JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan, Senin (14/9). Posisi tersebut kemudian diisi Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat wakil menteri keuangan sejak 2019.
Pergantian tersebut berlangsung mendadak. Beberapa jam sebelum pencopotan, Purbaya masih mengikuti rapat kerja gabungan bersama DPD, Bappenas, dan Bank Indonesia di Kompleks DPR sekitar pukul 11.00 WIB.
Situasi berubah sekitar pukul 14.00 WIB ketika Purbaya tengah menjelaskan program Kementerian Keuangan. Anggota DPD Ahmad Nawardi kemudian menginterupsi dan menyampaikan bahwa ada telepon darurat dari Mensesneg Prasetyo Hadi.
Purbaya keluar dari ruang rapat untuk menerima telepon tersebut. Setelahnya, dia bergegas meninggalkan lokasi.
Sekitar pukul 14.33 WIB, wartawan Istana mendapat kabar bahwa Suahasil Nazara akan dilantik sebagai Menteri Keuangan. Tak lama berselang, tepat pukul 15.00 WIB, Prabowo melantik Suahasil di Istana Negara.
Pergantian ini terjadi setelah Purbaya beberapa kali diisukan akan diganti. Isu pertama muncul pada Juni. Sebulan kemudian, Purbaya disebut bakal digeser menjadi Gubernur Bank Indonesia. Namun, baru Senin (14/9) dia benar-benar lengser dari kursi Menteri Keuangan.
Pelantikan Suahasil dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 dan dipimpin langsung Prabowo di Istana Negara.
Usai dilantik, Suahasil menegaskan komitmennya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Dia menyebut APBN menjadi instrumen penting untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan.
“APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah. Oleh karena itu APBN-nya itu harus sehat,” kata Suahasil usai dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/9).
Suahasil menambahkan, kesehatan APBN harus berjalan beriringan dengan kredibilitas. Pengelolaannya harus transparan dan dapat dipercaya agar menjadi fondasi pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Dan untuk itu, kita akan melakukan dengan Kementerian Keuangan yang selama ini sudah bekerja dengan sangat-sangat keras akan melanjutkan menjaga keuangan negara tersebut menjadi APBN yang nantinya bisa menumbuhkan dan APBN yang juga bisa betul-betul menstabilkan ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, Kemenkeu memiliki peran strategis dengan jaringan kerja hingga berbagai daerah dan kekuatan 77 ribu pegawai.
“Tentu bekerja di seluruh Indonesia untuk bisa menumbuhkan ekonomi dan juga menstabilkan ekonomi Indonesia,” tutur Suahasil.
Salah satu fokus Suahasil selanjutnya adalah memastikan APBN tetap kredibel serta memperkuat komunikasi kepada masyarakat agar kebijakan pemerintah dapat dipahami dan dipercaya publik.
“Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” ujarnya.
Tidak Ada Gejolak Pasar
Pergantian Purbaya kepada Suahasil disebut tidak memicu gejolak di pasar. Pengalaman Suahasil di Kemenkeu membuat pelaku pasar dinilai telah mengenal rekam jejaknya.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Rahma Gafmi menilai respons pasar cenderung stabil dan positif.
’’Pasar keuangan, investor institusional, maupun analis makro menaruh tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap Suahasil Nazara,” ujar Rahma saat dihubungi kemarin (14/9).
Menurutnya, pengalaman Suahasil membuatnya memahami pengelolaan fiskal dan kondisi internal Kemenkeu sehingga pergantian tersebut tidak menimbulkan policy shock.
’’Pasar tahu persis rekam jejak, gaya komunikasi, dan pemahamannya terhadap disiplin fiskal,” tuturnya. (lyn/mim/oni/jpg)

