Jumat, 4 September 2026
- Advertisement -

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Jumlah korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT Sinas Belilas Perkasa (SBP) yang harus dirujuk ke Pekanbaru kembali bertambah. Setelah sebelumnya dua korban menjalani perawatan di rumah sakit di Pekanbaru, kini satu korban lainnya juga harus mendapatkan penanganan medis lanjutan akibat luka tembak yang dideritanya.

Sementara itu, hingga Rabu (3/6/2026), enam orang terlapor yang diduga terlibat dalam penyerangan menggunakan air gun, senapan, dan senjata tajam terhadap para pekerja PT SBP masih belum berhasil diamankan aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polres Indragiri Hulu (Inhu) pada Senin (1/6/2026). Lokasi kejadian berada di titik koordinat 0.4643706,102.5424151, Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, yang disebut berada dalam area Hak Guna Usaha (HGU) Nomor 1 Tahun 2007 milik PT SBP.

Manager Humas PT SBP, Abdur Rahman Manurung, mengatakan korban bernama Leo Saputra terpaksa dirujuk dari rumah sakit di Belilas ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga:  Awal 2026, Sekda Inhu Temukan 28 PPPK Absen Tanpa Keterangan

“Setelah dua orang korban, kini korban atas nama Leo Saputra harus dirujuk dari rumah sakit di Belilas ke Pekanbaru. Korban sebelumnya mengalami dua luka tembak pada punggung,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, proses rujukan dilakukan karena korban membutuhkan perawatan yang lebih intensif atas luka tembak yang dialaminya. Sementara dua korban lainnya yang lebih dulu dirujuk ke Pekanbaru hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

Terkait perkembangan kasus, Abdur Rahman membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada terlapor yang berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.

“Belum ada perkembangan terbaru, pihak kepolisian masih mengejar para terlapor,” ungkapnya.

Ia menyebut kondisi tersebut membuat pihak keluarga korban merasa kecewa dan terpukul. Bahkan, keluarga korban sempat meminta perusahaan untuk melakukan penjemputan secara mandiri terhadap para terlapor yang diduga sebagai pelaku penyerangan dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Baca Juga:  Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Kebun DP

Menurutnya, keluarga korban dan sejumlah masyarakat mengaku mengenali identitas para terlapor serta mengetahui lokasi tempat tinggal mereka.

Namun permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh perusahaan karena proses penanganan perkara telah dilaporkan secara resmi dan menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

“Agar tidak terjadi aksi dari pihak keluarga yang tidak diinginkan, kami kembali berharap agar pihak kepolisian dapat menangkap pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra SH SIK MSi melalui Kasi Humas Aiptu Misran SH mengatakan tim kepolisian masih berada di lapangan untuk melakukan pengejaran terhadap para terlapor.

“Tim masih melakukan pengejaran dan masih berada di lapangan,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau para terlapor agar segera menyerahkan diri guna mempermudah proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami akan terus melakukan pengejaran, sebaiknya menyerahkan diri,” tutup Misran.(kas)

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Jumlah korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT Sinas Belilas Perkasa (SBP) yang harus dirujuk ke Pekanbaru kembali bertambah. Setelah sebelumnya dua korban menjalani perawatan di rumah sakit di Pekanbaru, kini satu korban lainnya juga harus mendapatkan penanganan medis lanjutan akibat luka tembak yang dideritanya.

Sementara itu, hingga Rabu (3/6/2026), enam orang terlapor yang diduga terlibat dalam penyerangan menggunakan air gun, senapan, dan senjata tajam terhadap para pekerja PT SBP masih belum berhasil diamankan aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polres Indragiri Hulu (Inhu) pada Senin (1/6/2026). Lokasi kejadian berada di titik koordinat 0.4643706,102.5424151, Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, yang disebut berada dalam area Hak Guna Usaha (HGU) Nomor 1 Tahun 2007 milik PT SBP.

Manager Humas PT SBP, Abdur Rahman Manurung, mengatakan korban bernama Leo Saputra terpaksa dirujuk dari rumah sakit di Belilas ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga:  PLN UP3 Rengat Aktifkan Seluruh Trafo

“Setelah dua orang korban, kini korban atas nama Leo Saputra harus dirujuk dari rumah sakit di Belilas ke Pekanbaru. Korban sebelumnya mengalami dua luka tembak pada punggung,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

- Advertisement -

Menurutnya, proses rujukan dilakukan karena korban membutuhkan perawatan yang lebih intensif atas luka tembak yang dialaminya. Sementara dua korban lainnya yang lebih dulu dirujuk ke Pekanbaru hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

Terkait perkembangan kasus, Abdur Rahman membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada terlapor yang berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.

- Advertisement -

“Belum ada perkembangan terbaru, pihak kepolisian masih mengejar para terlapor,” ungkapnya.

Ia menyebut kondisi tersebut membuat pihak keluarga korban merasa kecewa dan terpukul. Bahkan, keluarga korban sempat meminta perusahaan untuk melakukan penjemputan secara mandiri terhadap para terlapor yang diduga sebagai pelaku penyerangan dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Baca Juga:  Luapan Sungai Cenaku Rendam Jalan Lintas Selatan 

Menurutnya, keluarga korban dan sejumlah masyarakat mengaku mengenali identitas para terlapor serta mengetahui lokasi tempat tinggal mereka.

Namun permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh perusahaan karena proses penanganan perkara telah dilaporkan secara resmi dan menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

“Agar tidak terjadi aksi dari pihak keluarga yang tidak diinginkan, kami kembali berharap agar pihak kepolisian dapat menangkap pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra SH SIK MSi melalui Kasi Humas Aiptu Misran SH mengatakan tim kepolisian masih berada di lapangan untuk melakukan pengejaran terhadap para terlapor.

“Tim masih melakukan pengejaran dan masih berada di lapangan,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau para terlapor agar segera menyerahkan diri guna mempermudah proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami akan terus melakukan pengejaran, sebaiknya menyerahkan diri,” tutup Misran.(kas)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Jumlah korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT Sinas Belilas Perkasa (SBP) yang harus dirujuk ke Pekanbaru kembali bertambah. Setelah sebelumnya dua korban menjalani perawatan di rumah sakit di Pekanbaru, kini satu korban lainnya juga harus mendapatkan penanganan medis lanjutan akibat luka tembak yang dideritanya.

Sementara itu, hingga Rabu (3/6/2026), enam orang terlapor yang diduga terlibat dalam penyerangan menggunakan air gun, senapan, dan senjata tajam terhadap para pekerja PT SBP masih belum berhasil diamankan aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polres Indragiri Hulu (Inhu) pada Senin (1/6/2026). Lokasi kejadian berada di titik koordinat 0.4643706,102.5424151, Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, yang disebut berada dalam area Hak Guna Usaha (HGU) Nomor 1 Tahun 2007 milik PT SBP.

Manager Humas PT SBP, Abdur Rahman Manurung, mengatakan korban bernama Leo Saputra terpaksa dirujuk dari rumah sakit di Belilas ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga:  Kabar Terbaru Gaji ke-13 ASN Inhu, Pencairan Tahap Awal Masuk Rekening Kamis

“Setelah dua orang korban, kini korban atas nama Leo Saputra harus dirujuk dari rumah sakit di Belilas ke Pekanbaru. Korban sebelumnya mengalami dua luka tembak pada punggung,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, proses rujukan dilakukan karena korban membutuhkan perawatan yang lebih intensif atas luka tembak yang dialaminya. Sementara dua korban lainnya yang lebih dulu dirujuk ke Pekanbaru hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

Terkait perkembangan kasus, Abdur Rahman membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada terlapor yang berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.

“Belum ada perkembangan terbaru, pihak kepolisian masih mengejar para terlapor,” ungkapnya.

Ia menyebut kondisi tersebut membuat pihak keluarga korban merasa kecewa dan terpukul. Bahkan, keluarga korban sempat meminta perusahaan untuk melakukan penjemputan secara mandiri terhadap para terlapor yang diduga sebagai pelaku penyerangan dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Baca Juga:  Mahasiswa ITB Indragiri Bikin Agroeduwisata, Pengunjung Bisa Petik Melon Langsung

Menurutnya, keluarga korban dan sejumlah masyarakat mengaku mengenali identitas para terlapor serta mengetahui lokasi tempat tinggal mereka.

Namun permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh perusahaan karena proses penanganan perkara telah dilaporkan secara resmi dan menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

“Agar tidak terjadi aksi dari pihak keluarga yang tidak diinginkan, kami kembali berharap agar pihak kepolisian dapat menangkap pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra SH SIK MSi melalui Kasi Humas Aiptu Misran SH mengatakan tim kepolisian masih berada di lapangan untuk melakukan pengejaran terhadap para terlapor.

“Tim masih melakukan pengejaran dan masih berada di lapangan,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau para terlapor agar segera menyerahkan diri guna mempermudah proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami akan terus melakukan pengejaran, sebaiknya menyerahkan diri,” tutup Misran.(kas)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari