Jumat, 8 Mei 2026
- Advertisement -

Pickup Bertanki Modifikasi Dipakai Timbun Solar, Dua Pelaku Dibekuk

SIAK (RIAUPOS.CO) – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Siak mengungkap kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis biosolar dengan mengamankan dua pelaku di wilayah Kecamatan Tualang.

Penindakan dilakukan di dua lokasi berbeda sebagai upaya menjaga distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran di tengah masyarakat.

Kapolres Siak AKBP Ade Irsyam Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Dr Raja Kosmos P menjelaskan, pelaku pertama berinisial SS (44) ditangkap pada Kamis (9/4/2026) di Jalan Lintas Perawang Km 9, Kecamatan Tualang.

Saat penangkapan, petugas menemukan sejumlah barang bukti, termasuk tangki mobil yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah besar.

Operasi kemudian berlanjut pada Rabu (15/4/2026) di Jalan Balak Km 11, Perawang Barat, Kecamatan Tualang. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan pelaku kedua berinisial IY (43).

Baca Juga:  KPW: Pemerintah Haus Berantas Terorisme Secara Menyeluruh

Dari hasil penyelidikan, kedua pelaku diketahui menjalankan aksi secara terorganisir dengan memanfaatkan sejumlah barcode MyPertamina untuk mengelabui sistem pembelian di SPBU.

Dengan cara tersebut, pelaku dapat melakukan pembelian biosolar secara berulang-ulang tanpa terdeteksi.

Untuk menunjang aksinya, para pelaku menggunakan mobil pick up yang telah dimodifikasi pada bagian tangki. Modifikasi ini memungkinkan kendaraan menampung BBM melebihi kapasitas normal.

Selain melanggar hukum, modifikasi tersebut juga dinilai berbahaya karena berpotensi menimbulkan risiko kebakaran.

BBM yang berhasil dikumpulkan kemudian dipindahkan ke ratusan jeriken berkapasitas 35 liter, sebelum dijual kembali dengan harga lebih tinggi demi keuntungan pribadi.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita berbagai barang bukti, di antaranya dua unit mobil pick up dengan tangki modifikasi, mesin pompa beserta selang, ratusan jeriken, sekitar 160 liter biosolar, barcode MyPertamina, serta uang tunai hasil penjualan.

Baca Juga:  Spesialis Pencuri HP Modus Congkel Jendela Kamar Ditangkap

Kasat Reskrim menegaskan bahwa kedua pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.

Menurutnya, penindakan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi hak masyarakat terhadap distribusi BBM bersubsidi.

“BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk dimanfaatkan demi keuntungan pribadi,” tegasnya.

Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Siak untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga memastikan akan terus memperketat pengawasan guna mencegah praktik serupa di wilayah tersebut.

SIAK (RIAUPOS.CO) – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Siak mengungkap kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis biosolar dengan mengamankan dua pelaku di wilayah Kecamatan Tualang.

Penindakan dilakukan di dua lokasi berbeda sebagai upaya menjaga distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran di tengah masyarakat.

Kapolres Siak AKBP Ade Irsyam Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Dr Raja Kosmos P menjelaskan, pelaku pertama berinisial SS (44) ditangkap pada Kamis (9/4/2026) di Jalan Lintas Perawang Km 9, Kecamatan Tualang.

Saat penangkapan, petugas menemukan sejumlah barang bukti, termasuk tangki mobil yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah besar.

Operasi kemudian berlanjut pada Rabu (15/4/2026) di Jalan Balak Km 11, Perawang Barat, Kecamatan Tualang. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan pelaku kedua berinisial IY (43).

- Advertisement -
Baca Juga:  Diduga Nyambi Edarkan Sabu, Petani di Rohil Diamankan Polisi

Dari hasil penyelidikan, kedua pelaku diketahui menjalankan aksi secara terorganisir dengan memanfaatkan sejumlah barcode MyPertamina untuk mengelabui sistem pembelian di SPBU.

Dengan cara tersebut, pelaku dapat melakukan pembelian biosolar secara berulang-ulang tanpa terdeteksi.

- Advertisement -

Untuk menunjang aksinya, para pelaku menggunakan mobil pick up yang telah dimodifikasi pada bagian tangki. Modifikasi ini memungkinkan kendaraan menampung BBM melebihi kapasitas normal.

Selain melanggar hukum, modifikasi tersebut juga dinilai berbahaya karena berpotensi menimbulkan risiko kebakaran.

BBM yang berhasil dikumpulkan kemudian dipindahkan ke ratusan jeriken berkapasitas 35 liter, sebelum dijual kembali dengan harga lebih tinggi demi keuntungan pribadi.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita berbagai barang bukti, di antaranya dua unit mobil pick up dengan tangki modifikasi, mesin pompa beserta selang, ratusan jeriken, sekitar 160 liter biosolar, barcode MyPertamina, serta uang tunai hasil penjualan.

Baca Juga:  LAMR Pekanbaru & Menag Serukan Aspirasi Damai, Tolak Anarkisme

Kasat Reskrim menegaskan bahwa kedua pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.

Menurutnya, penindakan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi hak masyarakat terhadap distribusi BBM bersubsidi.

“BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk dimanfaatkan demi keuntungan pribadi,” tegasnya.

Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Siak untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga memastikan akan terus memperketat pengawasan guna mencegah praktik serupa di wilayah tersebut.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK (RIAUPOS.CO) – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Siak mengungkap kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis biosolar dengan mengamankan dua pelaku di wilayah Kecamatan Tualang.

Penindakan dilakukan di dua lokasi berbeda sebagai upaya menjaga distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran di tengah masyarakat.

Kapolres Siak AKBP Ade Irsyam Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Dr Raja Kosmos P menjelaskan, pelaku pertama berinisial SS (44) ditangkap pada Kamis (9/4/2026) di Jalan Lintas Perawang Km 9, Kecamatan Tualang.

Saat penangkapan, petugas menemukan sejumlah barang bukti, termasuk tangki mobil yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah besar.

Operasi kemudian berlanjut pada Rabu (15/4/2026) di Jalan Balak Km 11, Perawang Barat, Kecamatan Tualang. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan pelaku kedua berinisial IY (43).

Baca Juga:  PSU TPS 005 Disetujui KPU Kepulauan Meranti

Dari hasil penyelidikan, kedua pelaku diketahui menjalankan aksi secara terorganisir dengan memanfaatkan sejumlah barcode MyPertamina untuk mengelabui sistem pembelian di SPBU.

Dengan cara tersebut, pelaku dapat melakukan pembelian biosolar secara berulang-ulang tanpa terdeteksi.

Untuk menunjang aksinya, para pelaku menggunakan mobil pick up yang telah dimodifikasi pada bagian tangki. Modifikasi ini memungkinkan kendaraan menampung BBM melebihi kapasitas normal.

Selain melanggar hukum, modifikasi tersebut juga dinilai berbahaya karena berpotensi menimbulkan risiko kebakaran.

BBM yang berhasil dikumpulkan kemudian dipindahkan ke ratusan jeriken berkapasitas 35 liter, sebelum dijual kembali dengan harga lebih tinggi demi keuntungan pribadi.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita berbagai barang bukti, di antaranya dua unit mobil pick up dengan tangki modifikasi, mesin pompa beserta selang, ratusan jeriken, sekitar 160 liter biosolar, barcode MyPertamina, serta uang tunai hasil penjualan.

Baca Juga:  Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Kasat Reskrim menegaskan bahwa kedua pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.

Menurutnya, penindakan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi hak masyarakat terhadap distribusi BBM bersubsidi.

“BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk dimanfaatkan demi keuntungan pribadi,” tegasnya.

Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Siak untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga memastikan akan terus memperketat pengawasan guna mencegah praktik serupa di wilayah tersebut.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari