Senin, 14 September 2026
- Advertisement -

Karhutla di Tapung Masuk Hari Keempat, 3 Hektare Lahan Gambut Terbakar

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, yang berbatasan dengan Jalan Uka, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, memasuki hari keempat. Hingga Ahad (13/9/2026) sore, api dilaporkan sudah padam, namun sejumlah titik masih mengeluarkan asap.

Kebakaran tersebut terjadi di lahan gambut dengan vegetasi berupa semak belukar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, petugas masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan api tidak kembali membesar.

“Luas lahan yang terbakar sekitar 3 hektare. Saat ini api sudah padam, namun masih terdapat asap di beberapa titik,” jelas Adi Candra Candra.

Penanganan dilakukan Tim Satgas Karhutla Kampar yang melibatkan BPBD, TNI, Polri dan Manggala Agni. Petugas melakukan pemadaman, pemblokiran serta pendinginan di area yang terdampak.

Baca Juga:  Tiga Orang Pembina Tingkat Kabupaten Penyaluran Pupuk Subsidi Diperiksa

Sebanyak 55 personel dikerahkan. Mereka terdiri dari 10 personel BPBD, 5 personel TNI, 30 personel Polri dan 10 personel Manggala Agni.

Sejumlah peralatan turut digunakan dalam penanganan tersebut, antara lain satu unit mobil BPBD, enam mobil polisi, satu unit alat berat Hitachi, satu mobil milik perusahaan, mesin pompa Honda GX 690, selang berbagai ukuran, nozzle, HT, Y connection, sepeda motor KLX milik BPBD, serta satu unit embung sebagai sumber air.

Adi menyebut kondisi angin yang berubah-ubah dan cukup kencang menjadi salah satu kendala petugas di lapangan. Situasi tersebut menyulitkan proses pemadaman maupun pendinginan.

“Tim terus melakukan pemadaman, pemblokiran dan pendinginan di lokasi untuk memastikan api tidak kembali menyala,” ujarnya.

Selain karhutla, BPBD Kampar mencatat satu titik hotspot di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung. Titik panas tersebut terdeteksi berdasarkan sumber NASA-NOAA20 dengan tingkat kepercayaan kategori medium.

Baca Juga:  Titik Buka Tutup Jalintim Diperpendek

Pada Ahad sore, kualitas udara di Kabupaten Kampar juga berada dalam kategori tidak sehat. Data Air Quality Monitoring System (AQMS) atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pukul 17.30 WIB menunjukkan nilai ISPU 168 dengan parameter kritis PM2,5.

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Kondisi cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.

Sementara itu, berdasarkan pembaruan data Sabtu (12/9/2026) pukul 13.00 WIB, elevasi Waduk PLTA Koto Panjang tercatat 75,07 meter di atas permukaan laut (mdpl). Inflow waduk dan outflow turbin masing-masing berada pada 64,50 meter kubik per detik. (kom)

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, yang berbatasan dengan Jalan Uka, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, memasuki hari keempat. Hingga Ahad (13/9/2026) sore, api dilaporkan sudah padam, namun sejumlah titik masih mengeluarkan asap.

Kebakaran tersebut terjadi di lahan gambut dengan vegetasi berupa semak belukar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, petugas masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan api tidak kembali membesar.

“Luas lahan yang terbakar sekitar 3 hektare. Saat ini api sudah padam, namun masih terdapat asap di beberapa titik,” jelas Adi Candra Candra.

Penanganan dilakukan Tim Satgas Karhutla Kampar yang melibatkan BPBD, TNI, Polri dan Manggala Agni. Petugas melakukan pemadaman, pemblokiran serta pendinginan di area yang terdampak.

- Advertisement -
Baca Juga:  Titik Buka Tutup Jalintim Diperpendek

Sebanyak 55 personel dikerahkan. Mereka terdiri dari 10 personel BPBD, 5 personel TNI, 30 personel Polri dan 10 personel Manggala Agni.

Sejumlah peralatan turut digunakan dalam penanganan tersebut, antara lain satu unit mobil BPBD, enam mobil polisi, satu unit alat berat Hitachi, satu mobil milik perusahaan, mesin pompa Honda GX 690, selang berbagai ukuran, nozzle, HT, Y connection, sepeda motor KLX milik BPBD, serta satu unit embung sebagai sumber air.

- Advertisement -

Adi menyebut kondisi angin yang berubah-ubah dan cukup kencang menjadi salah satu kendala petugas di lapangan. Situasi tersebut menyulitkan proses pemadaman maupun pendinginan.

“Tim terus melakukan pemadaman, pemblokiran dan pendinginan di lokasi untuk memastikan api tidak kembali menyala,” ujarnya.

Selain karhutla, BPBD Kampar mencatat satu titik hotspot di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung. Titik panas tersebut terdeteksi berdasarkan sumber NASA-NOAA20 dengan tingkat kepercayaan kategori medium.

Baca Juga:  Dua Pintu Waduk PLTA Koto Panjang Masih Dibuka, Warga Sepanjang Sungai Kampar Diminta Waspada

Pada Ahad sore, kualitas udara di Kabupaten Kampar juga berada dalam kategori tidak sehat. Data Air Quality Monitoring System (AQMS) atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pukul 17.30 WIB menunjukkan nilai ISPU 168 dengan parameter kritis PM2,5.

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Kondisi cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.

Sementara itu, berdasarkan pembaruan data Sabtu (12/9/2026) pukul 13.00 WIB, elevasi Waduk PLTA Koto Panjang tercatat 75,07 meter di atas permukaan laut (mdpl). Inflow waduk dan outflow turbin masing-masing berada pada 64,50 meter kubik per detik. (kom)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, yang berbatasan dengan Jalan Uka, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, memasuki hari keempat. Hingga Ahad (13/9/2026) sore, api dilaporkan sudah padam, namun sejumlah titik masih mengeluarkan asap.

Kebakaran tersebut terjadi di lahan gambut dengan vegetasi berupa semak belukar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, petugas masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan api tidak kembali membesar.

“Luas lahan yang terbakar sekitar 3 hektare. Saat ini api sudah padam, namun masih terdapat asap di beberapa titik,” jelas Adi Candra Candra.

Penanganan dilakukan Tim Satgas Karhutla Kampar yang melibatkan BPBD, TNI, Polri dan Manggala Agni. Petugas melakukan pemadaman, pemblokiran serta pendinginan di area yang terdampak.

Baca Juga:  Perbaikan Jalintim Pelalawan Segera Dilelang, Anggaran Capai Rp1 Triliun

Sebanyak 55 personel dikerahkan. Mereka terdiri dari 10 personel BPBD, 5 personel TNI, 30 personel Polri dan 10 personel Manggala Agni.

Sejumlah peralatan turut digunakan dalam penanganan tersebut, antara lain satu unit mobil BPBD, enam mobil polisi, satu unit alat berat Hitachi, satu mobil milik perusahaan, mesin pompa Honda GX 690, selang berbagai ukuran, nozzle, HT, Y connection, sepeda motor KLX milik BPBD, serta satu unit embung sebagai sumber air.

Adi menyebut kondisi angin yang berubah-ubah dan cukup kencang menjadi salah satu kendala petugas di lapangan. Situasi tersebut menyulitkan proses pemadaman maupun pendinginan.

“Tim terus melakukan pemadaman, pemblokiran dan pendinginan di lokasi untuk memastikan api tidak kembali menyala,” ujarnya.

Selain karhutla, BPBD Kampar mencatat satu titik hotspot di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung. Titik panas tersebut terdeteksi berdasarkan sumber NASA-NOAA20 dengan tingkat kepercayaan kategori medium.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi di RSUD Bangkinang, Kejati Periksa Tersangka di Rutan

Pada Ahad sore, kualitas udara di Kabupaten Kampar juga berada dalam kategori tidak sehat. Data Air Quality Monitoring System (AQMS) atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pukul 17.30 WIB menunjukkan nilai ISPU 168 dengan parameter kritis PM2,5.

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Kondisi cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.

Sementara itu, berdasarkan pembaruan data Sabtu (12/9/2026) pukul 13.00 WIB, elevasi Waduk PLTA Koto Panjang tercatat 75,07 meter di atas permukaan laut (mdpl). Inflow waduk dan outflow turbin masing-masing berada pada 64,50 meter kubik per detik. (kom)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari