BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Nasib nahas dialami Akiong (52), tukang ojek yang biasa mangkal di Pelabuhan Roro Air Putih, Bengkalis. Setelah mengantar penumpang ke Desa Kembung Baru, warga Kelurahan Damun, Kecamatan Bengkalis, itu justru dibacok menggunakan parang hingga mengalami luka di kepala dan tangan.
Akiong kini menjalani perawatan di RSUD Bengkalis akibat kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Senin (14/9/2026) dini hari setelah korban mengantar seorang penumpang.
Kepada petugas saat dirawat, Akiong menceritakan kejadian bermula pada Ahad (13/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat sedang bekerja seperti biasa di Pelabuhan Roro Desa Air Putih Bengkalis, ia mendapat penumpang yang meminta diantar ke Desa Kembung Baru.
Setelah bernegosiasi, keduanya sepakat dengan ongkos Rp250 ribu. Harga tersebut disepakati dengan pertimbangan perjalanan dilakukan pada malam hari.
Akiong kemudian membawa penumpang tersebut menuju Desa Kembung Baru. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam dan mereka tiba di jembatan Sungai Kembung sekitar pukul 01.00 WIB.
Sesampainya di lokasi, penumpang meminta Akiong berbelok ke jalan kecil dan berhenti. Penumpang kemudian mengatakan hendak mengambil sesuatu.
“Abang tunggu sebentar, saya mau ambil sesuatu,” ujar korban menirukan ucapan pelaku.
Pelaku lalu masuk ke dalam kapal pompongnya untuk mengambil sesuatu sebelum masuk ke rumah. Dalam kondisi gelap, pelaku tiba-tiba mendekati korban dan melakukan pembacokan.
“Karena situasinya gelap, tiba-tiba pelaku mendekati saya dan langsung membacok kepala saya sebanyak 2 kali dan saya berusaha melawan namun pelaku membacok lagi sebanyak 3 kali. Saya masih terus berusaha melawan sehingga parang pelaku terjatuh sedangkan pelaku melarikan diri,” ujar korban.
Setelah pelaku kabur, Akiong mengambil parang tersebut dan pergi menggunakan sepeda motornya menuju Jembatan Kembung sembari berteriak meminta pertolongan.
Namun, korban akhirnya tumbang di ujung jembatan karena kehilangan banyak darah. Warga yang datang kemudian memberikan pertolongan. Tak lama berselang, ambulans puskesmas membawa korban ke Puskesmas Pambang sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Bengkalis.
Kapolsek Bantan Iptu Muhammad Iskandar membenarkan kejadian tersebut. Polisi telah turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Bengkalis.
“Ya, kejadiannya Senin (14/9/2026) dini hari. Kami sudah perintahkan anggota ke lapangan dan sudah membawa korban ke Puskesmas dan kemudian di rujuk ke RSUD Bengkalis,” ujar Muhammad Iskandar, Selasa (15/9/2026).
Kasi Humas Polres Bengkalis Aipda Juliandi Baserah juga membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, tim Satreskrim masih melakukan penyelidikan.
“Ya, diduga korban penganiayaan. Tim Satreskrim masih melakukan penyelidikan di lapangan,” ujarnya singkat.

