Sabtu, 13 Juni 2026
- Advertisement -

Penyerangan Kantor Polsek Berawal dari Hoaks

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Aksi brutal dilakukan sekelompok orang tak dikenal. Dengan menaiki kendaraan bermotor, mereka menyerang Markas Kepolisian Sektor Ciracas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Sabtu (29/8) dini hari.

Selain merusak sejumlah fasilitas milik polisi dengan benda keras, massa juga dilaporkan melakukan pembakaran. Dikutip melalui informasi Kebakaran Jakarta Timur, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB. Sejumlah kendaraan dan gerobak pedagang di Jalan Raya Bogor juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Pangdam Jaya Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengungkap penye­bab penyerangan ke Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Usai diselidiki, kasus ini terjadi karena seorang anggota TNI, Prada MI diduga telah menyebar berita bohong atau hoax.

Baca Juga:  Ada 1.841 Kasus Pidana Sepanjang 2020, Ini Pesan Kapolresta Pekanbaru

Dudung mengatakan, Prada MI menyebarkan informasi di grup WhatsApp angkatan­nya, mengaku menjadi korban pengeroyokan dan masuk rumah sakit. Padahal faktanya Prada MI mengalami kecelakaan motor tunggal.

“Informasi yang diberikan oleh Prada MI kepada rekan-rekannya adalah informasi uang salah sehingga diterimanya kawan-kawannya ini menjadi perasaan yang terlalu berlebihan,” kata Dudung dalam wawancara langsung dengan salah satu televisi swasta, Sabtu (29/8). “Jiwa korsa yang terlalu berlebihan, tidak terkendali, tidak menerima informasi yang akurat sehingga dia melakukan tindakan-tindakan anarkis,” imbuhnya.

Fakta bahwa Prada MI mengalami kecelakaan tunggal dikuatkan dengan keterangan 9 orang saksi serta rekaman CCTV. Sebelum melakukan aksi anarkis, para pelaku sempat ditenangkan oleh Dandim 0505 Jakarta Timur dan diberi penjelasan perkara yang terjadi. “Kejadian tersebut sudah kita amankan melalui Dandim, diberikan pengarahan bahwa kejadian tersebut yg sebenarya adalah kecelakaan tunggal,” imbuh Dudung.

Baca Juga:  Kasus Anggaran Perjalanan Dinas, Sekwan DPRD Pekanbaru Dipanggil Jaksa

Kendati demikian, hal itu tidak dihiraukan oleh para pelaku. Sekitar 100 orang kemudian beraksi anarkis hingga berujung pengerusakan di Polsek Ciracas. “Memang dari hasil investigasi untuk sementara dari HP yang bersnagkutan (Prada MI) menyampaikan di grup angkatan 2017 dari Tamtama menyampaikan yang bersangkutan itu adalah dikeroyok bukan kecelakaan tunggal,” ujar Dudung.

Saat ini 6 orang anggot TNI sudah diamankan oleh Pusat Polisi Militer (POM). Mereka diduga yang menerima langsung pesan singkat dari Prada MI hingga terjadi provokasi.(jpg)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Aksi brutal dilakukan sekelompok orang tak dikenal. Dengan menaiki kendaraan bermotor, mereka menyerang Markas Kepolisian Sektor Ciracas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Sabtu (29/8) dini hari.

Selain merusak sejumlah fasilitas milik polisi dengan benda keras, massa juga dilaporkan melakukan pembakaran. Dikutip melalui informasi Kebakaran Jakarta Timur, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB. Sejumlah kendaraan dan gerobak pedagang di Jalan Raya Bogor juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Pangdam Jaya Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengungkap penye­bab penyerangan ke Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Usai diselidiki, kasus ini terjadi karena seorang anggota TNI, Prada MI diduga telah menyebar berita bohong atau hoax.

Baca Juga:  Istrinya Dilirik, Pria Mabuk Aniaya Korban dengan Sajam di Pekanbaru

Dudung mengatakan, Prada MI menyebarkan informasi di grup WhatsApp angkatan­nya, mengaku menjadi korban pengeroyokan dan masuk rumah sakit. Padahal faktanya Prada MI mengalami kecelakaan motor tunggal.

“Informasi yang diberikan oleh Prada MI kepada rekan-rekannya adalah informasi uang salah sehingga diterimanya kawan-kawannya ini menjadi perasaan yang terlalu berlebihan,” kata Dudung dalam wawancara langsung dengan salah satu televisi swasta, Sabtu (29/8). “Jiwa korsa yang terlalu berlebihan, tidak terkendali, tidak menerima informasi yang akurat sehingga dia melakukan tindakan-tindakan anarkis,” imbuhnya.

- Advertisement -

Fakta bahwa Prada MI mengalami kecelakaan tunggal dikuatkan dengan keterangan 9 orang saksi serta rekaman CCTV. Sebelum melakukan aksi anarkis, para pelaku sempat ditenangkan oleh Dandim 0505 Jakarta Timur dan diberi penjelasan perkara yang terjadi. “Kejadian tersebut sudah kita amankan melalui Dandim, diberikan pengarahan bahwa kejadian tersebut yg sebenarya adalah kecelakaan tunggal,” imbuh Dudung.

Baca Juga:  Polda Bebaskan 21 Muda-mudi, Tujuh Diserahkan ke Orang Tua, 14 Ikut Rehab

Kendati demikian, hal itu tidak dihiraukan oleh para pelaku. Sekitar 100 orang kemudian beraksi anarkis hingga berujung pengerusakan di Polsek Ciracas. “Memang dari hasil investigasi untuk sementara dari HP yang bersnagkutan (Prada MI) menyampaikan di grup angkatan 2017 dari Tamtama menyampaikan yang bersangkutan itu adalah dikeroyok bukan kecelakaan tunggal,” ujar Dudung.

- Advertisement -

Saat ini 6 orang anggot TNI sudah diamankan oleh Pusat Polisi Militer (POM). Mereka diduga yang menerima langsung pesan singkat dari Prada MI hingga terjadi provokasi.(jpg)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Aksi brutal dilakukan sekelompok orang tak dikenal. Dengan menaiki kendaraan bermotor, mereka menyerang Markas Kepolisian Sektor Ciracas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Sabtu (29/8) dini hari.

Selain merusak sejumlah fasilitas milik polisi dengan benda keras, massa juga dilaporkan melakukan pembakaran. Dikutip melalui informasi Kebakaran Jakarta Timur, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB. Sejumlah kendaraan dan gerobak pedagang di Jalan Raya Bogor juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Pangdam Jaya Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengungkap penye­bab penyerangan ke Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Usai diselidiki, kasus ini terjadi karena seorang anggota TNI, Prada MI diduga telah menyebar berita bohong atau hoax.

Baca Juga:  Perampas Sepeda Motor Mengaku Polisi Diringkus Polsek Bukit Raya Pekanbaru

Dudung mengatakan, Prada MI menyebarkan informasi di grup WhatsApp angkatan­nya, mengaku menjadi korban pengeroyokan dan masuk rumah sakit. Padahal faktanya Prada MI mengalami kecelakaan motor tunggal.

“Informasi yang diberikan oleh Prada MI kepada rekan-rekannya adalah informasi uang salah sehingga diterimanya kawan-kawannya ini menjadi perasaan yang terlalu berlebihan,” kata Dudung dalam wawancara langsung dengan salah satu televisi swasta, Sabtu (29/8). “Jiwa korsa yang terlalu berlebihan, tidak terkendali, tidak menerima informasi yang akurat sehingga dia melakukan tindakan-tindakan anarkis,” imbuhnya.

Fakta bahwa Prada MI mengalami kecelakaan tunggal dikuatkan dengan keterangan 9 orang saksi serta rekaman CCTV. Sebelum melakukan aksi anarkis, para pelaku sempat ditenangkan oleh Dandim 0505 Jakarta Timur dan diberi penjelasan perkara yang terjadi. “Kejadian tersebut sudah kita amankan melalui Dandim, diberikan pengarahan bahwa kejadian tersebut yg sebenarya adalah kecelakaan tunggal,” imbuh Dudung.

Baca Juga:  Berdagang Nyambi Edarkan Sabu, Modus Pemuda di Rohil Ini Terungkap

Kendati demikian, hal itu tidak dihiraukan oleh para pelaku. Sekitar 100 orang kemudian beraksi anarkis hingga berujung pengerusakan di Polsek Ciracas. “Memang dari hasil investigasi untuk sementara dari HP yang bersnagkutan (Prada MI) menyampaikan di grup angkatan 2017 dari Tamtama menyampaikan yang bersangkutan itu adalah dikeroyok bukan kecelakaan tunggal,” ujar Dudung.

Saat ini 6 orang anggot TNI sudah diamankan oleh Pusat Polisi Militer (POM). Mereka diduga yang menerima langsung pesan singkat dari Prada MI hingga terjadi provokasi.(jpg)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari