Jumat, 9 Oktober 2026
- Advertisement -

Relokasi ke Pasar Lumpur, Pedagang Kuansing: Dagang Sehari Hanya Dapat Rp20 Ribu

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Sejumlah pedagang kaki lima di Telukkuantan mengaku kesulitan setelah direlokasi ke kawasan Pasar Lumpur. Sejak dipindahkan pada 26 Agustus 2025 lalu, omzet mereka menurun drastis. Kondisi lokasi yang masih berupa jalan tanah membuat pembeli enggan datang. Saat panas, area berdebu, dan ketika hujan, berubah menjadi becek dan berlumpur, sesuai dengan namanya: Pasar Lumpur.

Beberapa pedagang bahkan hanya membawa pulang uang Rp20 ribu hingga Rp50 ribu meski berjualan sampai malam. Untuk mengurangi becek, para pedagang bergotong royong menimbun jalan dengan sirtu hingga 20 truk.

Sekitar 20 pedagang menyampaikan keluhan ini langsung kepada Kepala Dinas Kopdagrin Kuansing, Delis Martoni, yang turun meninjau lokasi, Ahad (7/9/2025). Delis mengakui kondisi area memang tidak layak. Ia bahkan langsung menghubungi Kadis PUPR Kuansing untuk meninjau kemungkinan perbaikan jalan.

Baca Juga:  SMAN 1 Kuantan Hilir Tumbangkan Runner Up HSBL 2025 di Laga Perdana

Relokasi pedagang ini berdasarkan surat edaran Bupati Kuansing Suhardiman Amby tertanggal 26 Agustus 2025. Namun karena jumlah pedagang cukup banyak, sebagian memilih pindah ke kawasan hutan kota Pulau Bungin, Desa Koto Taluk.

Delis menegaskan lokasi Pasar Lumpur hanya bersifat sementara. Pemkab, katanya, sedang menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satu opsi adalah memindahkan pedagang ke lantai dasar Pasar Rakyat Telukkuantan, yang memiliki fasilitas listrik, MCK, serta lebih aman dari hujan dan panas.

“Pemkab ingin pedagang tertata di satu tempat sehingga warga maupun pengunjung tahu ke mana harus belanja. Usulan pedagang tetap akan kami sampaikan kepada Sekda dan Bupati untuk mencari solusi terbaik,” ujar Delis.

Baca Juga:  Berondo yang Ditumpangi Bupati Kuansing Tenggelam, Panitia Diminta Lebih Waspada

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Sejumlah pedagang kaki lima di Telukkuantan mengaku kesulitan setelah direlokasi ke kawasan Pasar Lumpur. Sejak dipindahkan pada 26 Agustus 2025 lalu, omzet mereka menurun drastis. Kondisi lokasi yang masih berupa jalan tanah membuat pembeli enggan datang. Saat panas, area berdebu, dan ketika hujan, berubah menjadi becek dan berlumpur, sesuai dengan namanya: Pasar Lumpur.

Beberapa pedagang bahkan hanya membawa pulang uang Rp20 ribu hingga Rp50 ribu meski berjualan sampai malam. Untuk mengurangi becek, para pedagang bergotong royong menimbun jalan dengan sirtu hingga 20 truk.

Sekitar 20 pedagang menyampaikan keluhan ini langsung kepada Kepala Dinas Kopdagrin Kuansing, Delis Martoni, yang turun meninjau lokasi, Ahad (7/9/2025). Delis mengakui kondisi area memang tidak layak. Ia bahkan langsung menghubungi Kadis PUPR Kuansing untuk meninjau kemungkinan perbaikan jalan.

Baca Juga:  90 UMKM Tandun Terima Sertifikat Halal, Akses Pembiayaan Makin Terbuka

Relokasi pedagang ini berdasarkan surat edaran Bupati Kuansing Suhardiman Amby tertanggal 26 Agustus 2025. Namun karena jumlah pedagang cukup banyak, sebagian memilih pindah ke kawasan hutan kota Pulau Bungin, Desa Koto Taluk.

Delis menegaskan lokasi Pasar Lumpur hanya bersifat sementara. Pemkab, katanya, sedang menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satu opsi adalah memindahkan pedagang ke lantai dasar Pasar Rakyat Telukkuantan, yang memiliki fasilitas listrik, MCK, serta lebih aman dari hujan dan panas.

- Advertisement -

“Pemkab ingin pedagang tertata di satu tempat sehingga warga maupun pengunjung tahu ke mana harus belanja. Usulan pedagang tetap akan kami sampaikan kepada Sekda dan Bupati untuk mencari solusi terbaik,” ujar Delis.

Baca Juga:  BSI Sediakan 1.000 Sertifikat Halal
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Sejumlah pedagang kaki lima di Telukkuantan mengaku kesulitan setelah direlokasi ke kawasan Pasar Lumpur. Sejak dipindahkan pada 26 Agustus 2025 lalu, omzet mereka menurun drastis. Kondisi lokasi yang masih berupa jalan tanah membuat pembeli enggan datang. Saat panas, area berdebu, dan ketika hujan, berubah menjadi becek dan berlumpur, sesuai dengan namanya: Pasar Lumpur.

Beberapa pedagang bahkan hanya membawa pulang uang Rp20 ribu hingga Rp50 ribu meski berjualan sampai malam. Untuk mengurangi becek, para pedagang bergotong royong menimbun jalan dengan sirtu hingga 20 truk.

Sekitar 20 pedagang menyampaikan keluhan ini langsung kepada Kepala Dinas Kopdagrin Kuansing, Delis Martoni, yang turun meninjau lokasi, Ahad (7/9/2025). Delis mengakui kondisi area memang tidak layak. Ia bahkan langsung menghubungi Kadis PUPR Kuansing untuk meninjau kemungkinan perbaikan jalan.

Baca Juga:  100 Jalur Siap Rebut Hadiah Ratusan Juta, Pacu Jalur Rayon IV Kuansing Digelar 18–20 Juli

Relokasi pedagang ini berdasarkan surat edaran Bupati Kuansing Suhardiman Amby tertanggal 26 Agustus 2025. Namun karena jumlah pedagang cukup banyak, sebagian memilih pindah ke kawasan hutan kota Pulau Bungin, Desa Koto Taluk.

Delis menegaskan lokasi Pasar Lumpur hanya bersifat sementara. Pemkab, katanya, sedang menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satu opsi adalah memindahkan pedagang ke lantai dasar Pasar Rakyat Telukkuantan, yang memiliki fasilitas listrik, MCK, serta lebih aman dari hujan dan panas.

“Pemkab ingin pedagang tertata di satu tempat sehingga warga maupun pengunjung tahu ke mana harus belanja. Usulan pedagang tetap akan kami sampaikan kepada Sekda dan Bupati untuk mencari solusi terbaik,” ujar Delis.

Baca Juga:  Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari