Jumat, 5 Juni 2026
- Advertisement -

Karhutla Kembali Mengganas di Rupat, Dua Helikopter Water Bombing Diterjunkan

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) Kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung bersamaan dengan tidak turunnya hujan selama lebih dari dua pekan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Pulau Rupat. Kebakaran terpantau terjadi di lahan koridor hutan akasia liar yang berada di perbatasan PT SRL dan PT Priatama, Kelurahan Tanjung Kapal, Kamis (4/6) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Rupat AKP Faisal mengatakan, hingga Kamis malam petugas gabungan telah memasuki hari keempat dalam upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran. Untuk mendukung proses pemadaman, dua unit helikopter water bombing turut dikerahkan ke area terdampak.

“Sudah masuk hari keempat petugas gabungan berjibaku memadamkan api karhutla yang membakar lahan koridor hutan akasia di sana. Dua helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api,” ujar AKP Faisal, Kamis (4/6/2026) malam.

Menurutnya, luas area yang terbakar terus bertambah dan diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Lahan yang terdampak didominasi semak belukar, tanaman akasia, serta karet dengan karakteristik tanah gambut.

AKP Faisal menjelaskan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah hembusan angin kencang yang berubah arah secara tidak menentu sehingga membuat api sulit dikendalikan.

Selain itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kepemilikan lahan yang terbakar. Lokasi tersebut diketahui merupakan koridor pembatas antara PT Priatama dan PT SRL yang ditumbuhi hutan akasia liar.

Baca Juga:  Plt Bupati: Era Modern SDM Harus Unggul

Dalam kegiatan pendinginan dan pemadaman, sejumlah unsur terlibat, di antaranya Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, Kapolsek Rupat AKP Faisal, enam personel Polsek Rupat, lima personel Koramil 04/Rupat, tujuh personel BPBD Kecamatan Rupat, empat anggota MPA Kelurahan Tanjung Kapal, 15 personel PT Priatama, 30 personel PT SRL, 40 warga masyarakat, 10 personel Manggala Agni, serta tiga anggota regu pemadam PT MMJ.

Adapun peralatan yang digunakan dalam operasi pemadaman meliputi dua unit helikopter water bombing dari BPBD Riau, empat unit mesin Tohatsu, empat unit mesin ministrike, 20 rol selang milik perusahaan, empat unit mesin maxtree, dua unit mesin mini strike milik Manggala Agni, serta satu unit alat berat excavator milik PT Priatama Rupat.

AKP Faisal juga mengungkapkan, berdasarkan pemantauan pada aplikasi DLK HS, terdapat delapan hotspot dengan status medium atau kuning. Seluruh titik panas tersebut telah diverifikasi dan sedang ditangani petugas melalui proses pemadaman maupun pendinginan.

“Saat ini di aplikasi DLK HS yang terpantau ada 8 hotspot dengan status medium kuning. Adapun semua HS tersebut sudah terverifikasi dan sedang dilakukan pemadaman dan pendinginan oleh petugas di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga:  E-Ticketing Diterapkan, Tarif Penyeberangan Ro-Ro Bengkalis Bakal Naik 17 Persen

Untuk kondisi terkini, sebagian area yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, sejumlah titik masih mengeluarkan asap sehingga proses pendinginan terus dilakukan guna mencegah api kembali menyala.

Ia menambahkan, upaya pemadaman juga mendapat dukungan helikopter water bombing dari BNPB Provinsi Riau.

Di lapangan, petugas juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber air. Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari kanal milik PT Priatama yang menjadi sumber air terdekat, sehingga tim harus berupaya mencari titik pengambilan air yang paling memungkinkan untuk mendukung proses pemadaman.

Kapolsek Rupat menegaskan, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah desa, serta instansi terkait terus dilakukan untuk mendukung langkah mitigasi, pemadaman, dan pendinginan. Kondisi cuaca panas, angin kencang yang berubah arah, serta tidak adanya hujan selama sekitar 16 hari menjadi faktor yang memperberat penanganan di lapangan.

“Pada saat proses pendinginan tidak terdapat korban jiwa dan semua petugas gabungan dalam kondisi baik. Semua kebakaran ini dapat diatasi oleh petugas gabungan yang jumlahnya cukup banyak,” pungkasnya.(ksm)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) Kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung bersamaan dengan tidak turunnya hujan selama lebih dari dua pekan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Pulau Rupat. Kebakaran terpantau terjadi di lahan koridor hutan akasia liar yang berada di perbatasan PT SRL dan PT Priatama, Kelurahan Tanjung Kapal, Kamis (4/6) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Rupat AKP Faisal mengatakan, hingga Kamis malam petugas gabungan telah memasuki hari keempat dalam upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran. Untuk mendukung proses pemadaman, dua unit helikopter water bombing turut dikerahkan ke area terdampak.

“Sudah masuk hari keempat petugas gabungan berjibaku memadamkan api karhutla yang membakar lahan koridor hutan akasia di sana. Dua helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api,” ujar AKP Faisal, Kamis (4/6/2026) malam.

Menurutnya, luas area yang terbakar terus bertambah dan diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Lahan yang terdampak didominasi semak belukar, tanaman akasia, serta karet dengan karakteristik tanah gambut.

AKP Faisal menjelaskan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah hembusan angin kencang yang berubah arah secara tidak menentu sehingga membuat api sulit dikendalikan.

- Advertisement -

Selain itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kepemilikan lahan yang terbakar. Lokasi tersebut diketahui merupakan koridor pembatas antara PT Priatama dan PT SRL yang ditumbuhi hutan akasia liar.

Baca Juga:  Warga Rupat Geruduk PT Priatama Riau, Tuntut 20 Persen Kebun Plasma dari Lahan HGU

Dalam kegiatan pendinginan dan pemadaman, sejumlah unsur terlibat, di antaranya Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, Kapolsek Rupat AKP Faisal, enam personel Polsek Rupat, lima personel Koramil 04/Rupat, tujuh personel BPBD Kecamatan Rupat, empat anggota MPA Kelurahan Tanjung Kapal, 15 personel PT Priatama, 30 personel PT SRL, 40 warga masyarakat, 10 personel Manggala Agni, serta tiga anggota regu pemadam PT MMJ.

- Advertisement -

Adapun peralatan yang digunakan dalam operasi pemadaman meliputi dua unit helikopter water bombing dari BPBD Riau, empat unit mesin Tohatsu, empat unit mesin ministrike, 20 rol selang milik perusahaan, empat unit mesin maxtree, dua unit mesin mini strike milik Manggala Agni, serta satu unit alat berat excavator milik PT Priatama Rupat.

AKP Faisal juga mengungkapkan, berdasarkan pemantauan pada aplikasi DLK HS, terdapat delapan hotspot dengan status medium atau kuning. Seluruh titik panas tersebut telah diverifikasi dan sedang ditangani petugas melalui proses pemadaman maupun pendinginan.

“Saat ini di aplikasi DLK HS yang terpantau ada 8 hotspot dengan status medium kuning. Adapun semua HS tersebut sudah terverifikasi dan sedang dilakukan pemadaman dan pendinginan oleh petugas di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga:  Karhutla Tinggal Proses Pendinginan

Untuk kondisi terkini, sebagian area yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, sejumlah titik masih mengeluarkan asap sehingga proses pendinginan terus dilakukan guna mencegah api kembali menyala.

Ia menambahkan, upaya pemadaman juga mendapat dukungan helikopter water bombing dari BNPB Provinsi Riau.

Di lapangan, petugas juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber air. Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari kanal milik PT Priatama yang menjadi sumber air terdekat, sehingga tim harus berupaya mencari titik pengambilan air yang paling memungkinkan untuk mendukung proses pemadaman.

Kapolsek Rupat menegaskan, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah desa, serta instansi terkait terus dilakukan untuk mendukung langkah mitigasi, pemadaman, dan pendinginan. Kondisi cuaca panas, angin kencang yang berubah arah, serta tidak adanya hujan selama sekitar 16 hari menjadi faktor yang memperberat penanganan di lapangan.

“Pada saat proses pendinginan tidak terdapat korban jiwa dan semua petugas gabungan dalam kondisi baik. Semua kebakaran ini dapat diatasi oleh petugas gabungan yang jumlahnya cukup banyak,” pungkasnya.(ksm)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) Kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung bersamaan dengan tidak turunnya hujan selama lebih dari dua pekan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Pulau Rupat. Kebakaran terpantau terjadi di lahan koridor hutan akasia liar yang berada di perbatasan PT SRL dan PT Priatama, Kelurahan Tanjung Kapal, Kamis (4/6) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Rupat AKP Faisal mengatakan, hingga Kamis malam petugas gabungan telah memasuki hari keempat dalam upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran. Untuk mendukung proses pemadaman, dua unit helikopter water bombing turut dikerahkan ke area terdampak.

“Sudah masuk hari keempat petugas gabungan berjibaku memadamkan api karhutla yang membakar lahan koridor hutan akasia di sana. Dua helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api,” ujar AKP Faisal, Kamis (4/6/2026) malam.

Menurutnya, luas area yang terbakar terus bertambah dan diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Lahan yang terdampak didominasi semak belukar, tanaman akasia, serta karet dengan karakteristik tanah gambut.

AKP Faisal menjelaskan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah hembusan angin kencang yang berubah arah secara tidak menentu sehingga membuat api sulit dikendalikan.

Selain itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kepemilikan lahan yang terbakar. Lokasi tersebut diketahui merupakan koridor pembatas antara PT Priatama dan PT SRL yang ditumbuhi hutan akasia liar.

Baca Juga:  Kapolres Bengkalis Ajak Wartawan Turut Majukan Daerah

Dalam kegiatan pendinginan dan pemadaman, sejumlah unsur terlibat, di antaranya Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, Kapolsek Rupat AKP Faisal, enam personel Polsek Rupat, lima personel Koramil 04/Rupat, tujuh personel BPBD Kecamatan Rupat, empat anggota MPA Kelurahan Tanjung Kapal, 15 personel PT Priatama, 30 personel PT SRL, 40 warga masyarakat, 10 personel Manggala Agni, serta tiga anggota regu pemadam PT MMJ.

Adapun peralatan yang digunakan dalam operasi pemadaman meliputi dua unit helikopter water bombing dari BPBD Riau, empat unit mesin Tohatsu, empat unit mesin ministrike, 20 rol selang milik perusahaan, empat unit mesin maxtree, dua unit mesin mini strike milik Manggala Agni, serta satu unit alat berat excavator milik PT Priatama Rupat.

AKP Faisal juga mengungkapkan, berdasarkan pemantauan pada aplikasi DLK HS, terdapat delapan hotspot dengan status medium atau kuning. Seluruh titik panas tersebut telah diverifikasi dan sedang ditangani petugas melalui proses pemadaman maupun pendinginan.

“Saat ini di aplikasi DLK HS yang terpantau ada 8 hotspot dengan status medium kuning. Adapun semua HS tersebut sudah terverifikasi dan sedang dilakukan pemadaman dan pendinginan oleh petugas di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemprov Riau Raih Bhumandala Awards Berkat Inovasi Pengendalian Karhutla

Untuk kondisi terkini, sebagian area yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, sejumlah titik masih mengeluarkan asap sehingga proses pendinginan terus dilakukan guna mencegah api kembali menyala.

Ia menambahkan, upaya pemadaman juga mendapat dukungan helikopter water bombing dari BNPB Provinsi Riau.

Di lapangan, petugas juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber air. Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari kanal milik PT Priatama yang menjadi sumber air terdekat, sehingga tim harus berupaya mencari titik pengambilan air yang paling memungkinkan untuk mendukung proses pemadaman.

Kapolsek Rupat menegaskan, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah desa, serta instansi terkait terus dilakukan untuk mendukung langkah mitigasi, pemadaman, dan pendinginan. Kondisi cuaca panas, angin kencang yang berubah arah, serta tidak adanya hujan selama sekitar 16 hari menjadi faktor yang memperberat penanganan di lapangan.

“Pada saat proses pendinginan tidak terdapat korban jiwa dan semua petugas gabungan dalam kondisi baik. Semua kebakaran ini dapat diatasi oleh petugas gabungan yang jumlahnya cukup banyak,” pungkasnya.(ksm)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari