PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT390 rute Jakarta–Pekanbaru sempat mengalami pengalihan pendaratan (divert) ke Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat, Rabu (30/9/2026).
Penerbangan yang dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pada pukul 11.45 WIB tersebut terpaksa menunda pendaratannya akibat kondisi cuaca.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, mengonfirmasi pengalihan rute penerbangan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa langkah pengalihan diambil murni demi keselamatan penerbangan akibat guyuran hujan deras dan kondisi angin di wilayah udara Pekanbaru.
“Pengalihan tersebut merupakan keputusan pilot dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujar Achmad.
Achmad menambahkan, setelah situasi cuaca di Pekanbaru membaik, pesawat melanjutkan kembali penerbangannya dari Padang dan berhasil mendarat dengan selamat di Bandara SSK II Pekanbaru pada pukul 14.43 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, pihak otoritas bandara meluruskan narasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan pengalihan pesawat akibat pekatnya kabut asap.
“Pengalihan karena cuaca (kondisi angin) bukan karena asap,” tegas Achmad.
Secara umum, aktivitas operasional penerbangan lainnya di Bandara SSK II Pekanbaru tetap berlangsung aman dan normal.(azr)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT390 rute Jakarta–Pekanbaru sempat mengalami pengalihan pendaratan (divert) ke Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat, Rabu (30/9/2026).
Penerbangan yang dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pada pukul 11.45 WIB tersebut terpaksa menunda pendaratannya akibat kondisi cuaca.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, mengonfirmasi pengalihan rute penerbangan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa langkah pengalihan diambil murni demi keselamatan penerbangan akibat guyuran hujan deras dan kondisi angin di wilayah udara Pekanbaru.
“Pengalihan tersebut merupakan keputusan pilot dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujar Achmad.
Achmad menambahkan, setelah situasi cuaca di Pekanbaru membaik, pesawat melanjutkan kembali penerbangannya dari Padang dan berhasil mendarat dengan selamat di Bandara SSK II Pekanbaru pada pukul 14.43 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, pihak otoritas bandara meluruskan narasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan pengalihan pesawat akibat pekatnya kabut asap.
“Pengalihan karena cuaca (kondisi angin) bukan karena asap,” tegas Achmad.
Secara umum, aktivitas operasional penerbangan lainnya di Bandara SSK II Pekanbaru tetap berlangsung aman dan normal.(azr)