PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Kota Pekanbaru kembali berlangsung secara tatap muka terbatas, Kamis (10/9). Kebijakan ini diterapkan setelah sebelumnya sekolah menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring akibat kualitas udara yang tidak sehat karena kabut asap karhutla.
Dalam pelaksanaan PTM terbatas, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mewajibkan seluruh warga sekolah menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Aktivitas di luar ruangan juga dibatasi dan kegiatan belajar lebih banyak dilakukan di dalam kelas.
”Seluruh warga sekolah wajib menggunakan masker. Kemudian kegiatan lebih banyak dilakukan di dalam kelas dan aktivitas di luar ruangan dibatasi,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal, Kamis (10/9).
Pantauan Riau Pos di SDN 48 Pekanbaru Jalan Tengku Bey Kecamatan Bukitraya, SDN 191 Pekanbaru Jalan Purwodadi Kecamatan Tuah Madani, SMP Negeri 22 Pekanbaru Jalan Sidodadi Kecamatan Bukitraya, dan SMP Negeri 42 Pekanbaru di Kecamatan Tuah Madani, menunjukkan kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasanya.
Para siswa mengikuti pelajaran di dalam kelas dengan tetap mengenakan masker.
Bagi sebagian siswa, kembali ke sekolah menjadi hal yang menyenangkan karena bisa bertemu teman. Aisyabilla Putri, murid SDN 48 Pekanbaru, mengaku lebih senang belajar di sekolah dibandingkan harus berada di rumah.
”Senang bisa sekolah lagi. Kalau di rumah sekolahnya bosan, tidak ada teman. Tidak boleh keluar rumah juga karena udara Pekanbaru masih banyak asap. Semoga tidak ada lagi asap di Pekanbaru agar kami bisa tetap sekolah dan bertemu dengan teman-teman,” katanya.
Ari, murid SDN 191 Pekanbaru, mengatakan masker tetap digunakan selama mengikuti pembelajaran.
”Tadi pagi waktu belajar pakai masker, supaya tidak menghirup asap dan napas tetap sehat,” ungkapnya.
Namun, sebagian siswa memilih melepas masker setelah meninggalkan sekolah. Iman, murid lainnya, mengatakan dirinya tetap menggunakan masker saat pagi dan selama berada di kelas.
”Mau pulang sekolah dilepas saja maskernya. Tadi pagi dan di dalam kelas pakai masker,” ujar Iman.
Kondisi serupa terlihat di SMPN 42 Pekanbaru. Para pelajar datang menggunakan masker dan tetap memakainya ketika mengikuti pembelajaran di kelas.
Meski begitu, menggunakan masker selama belajar membuat sebagian siswa merasa kurang nyaman. Darma, pelajar SMPN 42 Pekanbaru, mengaku napasnya terasa kurang leluasa.
”Pakai masker sedikit kurang nyaman. Belajar di ruang kelas jadi bernapas kurang leluasa,” kata Darma.
Para pelajar tetap mengikuti pembelajaran sembari berharap kabut asap segera berakhir. ”Semoga asap cepat hilang,” ujar Yuninda, pelajar lainnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 22 Pekanbaru Murita SPd mengatakan, PTM terbatas tidak mengubah jam masuk dan pulang siswa. Namun, aktivitas di luar kelas dibatasi.
”Kalau jam pulang masuk masih sama. Hanya saja selama PTM terbatas ini kami mengajak pelajar untuk menghabiskan waktu di dalam ruangan dengan mengganti pembelajaran dari sebelumnya olahraga bersama kini menjadi mengaji bersama di dalam kelas. Kalau untuk jam pulang tentu kami melihat kondisi di lapangan. Jika kondisi cuaca cukup pekat dengan kabut maka kami akan berkoordinasi dengan dinas agar mengulang anak dengan cepat. Tapi hari ini (Kamis, red) semuanya masih sama hanya aktifitas diluar ruangan saja yang dibatasi,” katanya.
Ia berharap kabut asap segera berakhir sehingga siswa dapat menyerap materi pelajaran secara maksimal, terlebih dalam beberapa bulan mendatang mereka akan menjalani ujian tengah semester ganjil.
”Tentunya kami berharap kabut asap ini segera berakhir, dan anak-anak bisa maksimal menerima materi pelajaran karena sebentar lagi kita akan menjalani ujian tengah semester,” tuturnya.(ayi/ilo/yls)

