Sabtu, 10 Oktober 2026
- Advertisement -

Menkeu Rayu Investor Asing, Pemerintah Janji Pangkas Hambatan Bisnis

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi di Indonesia sekaligus menghapus berbagai hambatan yang selama ini dihadapi investor asing dalam menjalankan usaha.

Komitmen tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri International Seminar on Debottlenecking Channel yang digelar di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Selasa (12/5). Dalam kegiatan itu, ia mengundang para duta besar negara sahabat serta asosiasi bisnis internasional untuk berdialog langsung terkait persoalan investasi di Indonesia.

Menurut Purbaya, pemerintah kini menerapkan pendekatan baru melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) Debottlenecking. Satgas tersebut dibentuk sebagai wadah bagi investor dan pelaku usaha untuk menyampaikan kendala yang mereka alami di lapangan.

Baca Juga:  Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp40,7 T ke 15 Sektor Strategis

“Saya mendengarkan langsung persoalan dari sektor swasta dan kami menyelesaikannya. Setelah itu regulasinya juga akan diperbaiki. Pendekatan ini menurut saya lebih efektif karena fokus pada persoalan nyata yang dihadapi dunia usaha,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini rutin menggelar sidang mingguan debottlenecking untuk membahas satu hingga dua kasus yang dilaporkan pelaku usaha. Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis daya saing investasi Indonesia akan semakin meningkat dalam waktu dekat.

Sejak diluncurkan pada 16 Desember 2025, layanan Debottlenecking disebut telah menerima 142 pengaduan dari investor dan pelaku usaha. Dari jumlah itu, sebanyak 83 laporan telah dibahas secara terbuka dan 45 kasus di antaranya diklaim sudah diselesaikan.

Baca Juga:  Defisit APBN Bisa Nol, Menkeu Ingatkan Dampak ke Ekonomi

“Melalui mekanisme ini kami memastikan adanya proses yang efektif dan efisien untuk memfasilitasi persoalan perizinan maupun hambatan bisnis yang dihadapi investor di Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga mengajak investor global untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia bahkan memastikan pemerintah akan turun tangan langsung apabila ditemukan hambatan yang mengganggu proses bisnis para investor.

“Jika ada masalah dalam menjalankan bisnis di negara ini, sampaikan kepada kami. Pemerintah akan memastikan hambatan itu segera diselesaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia tetap menjadi negara yang menjanjikan bagi para investor dunia untuk mengembangkan usaha dan investasi mereka.(jpg)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi di Indonesia sekaligus menghapus berbagai hambatan yang selama ini dihadapi investor asing dalam menjalankan usaha.

Komitmen tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri International Seminar on Debottlenecking Channel yang digelar di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Selasa (12/5). Dalam kegiatan itu, ia mengundang para duta besar negara sahabat serta asosiasi bisnis internasional untuk berdialog langsung terkait persoalan investasi di Indonesia.

Menurut Purbaya, pemerintah kini menerapkan pendekatan baru melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) Debottlenecking. Satgas tersebut dibentuk sebagai wadah bagi investor dan pelaku usaha untuk menyampaikan kendala yang mereka alami di lapangan.

Baca Juga:  Defisit APBN Bisa Nol, Menkeu Ingatkan Dampak ke Ekonomi

“Saya mendengarkan langsung persoalan dari sektor swasta dan kami menyelesaikannya. Setelah itu regulasinya juga akan diperbaiki. Pendekatan ini menurut saya lebih efektif karena fokus pada persoalan nyata yang dihadapi dunia usaha,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini rutin menggelar sidang mingguan debottlenecking untuk membahas satu hingga dua kasus yang dilaporkan pelaku usaha. Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis daya saing investasi Indonesia akan semakin meningkat dalam waktu dekat.

- Advertisement -

Sejak diluncurkan pada 16 Desember 2025, layanan Debottlenecking disebut telah menerima 142 pengaduan dari investor dan pelaku usaha. Dari jumlah itu, sebanyak 83 laporan telah dibahas secara terbuka dan 45 kasus di antaranya diklaim sudah diselesaikan.

Baca Juga:  Taspen Bayarkan Pensiun 13 Mulai 10 Agustus 2020

“Melalui mekanisme ini kami memastikan adanya proses yang efektif dan efisien untuk memfasilitasi persoalan perizinan maupun hambatan bisnis yang dihadapi investor di Indonesia,” jelasnya.

- Advertisement -

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga mengajak investor global untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia bahkan memastikan pemerintah akan turun tangan langsung apabila ditemukan hambatan yang mengganggu proses bisnis para investor.

“Jika ada masalah dalam menjalankan bisnis di negara ini, sampaikan kepada kami. Pemerintah akan memastikan hambatan itu segera diselesaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia tetap menjadi negara yang menjanjikan bagi para investor dunia untuk mengembangkan usaha dan investasi mereka.(jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi di Indonesia sekaligus menghapus berbagai hambatan yang selama ini dihadapi investor asing dalam menjalankan usaha.

Komitmen tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri International Seminar on Debottlenecking Channel yang digelar di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Selasa (12/5). Dalam kegiatan itu, ia mengundang para duta besar negara sahabat serta asosiasi bisnis internasional untuk berdialog langsung terkait persoalan investasi di Indonesia.

Menurut Purbaya, pemerintah kini menerapkan pendekatan baru melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) Debottlenecking. Satgas tersebut dibentuk sebagai wadah bagi investor dan pelaku usaha untuk menyampaikan kendala yang mereka alami di lapangan.

Baca Juga:  New Normal, Dealer dan AHASS Sediakan Layanan Honda Khusus

“Saya mendengarkan langsung persoalan dari sektor swasta dan kami menyelesaikannya. Setelah itu regulasinya juga akan diperbaiki. Pendekatan ini menurut saya lebih efektif karena fokus pada persoalan nyata yang dihadapi dunia usaha,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini rutin menggelar sidang mingguan debottlenecking untuk membahas satu hingga dua kasus yang dilaporkan pelaku usaha. Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis daya saing investasi Indonesia akan semakin meningkat dalam waktu dekat.

Sejak diluncurkan pada 16 Desember 2025, layanan Debottlenecking disebut telah menerima 142 pengaduan dari investor dan pelaku usaha. Dari jumlah itu, sebanyak 83 laporan telah dibahas secara terbuka dan 45 kasus di antaranya diklaim sudah diselesaikan.

Baca Juga:  Test Drive Jimny dan Hybrid Berhadiah Logam Mulia

“Melalui mekanisme ini kami memastikan adanya proses yang efektif dan efisien untuk memfasilitasi persoalan perizinan maupun hambatan bisnis yang dihadapi investor di Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga mengajak investor global untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia bahkan memastikan pemerintah akan turun tangan langsung apabila ditemukan hambatan yang mengganggu proses bisnis para investor.

“Jika ada masalah dalam menjalankan bisnis di negara ini, sampaikan kepada kami. Pemerintah akan memastikan hambatan itu segera diselesaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia tetap menjadi negara yang menjanjikan bagi para investor dunia untuk mengembangkan usaha dan investasi mereka.(jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari