Rabu, 13 Mei 2026
- Advertisement -

336 Liter Eco Enzyme Dituangkan ke Anak Sungai Siak

Sambut Waisak, Umat Buddha Pekanbaru Gelar Aksi Peduli Lingkungan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ratusan umat Buddha di Pekanbaru kembali menggelar aksi peduli lingkungan dengan menuangkan 336 liter eco enzyme ke anak Sungai Siak di Jalan Haji Guru Sulaiman, Selasa (12/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE).

Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Riau, Wiryanto mengatakan, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan menyambut Waisak, tetapi juga bentuk kepedulian umat Buddha terhadap pelestarian lingkungan.

Menurutnya, kepedulian sosial yang ditunjukkan umat Buddha di Pekanbaru patut diapresiasi karena turut mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas air sungai.

“Meskipun ini program pemerintah melalui Kementerian Agama, kepedulian sosial terhadap lingkungan yang ditunjukkan umat Buddha di Pekanbaru sangat baik. Ini juga menjadi bentuk kepedulian umat beragama terhadap pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga:  Hujan, Jalan Arifin Achmad Terendam Lagi

Ia menjelaskan, sebanyak 336 liter eco enzyme yang dituangkan ke aliran sungai berasal dari Majelis Pandita Buddha Indonesia Riau dan Buddha Tzu Chi.

Wiryanto berharap kegiatan tersebut dapat mengedukasi masyarakat agar mulai membuat eco enzyme sendiri di rumah dan memanfaatkannya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Kami berharap masyarakat bisa mulai membuat eco enzyme sendiri lalu menuangkannya ke selokan, parit, atau saluran air di lingkungan rumah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Permabudhi Riau, Jono menjelaskan, eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayur yang dicampur gula serta air selama tiga hingga enam bulan.

Menurutnya, cairan tersebut memiliki banyak manfaat, salah satunya membantu memperbaiki kualitas air yang telah tercemar, baik di sungai, danau, selokan, sumur, maupun saluran air lainnya.

Baca Juga:  RMO Green: Pertamina Gandeng Universitas Riau Dukung Reforestasi dan BBM Ramah Lingkungan

“Kami berharap aksi seperti ini bisa terus dilakukan semua pihak agar lingkungan di Pekanbaru tetap terjaga demi keberlangsungan hidup makhluk hidup lainnya,” ujarnya.

Ketua Walubi Riau, Mariyana juga berharap gerakan pelestarian lingkungan dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ratusan umat Buddha di Pekanbaru kembali menggelar aksi peduli lingkungan dengan menuangkan 336 liter eco enzyme ke anak Sungai Siak di Jalan Haji Guru Sulaiman, Selasa (12/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE).

Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Riau, Wiryanto mengatakan, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan menyambut Waisak, tetapi juga bentuk kepedulian umat Buddha terhadap pelestarian lingkungan.

Menurutnya, kepedulian sosial yang ditunjukkan umat Buddha di Pekanbaru patut diapresiasi karena turut mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas air sungai.

“Meskipun ini program pemerintah melalui Kementerian Agama, kepedulian sosial terhadap lingkungan yang ditunjukkan umat Buddha di Pekanbaru sangat baik. Ini juga menjadi bentuk kepedulian umat beragama terhadap pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga:  Hari Pelanggan, BPJS TK Kunjungi Tenaga Kerja Sakit

Ia menjelaskan, sebanyak 336 liter eco enzyme yang dituangkan ke aliran sungai berasal dari Majelis Pandita Buddha Indonesia Riau dan Buddha Tzu Chi.

- Advertisement -

Wiryanto berharap kegiatan tersebut dapat mengedukasi masyarakat agar mulai membuat eco enzyme sendiri di rumah dan memanfaatkannya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Kami berharap masyarakat bisa mulai membuat eco enzyme sendiri lalu menuangkannya ke selokan, parit, atau saluran air di lingkungan rumah,” katanya.

- Advertisement -

Sementara itu, Sekretaris Permabudhi Riau, Jono menjelaskan, eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayur yang dicampur gula serta air selama tiga hingga enam bulan.

Menurutnya, cairan tersebut memiliki banyak manfaat, salah satunya membantu memperbaiki kualitas air yang telah tercemar, baik di sungai, danau, selokan, sumur, maupun saluran air lainnya.

Baca Juga:  Pemerintah dan Masyarakat Harus Bersinergi

“Kami berharap aksi seperti ini bisa terus dilakukan semua pihak agar lingkungan di Pekanbaru tetap terjaga demi keberlangsungan hidup makhluk hidup lainnya,” ujarnya.

Ketua Walubi Riau, Mariyana juga berharap gerakan pelestarian lingkungan dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ratusan umat Buddha di Pekanbaru kembali menggelar aksi peduli lingkungan dengan menuangkan 336 liter eco enzyme ke anak Sungai Siak di Jalan Haji Guru Sulaiman, Selasa (12/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE).

Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Riau, Wiryanto mengatakan, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan menyambut Waisak, tetapi juga bentuk kepedulian umat Buddha terhadap pelestarian lingkungan.

Menurutnya, kepedulian sosial yang ditunjukkan umat Buddha di Pekanbaru patut diapresiasi karena turut mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas air sungai.

“Meskipun ini program pemerintah melalui Kementerian Agama, kepedulian sosial terhadap lingkungan yang ditunjukkan umat Buddha di Pekanbaru sangat baik. Ini juga menjadi bentuk kepedulian umat beragama terhadap pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemprov Riau Tegaskan Tak Ada Pengangkatan Tenaga Ahli Desa, Ini Penjelasannya

Ia menjelaskan, sebanyak 336 liter eco enzyme yang dituangkan ke aliran sungai berasal dari Majelis Pandita Buddha Indonesia Riau dan Buddha Tzu Chi.

Wiryanto berharap kegiatan tersebut dapat mengedukasi masyarakat agar mulai membuat eco enzyme sendiri di rumah dan memanfaatkannya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Kami berharap masyarakat bisa mulai membuat eco enzyme sendiri lalu menuangkannya ke selokan, parit, atau saluran air di lingkungan rumah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Permabudhi Riau, Jono menjelaskan, eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayur yang dicampur gula serta air selama tiga hingga enam bulan.

Menurutnya, cairan tersebut memiliki banyak manfaat, salah satunya membantu memperbaiki kualitas air yang telah tercemar, baik di sungai, danau, selokan, sumur, maupun saluran air lainnya.

Baca Juga:  Unri dan Pemerintah Desa Kuapan Gelar Pelatihan Komprehensif

“Kami berharap aksi seperti ini bisa terus dilakukan semua pihak agar lingkungan di Pekanbaru tetap terjaga demi keberlangsungan hidup makhluk hidup lainnya,” ujarnya.

Ketua Walubi Riau, Mariyana juga berharap gerakan pelestarian lingkungan dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.(ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari