Sabtu, 2 Maret 2024

Titik Buka Tutup Jalintim Diperpendek

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Tinggi air yang merendam Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan masih berada di angka 35 sentimeter (cm). Arus lalu lintas perlahan mulai lancar karena titik antrean kendaraan melalui pola buka tutup jalan diperpendek.Sebelumnya antrean kendaraan dipusatkan dari Km 76-83. Saat ini, titik lokasi pembukaan jalan satu jalur tersebut telah dimajukan di Km 81-83. Dan kondisi ini sangat membantu kelancaran moda transportasi di jalan nasional ini.

“Antrean panjang kendaraan sudah mulai dapat diurai. Saat ini antrean kendaraan bermotor hanya tinggal 1 kilometer hingga 2 kilometer setelah titik lokasi buka tutup jalan diperpendek dan dimajukan ke Km 81-82 yang saat ini bisa dikatakan telah mengalami penyurutan total,” ujar Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto SH SIK didampingi Kasatlantas AKP Akira Ceria SIK MM, Selasa (30/1).

Dengan adanya penyurutan tersebut, saat ini petugas mengizinkan kendaraan roda dua melintasi jalan nasional tersebut. “Alhamdulillah, secara perlahan tinggi genangan air yang merendam badan jalintim, mulai berangsur menyurut,’’ ujarnya.

‘’Saat ini, hanya tinggal satu titik badan Jalintim yang direndam banjir yakni Km 83. Jadi, kami telah mengizinkan sepeda motor atau kendaraan roda dua, khususnya berbodi tinggi atau knalpot di atas untuk melintas. Seperti sepeda motor trail KLX,” tambahnya.

Untuk itu, sambung Kapolres, pihaknya terus berharap agar para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan dapat tetap bersabar dan tidak menerobos serta dapat mengikuti arahan petugas gabungan dilapangan. “Kami juga berharap banjir di jalintim ini dapat segera surut total shingga aktivitas arus lalu lintas dapat kembali berjalan dengan normal,” ujarnya.

- Advertisement -

Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan mengatakan, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk mewaspadai banjir susulan.

Pasalnya, pintu pelimpahan air Waduk PLTA Koto Panjang Kabupaten Kampar kembali dibuka Selasa (30/1) kemarin sehingga tinggi permukaan air diprediksi akan kembali naik. Untuk itu, lanjut Zulfan, pihaknya akan terus intens melakukan pemantauan debit air sungai Kampar sehingga jika kondisi banjir kian mengkhawatirkan, maka upaya evakuasi warga akan kembali dilakukan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kendaraan Roda Dua Diizinkan Melintasi Jalintim

Bantuan Korban Banjir dari Pusat Mengucur

Pemerintah pusat mengirimkan bantuan makanan siap saji, perlengkapan tidur, dan sarana pendukung lainnya ke Provinsi Riau. Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban para korban banjir di Riau.

“Alhamdulillah untuk membantu korban banjir kita mendapat bantuan makanan siap saji dari pusat sebanyak 3.800 paket. Kemudian tenda gulung sebanyak 290 lembar, kasur merah 245 lembar, dan family kit 150 paket,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dissos) Provinsi Riau Zulfadli, Selasa (30/1).

Zulfadli menambahkan, pemerintah pusat melalui dana APBN juga mengirimkan bantuan peralatan dapur umum keluarga sebanyak 60 paket. “Bantuan itu untuk lima daerah di Riau yang terdampak banjir, yakni Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, dan Pelalawan,” sebut mantan Kepala Dinas Perkebunan Riau ini.

Selain melalui Dinas Sosial Riau, bantuan dari pemerintah pusat juga ada yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau. Di mana pemerintah pusat mengirimkan bantuan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil korban banjir di Riau.

“Alhamdulillah bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sudah datang dan sudah kita terima dari Kemenkes. Bahkan sebagian bantuan tersebut sudah kami salurkan ke daerah terdampak banjir,” ujar Kepala Diskes Riau, Sri Sadono Mulyanto.

Pria yang akrab disapa dokter Ibeng ini mengatakan, usulan bantuan makanan tambahan itu lantaran kabupaten dan kota terdampak banjir meminta bantuan PMT untuk balita dan ibu hamil. Ibeng menjelaskan, itu sudah didistribusikan ke daerah terdampak banjir, seperti Kabupaten Kampar, Pelalawan, dan terakhir di Rokan Hilir.

“PMT balita dan ibu hamil itu seperti biskuit susu. Untuk jumlah bantuan yang kita terima saya tidak ingat datanya. Yang jelas usulan kita sudah direspons Kemenkes karena ketersediaan di pusat masih ada,” sebut Ibeng.

Untuk diketahui, hingga saat ini jumlah pengungsi akibat banjir di Riau sebanyak 4.706 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa yang mengungsi sebanyak 17.733 jiwa. Sementara untuk rumah yang terdampak banjir sebanyak 56.520 unit, fasilitas kesehatan 22 unit, fasilitas pendidikan sebanyak 109 unit, dan 134 titik fasilitas umum.

Baca Juga:  Lalu Lintas Jalintim Masih Padat Merayap

Digerus Banjir, Akses Jalan Alami Kerusakan

Sementara itu, banjir berkepanjangan di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan. Salah satunya terdapat kerusakan jalan di wilayah Kepenghuluan Air Hitam, Kecamatan Pujud.

Jalan lintas di kepenghuluan ini sekitar 11 kilometer terdapat kerusakan yang disebabkan digerus air secara terus menerus dalam tiga bulan terakhir.

“Dari pantauan di lapangan diketahui terdapat kerusakan sejumlah akses jalan, seperti di Kepenghuluan Air Hitam-Babussalam Rokan, Pujud lebih kurang 11 kilometer, begitu juga si Siarang-Arang dua kilometer,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Rohil Hari Dharma Putra didampingi Sekretaris Edo Rendra melalui Fungsional Penata Penanggulangan Bencana Devita Trimaily, Selasa (30/1).

Kerusakan jalan ini sebutkan Devita karena terendam dalam waktu yang cukup lama dan tergerus arus air. Di Kepenghuluan Air Hitam, tim dari BPBD Rohil mendapati ada rumah warga yang rusak dengan kondisi dinding rumah patah dan hanyut serta akses jalan yang amblas karena abrasi.

“Ada juga satu masjid yang sudah tidak difungsikan lagi karena sebagian tanah masjid sudah amblas akibat banjir. Sejak banjir yang terus terjadi sekarang ini kondisi semakin rusak, tanahnya amblas, dan tinggal sebelah dinding masjid saja,” katanya.

Sejauh ini terangnya, untuk tindakan yang dilakukan berupa pendataan, tak hanya menyangkut fasilitas termasuk juga menyikapi soal keperluan bagi masyarakat. Seperti apa yang perlu disiapkan sehingga nantinya diharapkan pemda melalui instansi terkait bisa segera memenuhi keperluan masyarakat, baik sembako, sandang, dan lain-lain.

“Saat ini terus dilakukan monitoring dan pendataan terutama berkaitan dampak bencana banjir,” katanya.

Sementara berkaitan dengan pengungsi yang ada di Rohil, secara umum masih terjadi bagi warga di beberapa kecamatan, terutama yang berdekatan dengan aliran Sungai Rokan. Korban terdampak banjir di Rohil telah mencapai 23 kepenghuluan/kelurahan. Yang terdampak 4.112 Kepala Keluarga (KK) dan yang mengungsi mencapai 1.358 KK.(amn/sol/fad)

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Tinggi air yang merendam Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan masih berada di angka 35 sentimeter (cm). Arus lalu lintas perlahan mulai lancar karena titik antrean kendaraan melalui pola buka tutup jalan diperpendek.Sebelumnya antrean kendaraan dipusatkan dari Km 76-83. Saat ini, titik lokasi pembukaan jalan satu jalur tersebut telah dimajukan di Km 81-83. Dan kondisi ini sangat membantu kelancaran moda transportasi di jalan nasional ini.

“Antrean panjang kendaraan sudah mulai dapat diurai. Saat ini antrean kendaraan bermotor hanya tinggal 1 kilometer hingga 2 kilometer setelah titik lokasi buka tutup jalan diperpendek dan dimajukan ke Km 81-82 yang saat ini bisa dikatakan telah mengalami penyurutan total,” ujar Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto SH SIK didampingi Kasatlantas AKP Akira Ceria SIK MM, Selasa (30/1).

Dengan adanya penyurutan tersebut, saat ini petugas mengizinkan kendaraan roda dua melintasi jalan nasional tersebut. “Alhamdulillah, secara perlahan tinggi genangan air yang merendam badan jalintim, mulai berangsur menyurut,’’ ujarnya.

‘’Saat ini, hanya tinggal satu titik badan Jalintim yang direndam banjir yakni Km 83. Jadi, kami telah mengizinkan sepeda motor atau kendaraan roda dua, khususnya berbodi tinggi atau knalpot di atas untuk melintas. Seperti sepeda motor trail KLX,” tambahnya.

Untuk itu, sambung Kapolres, pihaknya terus berharap agar para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan dapat tetap bersabar dan tidak menerobos serta dapat mengikuti arahan petugas gabungan dilapangan. “Kami juga berharap banjir di jalintim ini dapat segera surut total shingga aktivitas arus lalu lintas dapat kembali berjalan dengan normal,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan mengatakan, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk mewaspadai banjir susulan.

Pasalnya, pintu pelimpahan air Waduk PLTA Koto Panjang Kabupaten Kampar kembali dibuka Selasa (30/1) kemarin sehingga tinggi permukaan air diprediksi akan kembali naik. Untuk itu, lanjut Zulfan, pihaknya akan terus intens melakukan pemantauan debit air sungai Kampar sehingga jika kondisi banjir kian mengkhawatirkan, maka upaya evakuasi warga akan kembali dilakukan.

Baca Juga:  Tiga Kabupaten Dukung Kepulauan Meranti Agar Terima Tambahan DBH

Bantuan Korban Banjir dari Pusat Mengucur

Pemerintah pusat mengirimkan bantuan makanan siap saji, perlengkapan tidur, dan sarana pendukung lainnya ke Provinsi Riau. Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban para korban banjir di Riau.

“Alhamdulillah untuk membantu korban banjir kita mendapat bantuan makanan siap saji dari pusat sebanyak 3.800 paket. Kemudian tenda gulung sebanyak 290 lembar, kasur merah 245 lembar, dan family kit 150 paket,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dissos) Provinsi Riau Zulfadli, Selasa (30/1).

Zulfadli menambahkan, pemerintah pusat melalui dana APBN juga mengirimkan bantuan peralatan dapur umum keluarga sebanyak 60 paket. “Bantuan itu untuk lima daerah di Riau yang terdampak banjir, yakni Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, dan Pelalawan,” sebut mantan Kepala Dinas Perkebunan Riau ini.

Selain melalui Dinas Sosial Riau, bantuan dari pemerintah pusat juga ada yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau. Di mana pemerintah pusat mengirimkan bantuan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil korban banjir di Riau.

“Alhamdulillah bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sudah datang dan sudah kita terima dari Kemenkes. Bahkan sebagian bantuan tersebut sudah kami salurkan ke daerah terdampak banjir,” ujar Kepala Diskes Riau, Sri Sadono Mulyanto.

Pria yang akrab disapa dokter Ibeng ini mengatakan, usulan bantuan makanan tambahan itu lantaran kabupaten dan kota terdampak banjir meminta bantuan PMT untuk balita dan ibu hamil. Ibeng menjelaskan, itu sudah didistribusikan ke daerah terdampak banjir, seperti Kabupaten Kampar, Pelalawan, dan terakhir di Rokan Hilir.

“PMT balita dan ibu hamil itu seperti biskuit susu. Untuk jumlah bantuan yang kita terima saya tidak ingat datanya. Yang jelas usulan kita sudah direspons Kemenkes karena ketersediaan di pusat masih ada,” sebut Ibeng.

Untuk diketahui, hingga saat ini jumlah pengungsi akibat banjir di Riau sebanyak 4.706 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa yang mengungsi sebanyak 17.733 jiwa. Sementara untuk rumah yang terdampak banjir sebanyak 56.520 unit, fasilitas kesehatan 22 unit, fasilitas pendidikan sebanyak 109 unit, dan 134 titik fasilitas umum.

Baca Juga:  KDD Riau Kompleks Kumpulkan 1.071 Kantong Darah

Digerus Banjir, Akses Jalan Alami Kerusakan

Sementara itu, banjir berkepanjangan di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan. Salah satunya terdapat kerusakan jalan di wilayah Kepenghuluan Air Hitam, Kecamatan Pujud.

Jalan lintas di kepenghuluan ini sekitar 11 kilometer terdapat kerusakan yang disebabkan digerus air secara terus menerus dalam tiga bulan terakhir.

“Dari pantauan di lapangan diketahui terdapat kerusakan sejumlah akses jalan, seperti di Kepenghuluan Air Hitam-Babussalam Rokan, Pujud lebih kurang 11 kilometer, begitu juga si Siarang-Arang dua kilometer,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Rohil Hari Dharma Putra didampingi Sekretaris Edo Rendra melalui Fungsional Penata Penanggulangan Bencana Devita Trimaily, Selasa (30/1).

Kerusakan jalan ini sebutkan Devita karena terendam dalam waktu yang cukup lama dan tergerus arus air. Di Kepenghuluan Air Hitam, tim dari BPBD Rohil mendapati ada rumah warga yang rusak dengan kondisi dinding rumah patah dan hanyut serta akses jalan yang amblas karena abrasi.

“Ada juga satu masjid yang sudah tidak difungsikan lagi karena sebagian tanah masjid sudah amblas akibat banjir. Sejak banjir yang terus terjadi sekarang ini kondisi semakin rusak, tanahnya amblas, dan tinggal sebelah dinding masjid saja,” katanya.

Sejauh ini terangnya, untuk tindakan yang dilakukan berupa pendataan, tak hanya menyangkut fasilitas termasuk juga menyikapi soal keperluan bagi masyarakat. Seperti apa yang perlu disiapkan sehingga nantinya diharapkan pemda melalui instansi terkait bisa segera memenuhi keperluan masyarakat, baik sembako, sandang, dan lain-lain.

“Saat ini terus dilakukan monitoring dan pendataan terutama berkaitan dampak bencana banjir,” katanya.

Sementara berkaitan dengan pengungsi yang ada di Rohil, secara umum masih terjadi bagi warga di beberapa kecamatan, terutama yang berdekatan dengan aliran Sungai Rokan. Korban terdampak banjir di Rohil telah mencapai 23 kepenghuluan/kelurahan. Yang terdampak 4.112 Kepala Keluarga (KK) dan yang mengungsi mencapai 1.358 KK.(amn/sol/fad)

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari