Hilir enam, Kuantan Hilir Seberang 11, Logas Tanah Darat dua, Pangean 11, Benai 17, Sentajo Raya delapan, Kuantan Tengah 29, Gunung Toar 16, Kuantan Mudik 22, Hulu Kuantan delapan, Singingi Hilir satu, Indragiri Hulu 26, Sumatera Barat satu dan Jambi satu jalur. (dac)

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Festival Pacu Jalur Tradisional Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 2026 ditargetkan tidak lagi sebatas menjadi hiburan bagi masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Kuansing ingin budaya kebanggaan daerah tersebut semakin dikenal hingga ke tingkat internasional.

Plt Bupati Kuansing H Muklisin meminta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing menyiapkan konsep promosi Festival Pacu Jalur 2026 yang lebih kreatif, masif dan mampu menarik perhatian publik.

Hal tersebut disampaikan Muklisin ketika memimpin rapat persiapan Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJT) 2026 di Gedung Narosa, Teluk Kuantan, Ahad (16/8/2026).

Menurut Muklisin, potensi anak-anak Kuansing yang menguasai bahasa asing perlu dimanfaatkan. Mereka dapat diberi kesempatan menjadi reporter jalur dengan menggunakan bahasa Inggris, Arab maupun Mandarin.

Dengan begitu, cerita, filosofi hingga kemeriahan Pacu Jalur dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat internasional.

- Advertisement -
Baca Juga:  Ditargetkan 100 Jalur di Tepian Pincuran Sati

Muklisin menilai Pacu Jalur memiliki nilai lebih dari sekadar perlombaan mendayung. Tradisi tersebut menyimpan sejarah, budaya, filosofi, kreativitas serta semangat gotong royong masyarakat Kuansing yang berpotensi menjadi daya tarik pariwisata.

Karena itu, menurutnya, promosi Pacu Jalur tidak cukup hanya melalui pemberitaan lokal. Penyajiannya perlu menggunakan bahasa dan sudut pandang yang dapat diterima oleh masyarakat dari berbagai negara.

- Advertisement -

“Target kita bukan hanya masyarakat Kuansing tahu Pacu Jalur. Dunia juga harus tahu bahwa di Kuansing ada budaya yang luar biasa ini. Kalau semakin dikenal, kita berharap semakin banyak wisatawan mancanegara datang ke Kuansing,” ujarnya.

Selain penguatan promosi, Muklisin meminta seluruh perangkat daerah yang terlibat meningkatkan koordinasi dan kolaborasi agar pelaksanaan Festival Pacu Jalur KEN 2026 dapat berjalan maksimal.

Baca Juga:  Prestasi Tak Berbatas: Riau Apresiasi 109 Pelajar Disabilitas Berbakat

Dalam rapat tersebut, Muklisin juga menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah 175 jalur yang mendaftarkan diri untuk mengikuti Festival Pacu Jalur 2026.

Sementara itu, Pj Sekda Kuansing Drs Muradi MSi menjelaskan, festival akan diawali dengan pawai pada hari pertama. Setelah itu, perlombaan dilanjutkan dengan 25 kali hilir.

Dari jumlah pendaftar tersebut, jalur berasal dari sejumlah kecamatan di Kuansing serta daerah luar. Rinciannya, Cerenti delapan jalur, Inuman delapan, Kuantan Hilir enam, Kuantan Hilir Seberang 11, Logas Tanah Darat dua, Pangean 11, Benai 17, Sentajo Raya delapan, Kuantan Tengah 29, Gunung Toar 16, Kuantan Mudik 22, Hulu Kuantan delapan, Singingi Hilir satu, Indragiri Hulu 26, Sumatera Barat satu dan Jambi satu jalur. (dac)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Festival Pacu Jalur Tradisional Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 2026 ditargetkan tidak lagi sebatas menjadi hiburan bagi masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Kuansing ingin budaya kebanggaan daerah tersebut semakin dikenal hingga ke tingkat internasional.

Plt Bupati Kuansing H Muklisin meminta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing menyiapkan konsep promosi Festival Pacu Jalur 2026 yang lebih kreatif, masif dan mampu menarik perhatian publik.

Hal tersebut disampaikan Muklisin ketika memimpin rapat persiapan Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJT) 2026 di Gedung Narosa, Teluk Kuantan, Ahad (16/8/2026).

Menurut Muklisin, potensi anak-anak Kuansing yang menguasai bahasa asing perlu dimanfaatkan. Mereka dapat diberi kesempatan menjadi reporter jalur dengan menggunakan bahasa Inggris, Arab maupun Mandarin.

Dengan begitu, cerita, filosofi hingga kemeriahan Pacu Jalur dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat internasional.

Baca Juga:  Ditargetkan 100 Jalur di Tepian Pincuran Sati

Muklisin menilai Pacu Jalur memiliki nilai lebih dari sekadar perlombaan mendayung. Tradisi tersebut menyimpan sejarah, budaya, filosofi, kreativitas serta semangat gotong royong masyarakat Kuansing yang berpotensi menjadi daya tarik pariwisata.

Karena itu, menurutnya, promosi Pacu Jalur tidak cukup hanya melalui pemberitaan lokal. Penyajiannya perlu menggunakan bahasa dan sudut pandang yang dapat diterima oleh masyarakat dari berbagai negara.

“Target kita bukan hanya masyarakat Kuansing tahu Pacu Jalur. Dunia juga harus tahu bahwa di Kuansing ada budaya yang luar biasa ini. Kalau semakin dikenal, kita berharap semakin banyak wisatawan mancanegara datang ke Kuansing,” ujarnya.

Selain penguatan promosi, Muklisin meminta seluruh perangkat daerah yang terlibat meningkatkan koordinasi dan kolaborasi agar pelaksanaan Festival Pacu Jalur KEN 2026 dapat berjalan maksimal.

Baca Juga:  SE Bupati Kuansing Ditempel, Satpol PP Pantau Kafe dan Kedai

Dalam rapat tersebut, Muklisin juga menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah 175 jalur yang mendaftarkan diri untuk mengikuti Festival Pacu Jalur 2026.

Sementara itu, Pj Sekda Kuansing Drs Muradi MSi menjelaskan, festival akan diawali dengan pawai pada hari pertama. Setelah itu, perlombaan dilanjutkan dengan 25 kali hilir.

Dari jumlah pendaftar tersebut, jalur berasal dari sejumlah kecamatan di Kuansing serta daerah luar. Rinciannya, Cerenti delapan jalur, Inuman delapan, Kuantan Hilir enam, Kuantan Hilir Seberang 11, Logas Tanah Darat dua, Pangean 11, Benai 17, Sentajo Raya delapan, Kuantan Tengah 29, Gunung Toar 16, Kuantan Mudik 22, Hulu Kuantan delapan, Singingi Hilir satu, Indragiri Hulu 26, Sumatera Barat satu dan Jambi satu jalur. (dac)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari