Kamis, 11 Juni 2026
- Advertisement -

Kacamata

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – LILA pulang dari sebuah pusat perbelanjaan. Ia pulang terlambat karena ada suatu hal. Kala itu, hari sudah gelap dan gemuruh serta kilat menandakan akan hujan deras.

Benar saja, di tengah perjalanan hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba datang menerpa. Lila pun memutuskan untuk berhenti dan berteduh, hujan yang deras dan helm yang tak bisa dibuka tutup membuat kacamata Lila basah oleh bulir-bulir air hujan dan menyulitkannya melihat.

Sesampainya di tempat berteduh, ia meletakkan kacamatanya di jok depan motor maticnya. Hampir satu jam ia menunggu hujan reda. Setelah hujan agak reda, ia pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan, ia menyadari jika sedang tak mengenakan kacamatanya. Ia pun berhenti sejenak untuk memudahkan penglihatannya.

Baca Juga:  Pondok Q-ta, Tempat Kumpul Nyaman Dilengkapi Wifi di Kota Tembilahan

Alih-alih menemukan kacamata, ia mendapati jok depan kosong. Kacamatanya telah raib. Ia pun kebingunan dan kembali ke lokasi berteduh sebelumnya, namun tak juga menjumpai kacamata tersayangnya.

"Alamaak, hilang Rp500 ribu," tukasnya mengingat harga kacamata yang baru dibeli dua bulan lalu itu.(anf)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – LILA pulang dari sebuah pusat perbelanjaan. Ia pulang terlambat karena ada suatu hal. Kala itu, hari sudah gelap dan gemuruh serta kilat menandakan akan hujan deras.

Benar saja, di tengah perjalanan hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba datang menerpa. Lila pun memutuskan untuk berhenti dan berteduh, hujan yang deras dan helm yang tak bisa dibuka tutup membuat kacamata Lila basah oleh bulir-bulir air hujan dan menyulitkannya melihat.

Sesampainya di tempat berteduh, ia meletakkan kacamatanya di jok depan motor maticnya. Hampir satu jam ia menunggu hujan reda. Setelah hujan agak reda, ia pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan, ia menyadari jika sedang tak mengenakan kacamatanya. Ia pun berhenti sejenak untuk memudahkan penglihatannya.

Baca Juga:  Empat Puskesmas Akan Diakreditasi Ulang

Alih-alih menemukan kacamata, ia mendapati jok depan kosong. Kacamatanya telah raib. Ia pun kebingunan dan kembali ke lokasi berteduh sebelumnya, namun tak juga menjumpai kacamata tersayangnya.

"Alamaak, hilang Rp500 ribu," tukasnya mengingat harga kacamata yang baru dibeli dua bulan lalu itu.(anf)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – LILA pulang dari sebuah pusat perbelanjaan. Ia pulang terlambat karena ada suatu hal. Kala itu, hari sudah gelap dan gemuruh serta kilat menandakan akan hujan deras.

Benar saja, di tengah perjalanan hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba datang menerpa. Lila pun memutuskan untuk berhenti dan berteduh, hujan yang deras dan helm yang tak bisa dibuka tutup membuat kacamata Lila basah oleh bulir-bulir air hujan dan menyulitkannya melihat.

Sesampainya di tempat berteduh, ia meletakkan kacamatanya di jok depan motor maticnya. Hampir satu jam ia menunggu hujan reda. Setelah hujan agak reda, ia pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan, ia menyadari jika sedang tak mengenakan kacamatanya. Ia pun berhenti sejenak untuk memudahkan penglihatannya.

Baca Juga:  BPBD Dumai Salurkan Masker Bantuan BNPB ke Masyarakat

Alih-alih menemukan kacamata, ia mendapati jok depan kosong. Kacamatanya telah raib. Ia pun kebingunan dan kembali ke lokasi berteduh sebelumnya, namun tak juga menjumpai kacamata tersayangnya.

"Alamaak, hilang Rp500 ribu," tukasnya mengingat harga kacamata yang baru dibeli dua bulan lalu itu.(anf)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari