Jumat, 10 Juli 2026
- Advertisement -

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

BANGKO PUSAKO (RIAUPOS.CO) – Abdul Aziz (44), nelayan asal Dusun Harapan Makmur, Kepenghuluan Sungai Manasib, Kecamatan Bangko Pusako, meninggal dunia pada Rabu (8/7/2026) malam setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif akibat luka parah yang dideritanya karena serangan buaya.

Kabar duka tersebut dibenarkan Elyas Pical (39), warga yang juga menjadi saksi setelah peristiwa nahas itu terjadi. Menurutnya, Abdul Aziz mengembuskan napas terakhir usai menjalani perawatan di rumah sakit.

“Betul, meninggalnya tadi malam,” ujar Elyas, Kamis (9/7/2026).

Elyas menjelaskan, saat pertama kali dievakuasi ke rumah sakit, kondisi korban sangat kritis. Abdul Aziz mengalami luka serius akibat gigitan buaya, kehilangan banyak darah, serta mengalami patah tulang rusuk bagian belakang.

Setelah mendapatkan penanganan medis di RS Awal Bros Bagan Batu, kondisi korban sempat menunjukkan perkembangan yang baik. Ia bahkan sudah dapat berbincang dengan keluarga dan kembali makan seperti biasa.

Baca Juga:  Baznas Targetkan Pengumpulan Zakat Rp22 M

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Korban mendadak mengalami batuk disertai sesak napas. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pendarahan pada paru-paru sehingga tim medis melakukan operasi penyedotan cairan yang masuk ke organ tersebut.

Usai menjalani tindakan medis, kondisi Abdul Aziz kembali membaik. Sayangnya, beberapa jam kemudian kesehatannya kembali menurun hingga harus dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU). Tak lama berselang, korban dinyatakan meninggal dunia.

Elyas mengatakan, peristiwa serangan buaya itu merupakan kejadian pertama yang menimpa warga Kepenghuluan Sungai Manasib. Meski demikian, lokasi serangan dipastikan bukan berada di wilayah Sungai Manasib.

Menurutnya, insiden tersebut terjadi di kawasan Teluk Bano II, Kecamatan Pekaitan. Sebelum diserang, Abdul Aziz diketahui sedang mencari ikan di perairan Sungai Manasib, lalu berpindah lokasi hingga akhirnya tiba di Teluk Bano II.

Baca Juga:  Pastikan Penanganan Berjalan Efektif, Dampak Pipa Minyak yang Bocor

“Kawasan tempat kejadiannya itu di daerah Teluk Bano II, Kecamatan Pekaitan. Memang waktu sebelum kejadian itu korban mencari ikan di areal Sungai Manasib, tapi berpindah-pindah sampai akhirnya sampai di Teluk Bano II tersebut,” jelas Elyas.

Saat ditemukan, korban sudah berhasil melepaskan diri dari gigitan buaya meski dalam kondisi berlumuran darah. Ketika itu Abdul Aziz berada seorang diri di atas perahu.

“Saat itu dia sendirian di boat, dan kami bantu evakuasi,” katanya.

Korban kemudian dievakuasi menuju puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke RS Awal Bros Bagan Batu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Diketahui, Abdul Aziz diserang buaya saat memasang jaring ikan di Sungai Rokan pada Senin (6/7/2026).(fad)

BANGKO PUSAKO (RIAUPOS.CO) – Abdul Aziz (44), nelayan asal Dusun Harapan Makmur, Kepenghuluan Sungai Manasib, Kecamatan Bangko Pusako, meninggal dunia pada Rabu (8/7/2026) malam setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif akibat luka parah yang dideritanya karena serangan buaya.

Kabar duka tersebut dibenarkan Elyas Pical (39), warga yang juga menjadi saksi setelah peristiwa nahas itu terjadi. Menurutnya, Abdul Aziz mengembuskan napas terakhir usai menjalani perawatan di rumah sakit.

“Betul, meninggalnya tadi malam,” ujar Elyas, Kamis (9/7/2026).

Elyas menjelaskan, saat pertama kali dievakuasi ke rumah sakit, kondisi korban sangat kritis. Abdul Aziz mengalami luka serius akibat gigitan buaya, kehilangan banyak darah, serta mengalami patah tulang rusuk bagian belakang.

Setelah mendapatkan penanganan medis di RS Awal Bros Bagan Batu, kondisi korban sempat menunjukkan perkembangan yang baik. Ia bahkan sudah dapat berbincang dengan keluarga dan kembali makan seperti biasa.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pastikan Penanganan Berjalan Efektif, Dampak Pipa Minyak yang Bocor

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Korban mendadak mengalami batuk disertai sesak napas. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pendarahan pada paru-paru sehingga tim medis melakukan operasi penyedotan cairan yang masuk ke organ tersebut.

Usai menjalani tindakan medis, kondisi Abdul Aziz kembali membaik. Sayangnya, beberapa jam kemudian kesehatannya kembali menurun hingga harus dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU). Tak lama berselang, korban dinyatakan meninggal dunia.

- Advertisement -

Elyas mengatakan, peristiwa serangan buaya itu merupakan kejadian pertama yang menimpa warga Kepenghuluan Sungai Manasib. Meski demikian, lokasi serangan dipastikan bukan berada di wilayah Sungai Manasib.

Menurutnya, insiden tersebut terjadi di kawasan Teluk Bano II, Kecamatan Pekaitan. Sebelum diserang, Abdul Aziz diketahui sedang mencari ikan di perairan Sungai Manasib, lalu berpindah lokasi hingga akhirnya tiba di Teluk Bano II.

Baca Juga:  Semua Cabor Porprov Diikuti

“Kawasan tempat kejadiannya itu di daerah Teluk Bano II, Kecamatan Pekaitan. Memang waktu sebelum kejadian itu korban mencari ikan di areal Sungai Manasib, tapi berpindah-pindah sampai akhirnya sampai di Teluk Bano II tersebut,” jelas Elyas.

Saat ditemukan, korban sudah berhasil melepaskan diri dari gigitan buaya meski dalam kondisi berlumuran darah. Ketika itu Abdul Aziz berada seorang diri di atas perahu.

“Saat itu dia sendirian di boat, dan kami bantu evakuasi,” katanya.

Korban kemudian dievakuasi menuju puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke RS Awal Bros Bagan Batu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Diketahui, Abdul Aziz diserang buaya saat memasang jaring ikan di Sungai Rokan pada Senin (6/7/2026).(fad)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANGKO PUSAKO (RIAUPOS.CO) – Abdul Aziz (44), nelayan asal Dusun Harapan Makmur, Kepenghuluan Sungai Manasib, Kecamatan Bangko Pusako, meninggal dunia pada Rabu (8/7/2026) malam setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif akibat luka parah yang dideritanya karena serangan buaya.

Kabar duka tersebut dibenarkan Elyas Pical (39), warga yang juga menjadi saksi setelah peristiwa nahas itu terjadi. Menurutnya, Abdul Aziz mengembuskan napas terakhir usai menjalani perawatan di rumah sakit.

“Betul, meninggalnya tadi malam,” ujar Elyas, Kamis (9/7/2026).

Elyas menjelaskan, saat pertama kali dievakuasi ke rumah sakit, kondisi korban sangat kritis. Abdul Aziz mengalami luka serius akibat gigitan buaya, kehilangan banyak darah, serta mengalami patah tulang rusuk bagian belakang.

Setelah mendapatkan penanganan medis di RS Awal Bros Bagan Batu, kondisi korban sempat menunjukkan perkembangan yang baik. Ia bahkan sudah dapat berbincang dengan keluarga dan kembali makan seperti biasa.

Baca Juga:  Riau Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca Tahap 3 untuk Kendalikan Karhutla

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Korban mendadak mengalami batuk disertai sesak napas. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pendarahan pada paru-paru sehingga tim medis melakukan operasi penyedotan cairan yang masuk ke organ tersebut.

Usai menjalani tindakan medis, kondisi Abdul Aziz kembali membaik. Sayangnya, beberapa jam kemudian kesehatannya kembali menurun hingga harus dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU). Tak lama berselang, korban dinyatakan meninggal dunia.

Elyas mengatakan, peristiwa serangan buaya itu merupakan kejadian pertama yang menimpa warga Kepenghuluan Sungai Manasib. Meski demikian, lokasi serangan dipastikan bukan berada di wilayah Sungai Manasib.

Menurutnya, insiden tersebut terjadi di kawasan Teluk Bano II, Kecamatan Pekaitan. Sebelum diserang, Abdul Aziz diketahui sedang mencari ikan di perairan Sungai Manasib, lalu berpindah lokasi hingga akhirnya tiba di Teluk Bano II.

Baca Juga:  Satpol PP Rohil Tertibkan Lapak di Bahu Jalan dan Drainase, Ini Alasannya

“Kawasan tempat kejadiannya itu di daerah Teluk Bano II, Kecamatan Pekaitan. Memang waktu sebelum kejadian itu korban mencari ikan di areal Sungai Manasib, tapi berpindah-pindah sampai akhirnya sampai di Teluk Bano II tersebut,” jelas Elyas.

Saat ditemukan, korban sudah berhasil melepaskan diri dari gigitan buaya meski dalam kondisi berlumuran darah. Ketika itu Abdul Aziz berada seorang diri di atas perahu.

“Saat itu dia sendirian di boat, dan kami bantu evakuasi,” katanya.

Korban kemudian dievakuasi menuju puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke RS Awal Bros Bagan Batu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Diketahui, Abdul Aziz diserang buaya saat memasang jaring ikan di Sungai Rokan pada Senin (6/7/2026).(fad)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari