Jumat, 5 Juni 2026
- Advertisement -

HUT ke-242 Pekanbaru, Wako Agung Luncurkan Logo dan Uji Coba Bus Listrik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM resmi meluncurkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-242 Kota Pekanbaru sekaligus melepas pengoperasian uji coba dua unit bus listrik di Atrium Mal SKA Pekanbaru, Kamis (4/6). Peluncuran tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan hari jadi Kota Pekanbaru yang akan berlangsung selama satu bulan penuh.

Pada peringatan HUT tahun ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengangkat tema “Berkolaborasi Menjadi Aksi” dengan tagline “Pekanbaru Kolaboraksi”. Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun Kota Pekanbaru.

Agung Nugroho menjelaskan, istilah Kolaboraksi dipilih untuk menegaskan pentingnya kolaborasi yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Tagline kita kali ini adalah Kolaboraksi. Kenapa disebut Kolaboraksi? Karena kita ingin berkolaborasi tidak hanya dari kami pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat Kota Pekanbaru, TNI, Polri, badan usaha, dan seluruh pihak untuk bersama-sama membangun Pekanbaru serta menyejahterakan masyarakat. Tidak hanya berkolaborasi, tetapi juga harus beraksi,” ujarnya.

Logo HUT ke-242 Pekanbaru yang diperkenalkan didominasi warna biru dan hijau. Desain tersebut memiliki makna filosofis yang menggambarkan semangat kemajuan dan identitas budaya daerah.

Pada logo itu, angka dua yang berada di tengah divisualisasikan menyerupai sosok manusia yang sedang berlari. Simbol tersebut menggambarkan semangat bergerak, bekerja, dan terus beraktivitas. Sementara pada angka empat terdapat ornamen tanjak yang menjadi representasi budaya Melayu sebagai identitas Kota Pekanbaru.

“Lambang manusia yang berlari dan beraktivitas dan angka empat menggunakan tanjak yang menunjukkan Pekanbaru berbudaya serta menjadi bagian dari visi Pemerintah Kota Pekanbaru,” jelasnya.

Dalam rangka HUT ke-242, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan 48 kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang bulan perayaan. Berbagai program tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dirancang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Salah satu program unggulan adalah penggantian instalasi listrik gratis bagi 2.000 rumah warga kurang mampu. Program ini dihadirkan sebagai upaya mengurangi risiko kebakaran rumah yang selama ini banyak dipicu oleh instalasi listrik yang sudah tua dan tidak layak pakai.

“Karena tingkat kebakaran di Kota Pekanbaru cukup tinggi dan salah satu penyebabnya adalah instalasi listrik yang tidak pernah dicek maupun diganti karena keterbatasan biaya. Untuk itu Pemerintah Kota Pekanbaru bersama PLN menyiapkan penggantian instalasi listrik bagi 2.000 rumah,” katanya.

Baca Juga:  Ratusan Umat Hindu Arak Ogoh-Ogoh

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga memberikan penghapusan denda seluruh pajak daerah hingga 31 Agustus 2026. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang masih memiliki tunggakan pajak.

“Kita memberikan penghapusan denda untuk seluruh pajak yang berkaitan dengan Pemerintah Kota Pekanbaru. Ini tentu memberikan kelonggaran kepada masyarakat,” ujar Agung.

Program sosial lainnya yang turut mewarnai peringatan HUT adalah pelaksanaan sunat massal gratis bagi 2.000 anak sekolah yang dijadwalkan berlangsung dalam satu hari.

Tak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga akan menggelar festival kuliner khas daerah melalui pembuatan kue talam durian sepanjang 1 kilometer. Kue tersebut rencananya dibentangkan dari kawasan Tugu Selais hingga Tugu RRI dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Agung menegaskan, kegiatan tersebut tidak menggunakan dana APBD, melainkan hasil kolaborasi para pelaku UMKM yang ingin berbagi sekaligus mempromosikan produk mereka.

“Kue ini tidak menggunakan biaya APBD. Ini merupakan dukungan dari pelaku UMKM yang ingin bersedekah kepada masyarakat. Sekaligus menjadi sarana promosi produk UMKM Pekanbaru,” jelasnya.

Festival tersebut juga ditargetkan masuk dalam catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), karena dinilai belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Sejumlah pelaku usaha kuliner khas Pekanbaru disebut telah menyatakan kesiapannya untuk terlibat.

Selain festival kuliner, Pemko Pekanbaru juga akan menggelar kegiatan Pekanbaru Mengaji yang melibatkan sekitar 8.000 hingga 9.000 aparatur sipil negara (ASN) muslim. Para peserta akan membaca Surah Al-Mulk secara serentak dan kegiatan tersebut juga direncanakan untuk diajukan ke MURI.

Uji Coba Dua Bus Listrik

Pada kesempatan yang sama, Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut melepas dua unit bus listrik yang akan menjalani masa uji coba operasional di Kota Pekanbaru.

Setelah seremoni pelepasan, Agung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung mencoba armada tersebut dengan menempuh perjalanan sekitar 6 kilometer dari Mal SKA menuju Mal Pekanbaru.

Menurut Agung, kehadiran bus listrik merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mendukung program Green City melalui penggunaan transportasi publik yang ramah lingkungan.

“Bus ini tidak menggunakan BBM, tetapi murni energi listrik. Hari ini kita lakukan pelepasan untuk uji coba. Kalau nanti hasilnya sesuai harapan, kita akan operasikan secara penuh,” katanya.

Baca Juga:  Door to Door Vaksin Warga

Ia menjelaskan, tahap uji coba dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan sebelum armada tersebut beroperasi secara permanen. Ketepatan waktu menjadi salah satu aspek penting yang sedang dievaluasi.

“Jangan sampai kita terburu-buru mengoperasikan, tetapi ketepatan waktunya belum sesuai harapan. Karena itu hari ini kita namakan peluncuran uji coba agar masyarakat nantinya mendapatkan kepastian waktu menunggu bus dan tidak lagi terkatung-katung karena armada datang terlalu lama,” ujarnya.

Bus listrik yang diuji coba juga dilengkapi berbagai teknologi keamanan modern. Setiap armada memiliki total 18 kamera CCTV, terdiri atas satu kamera 360 derajat dan 17 kamera lainnya yang terpasang di dalam maupun luar kendaraan.

Menurut Agung, seluruh sistem pengawasan tersebut dapat dipantau secara daring oleh pemerintah maupun aparat keamanan.

“CCTV ini dapat melihat kondisi di dalam dan luar bus, termasuk memantau sopir apakah mengantuk atau berkendara secara ugal-ugalan,” ujarnya.

“Selain itu juga dapat memantau kondisi penumpang untuk mencegah tindakan kriminal seperti pencopetan. Ini bagian dari upaya meningkatkan keamanan transportasi publik di Kota Pekanbaru,” tambahnya.

Usai mencoba langsung bus listrik tersebut, Agung mengaku puas terhadap kenyamanan dan keamanan yang ditawarkan armada tersebut.

“Kita sudah mencoba langsung. Suspensinya bagus, nyaman, AC-nya dingin. Yang paling penting adalah aman. Kalau ketepatan waktu, keamanan, dan kenyamanan sudah terpenuhi, saya kira bus listrik ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar juga menilai bus listrik tersebut memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi pengguna.

“Aman dan nyaman, itu kuncinya. Kalau itu sudah terpenuhi, insya Allah kita akan jalan dan operasikan untuk masyarakat,” katanya.

Markarius turut menyoroti efisiensi armada tersebut. Berdasarkan penjelasan teknis yang diterimanya, pengisian daya bus hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dan mampu beroperasi dari pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

“Tadi dijelaskan pengisian daya hanya sekitar satu setengah jam, tetapi bisa beroperasi mulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 22.00 malam. Ini luar biasa. Mudah-mudahan segera bisa kita hadirkan untuk masyarakat Kota Pekanbaru,” ujarnya. (ali)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM resmi meluncurkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-242 Kota Pekanbaru sekaligus melepas pengoperasian uji coba dua unit bus listrik di Atrium Mal SKA Pekanbaru, Kamis (4/6). Peluncuran tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan hari jadi Kota Pekanbaru yang akan berlangsung selama satu bulan penuh.

Pada peringatan HUT tahun ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengangkat tema “Berkolaborasi Menjadi Aksi” dengan tagline “Pekanbaru Kolaboraksi”. Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun Kota Pekanbaru.

Agung Nugroho menjelaskan, istilah Kolaboraksi dipilih untuk menegaskan pentingnya kolaborasi yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Tagline kita kali ini adalah Kolaboraksi. Kenapa disebut Kolaboraksi? Karena kita ingin berkolaborasi tidak hanya dari kami pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat Kota Pekanbaru, TNI, Polri, badan usaha, dan seluruh pihak untuk bersama-sama membangun Pekanbaru serta menyejahterakan masyarakat. Tidak hanya berkolaborasi, tetapi juga harus beraksi,” ujarnya.

Logo HUT ke-242 Pekanbaru yang diperkenalkan didominasi warna biru dan hijau. Desain tersebut memiliki makna filosofis yang menggambarkan semangat kemajuan dan identitas budaya daerah.

- Advertisement -

Pada logo itu, angka dua yang berada di tengah divisualisasikan menyerupai sosok manusia yang sedang berlari. Simbol tersebut menggambarkan semangat bergerak, bekerja, dan terus beraktivitas. Sementara pada angka empat terdapat ornamen tanjak yang menjadi representasi budaya Melayu sebagai identitas Kota Pekanbaru.

“Lambang manusia yang berlari dan beraktivitas dan angka empat menggunakan tanjak yang menunjukkan Pekanbaru berbudaya serta menjadi bagian dari visi Pemerintah Kota Pekanbaru,” jelasnya.

- Advertisement -

Dalam rangka HUT ke-242, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan 48 kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang bulan perayaan. Berbagai program tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dirancang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Salah satu program unggulan adalah penggantian instalasi listrik gratis bagi 2.000 rumah warga kurang mampu. Program ini dihadirkan sebagai upaya mengurangi risiko kebakaran rumah yang selama ini banyak dipicu oleh instalasi listrik yang sudah tua dan tidak layak pakai.

“Karena tingkat kebakaran di Kota Pekanbaru cukup tinggi dan salah satu penyebabnya adalah instalasi listrik yang tidak pernah dicek maupun diganti karena keterbatasan biaya. Untuk itu Pemerintah Kota Pekanbaru bersama PLN menyiapkan penggantian instalasi listrik bagi 2.000 rumah,” katanya.

Baca Juga:  Milad Ke-46, RSUD Arifin Achmad Terus Tingkatkan Pelayanan

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga memberikan penghapusan denda seluruh pajak daerah hingga 31 Agustus 2026. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang masih memiliki tunggakan pajak.

“Kita memberikan penghapusan denda untuk seluruh pajak yang berkaitan dengan Pemerintah Kota Pekanbaru. Ini tentu memberikan kelonggaran kepada masyarakat,” ujar Agung.

Program sosial lainnya yang turut mewarnai peringatan HUT adalah pelaksanaan sunat massal gratis bagi 2.000 anak sekolah yang dijadwalkan berlangsung dalam satu hari.

Tak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga akan menggelar festival kuliner khas daerah melalui pembuatan kue talam durian sepanjang 1 kilometer. Kue tersebut rencananya dibentangkan dari kawasan Tugu Selais hingga Tugu RRI dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Agung menegaskan, kegiatan tersebut tidak menggunakan dana APBD, melainkan hasil kolaborasi para pelaku UMKM yang ingin berbagi sekaligus mempromosikan produk mereka.

“Kue ini tidak menggunakan biaya APBD. Ini merupakan dukungan dari pelaku UMKM yang ingin bersedekah kepada masyarakat. Sekaligus menjadi sarana promosi produk UMKM Pekanbaru,” jelasnya.

Festival tersebut juga ditargetkan masuk dalam catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), karena dinilai belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Sejumlah pelaku usaha kuliner khas Pekanbaru disebut telah menyatakan kesiapannya untuk terlibat.

Selain festival kuliner, Pemko Pekanbaru juga akan menggelar kegiatan Pekanbaru Mengaji yang melibatkan sekitar 8.000 hingga 9.000 aparatur sipil negara (ASN) muslim. Para peserta akan membaca Surah Al-Mulk secara serentak dan kegiatan tersebut juga direncanakan untuk diajukan ke MURI.

Uji Coba Dua Bus Listrik

Pada kesempatan yang sama, Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut melepas dua unit bus listrik yang akan menjalani masa uji coba operasional di Kota Pekanbaru.

Setelah seremoni pelepasan, Agung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung mencoba armada tersebut dengan menempuh perjalanan sekitar 6 kilometer dari Mal SKA menuju Mal Pekanbaru.

Menurut Agung, kehadiran bus listrik merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mendukung program Green City melalui penggunaan transportasi publik yang ramah lingkungan.

“Bus ini tidak menggunakan BBM, tetapi murni energi listrik. Hari ini kita lakukan pelepasan untuk uji coba. Kalau nanti hasilnya sesuai harapan, kita akan operasikan secara penuh,” katanya.

Baca Juga:  Libur Sekolah 4-15 Januari

Ia menjelaskan, tahap uji coba dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan sebelum armada tersebut beroperasi secara permanen. Ketepatan waktu menjadi salah satu aspek penting yang sedang dievaluasi.

“Jangan sampai kita terburu-buru mengoperasikan, tetapi ketepatan waktunya belum sesuai harapan. Karena itu hari ini kita namakan peluncuran uji coba agar masyarakat nantinya mendapatkan kepastian waktu menunggu bus dan tidak lagi terkatung-katung karena armada datang terlalu lama,” ujarnya.

Bus listrik yang diuji coba juga dilengkapi berbagai teknologi keamanan modern. Setiap armada memiliki total 18 kamera CCTV, terdiri atas satu kamera 360 derajat dan 17 kamera lainnya yang terpasang di dalam maupun luar kendaraan.

Menurut Agung, seluruh sistem pengawasan tersebut dapat dipantau secara daring oleh pemerintah maupun aparat keamanan.

“CCTV ini dapat melihat kondisi di dalam dan luar bus, termasuk memantau sopir apakah mengantuk atau berkendara secara ugal-ugalan,” ujarnya.

“Selain itu juga dapat memantau kondisi penumpang untuk mencegah tindakan kriminal seperti pencopetan. Ini bagian dari upaya meningkatkan keamanan transportasi publik di Kota Pekanbaru,” tambahnya.

Usai mencoba langsung bus listrik tersebut, Agung mengaku puas terhadap kenyamanan dan keamanan yang ditawarkan armada tersebut.

“Kita sudah mencoba langsung. Suspensinya bagus, nyaman, AC-nya dingin. Yang paling penting adalah aman. Kalau ketepatan waktu, keamanan, dan kenyamanan sudah terpenuhi, saya kira bus listrik ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar juga menilai bus listrik tersebut memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi pengguna.

“Aman dan nyaman, itu kuncinya. Kalau itu sudah terpenuhi, insya Allah kita akan jalan dan operasikan untuk masyarakat,” katanya.

Markarius turut menyoroti efisiensi armada tersebut. Berdasarkan penjelasan teknis yang diterimanya, pengisian daya bus hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dan mampu beroperasi dari pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

“Tadi dijelaskan pengisian daya hanya sekitar satu setengah jam, tetapi bisa beroperasi mulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 22.00 malam. Ini luar biasa. Mudah-mudahan segera bisa kita hadirkan untuk masyarakat Kota Pekanbaru,” ujarnya. (ali)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM resmi meluncurkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-242 Kota Pekanbaru sekaligus melepas pengoperasian uji coba dua unit bus listrik di Atrium Mal SKA Pekanbaru, Kamis (4/6). Peluncuran tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan hari jadi Kota Pekanbaru yang akan berlangsung selama satu bulan penuh.

Pada peringatan HUT tahun ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengangkat tema “Berkolaborasi Menjadi Aksi” dengan tagline “Pekanbaru Kolaboraksi”. Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun Kota Pekanbaru.

Agung Nugroho menjelaskan, istilah Kolaboraksi dipilih untuk menegaskan pentingnya kolaborasi yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Tagline kita kali ini adalah Kolaboraksi. Kenapa disebut Kolaboraksi? Karena kita ingin berkolaborasi tidak hanya dari kami pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat Kota Pekanbaru, TNI, Polri, badan usaha, dan seluruh pihak untuk bersama-sama membangun Pekanbaru serta menyejahterakan masyarakat. Tidak hanya berkolaborasi, tetapi juga harus beraksi,” ujarnya.

Logo HUT ke-242 Pekanbaru yang diperkenalkan didominasi warna biru dan hijau. Desain tersebut memiliki makna filosofis yang menggambarkan semangat kemajuan dan identitas budaya daerah.

Pada logo itu, angka dua yang berada di tengah divisualisasikan menyerupai sosok manusia yang sedang berlari. Simbol tersebut menggambarkan semangat bergerak, bekerja, dan terus beraktivitas. Sementara pada angka empat terdapat ornamen tanjak yang menjadi representasi budaya Melayu sebagai identitas Kota Pekanbaru.

“Lambang manusia yang berlari dan beraktivitas dan angka empat menggunakan tanjak yang menunjukkan Pekanbaru berbudaya serta menjadi bagian dari visi Pemerintah Kota Pekanbaru,” jelasnya.

Dalam rangka HUT ke-242, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan 48 kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang bulan perayaan. Berbagai program tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dirancang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Salah satu program unggulan adalah penggantian instalasi listrik gratis bagi 2.000 rumah warga kurang mampu. Program ini dihadirkan sebagai upaya mengurangi risiko kebakaran rumah yang selama ini banyak dipicu oleh instalasi listrik yang sudah tua dan tidak layak pakai.

“Karena tingkat kebakaran di Kota Pekanbaru cukup tinggi dan salah satu penyebabnya adalah instalasi listrik yang tidak pernah dicek maupun diganti karena keterbatasan biaya. Untuk itu Pemerintah Kota Pekanbaru bersama PLN menyiapkan penggantian instalasi listrik bagi 2.000 rumah,” katanya.

Baca Juga:  Disdalduk KB Bentuk Kampung KB di Tiga Kecamatan Pemekaran

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga memberikan penghapusan denda seluruh pajak daerah hingga 31 Agustus 2026. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang masih memiliki tunggakan pajak.

“Kita memberikan penghapusan denda untuk seluruh pajak yang berkaitan dengan Pemerintah Kota Pekanbaru. Ini tentu memberikan kelonggaran kepada masyarakat,” ujar Agung.

Program sosial lainnya yang turut mewarnai peringatan HUT adalah pelaksanaan sunat massal gratis bagi 2.000 anak sekolah yang dijadwalkan berlangsung dalam satu hari.

Tak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga akan menggelar festival kuliner khas daerah melalui pembuatan kue talam durian sepanjang 1 kilometer. Kue tersebut rencananya dibentangkan dari kawasan Tugu Selais hingga Tugu RRI dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Agung menegaskan, kegiatan tersebut tidak menggunakan dana APBD, melainkan hasil kolaborasi para pelaku UMKM yang ingin berbagi sekaligus mempromosikan produk mereka.

“Kue ini tidak menggunakan biaya APBD. Ini merupakan dukungan dari pelaku UMKM yang ingin bersedekah kepada masyarakat. Sekaligus menjadi sarana promosi produk UMKM Pekanbaru,” jelasnya.

Festival tersebut juga ditargetkan masuk dalam catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), karena dinilai belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Sejumlah pelaku usaha kuliner khas Pekanbaru disebut telah menyatakan kesiapannya untuk terlibat.

Selain festival kuliner, Pemko Pekanbaru juga akan menggelar kegiatan Pekanbaru Mengaji yang melibatkan sekitar 8.000 hingga 9.000 aparatur sipil negara (ASN) muslim. Para peserta akan membaca Surah Al-Mulk secara serentak dan kegiatan tersebut juga direncanakan untuk diajukan ke MURI.

Uji Coba Dua Bus Listrik

Pada kesempatan yang sama, Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut melepas dua unit bus listrik yang akan menjalani masa uji coba operasional di Kota Pekanbaru.

Setelah seremoni pelepasan, Agung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung mencoba armada tersebut dengan menempuh perjalanan sekitar 6 kilometer dari Mal SKA menuju Mal Pekanbaru.

Menurut Agung, kehadiran bus listrik merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mendukung program Green City melalui penggunaan transportasi publik yang ramah lingkungan.

“Bus ini tidak menggunakan BBM, tetapi murni energi listrik. Hari ini kita lakukan pelepasan untuk uji coba. Kalau nanti hasilnya sesuai harapan, kita akan operasikan secara penuh,” katanya.

Baca Juga:  Door to Door Vaksin Warga

Ia menjelaskan, tahap uji coba dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan sebelum armada tersebut beroperasi secara permanen. Ketepatan waktu menjadi salah satu aspek penting yang sedang dievaluasi.

“Jangan sampai kita terburu-buru mengoperasikan, tetapi ketepatan waktunya belum sesuai harapan. Karena itu hari ini kita namakan peluncuran uji coba agar masyarakat nantinya mendapatkan kepastian waktu menunggu bus dan tidak lagi terkatung-katung karena armada datang terlalu lama,” ujarnya.

Bus listrik yang diuji coba juga dilengkapi berbagai teknologi keamanan modern. Setiap armada memiliki total 18 kamera CCTV, terdiri atas satu kamera 360 derajat dan 17 kamera lainnya yang terpasang di dalam maupun luar kendaraan.

Menurut Agung, seluruh sistem pengawasan tersebut dapat dipantau secara daring oleh pemerintah maupun aparat keamanan.

“CCTV ini dapat melihat kondisi di dalam dan luar bus, termasuk memantau sopir apakah mengantuk atau berkendara secara ugal-ugalan,” ujarnya.

“Selain itu juga dapat memantau kondisi penumpang untuk mencegah tindakan kriminal seperti pencopetan. Ini bagian dari upaya meningkatkan keamanan transportasi publik di Kota Pekanbaru,” tambahnya.

Usai mencoba langsung bus listrik tersebut, Agung mengaku puas terhadap kenyamanan dan keamanan yang ditawarkan armada tersebut.

“Kita sudah mencoba langsung. Suspensinya bagus, nyaman, AC-nya dingin. Yang paling penting adalah aman. Kalau ketepatan waktu, keamanan, dan kenyamanan sudah terpenuhi, saya kira bus listrik ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar juga menilai bus listrik tersebut memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi pengguna.

“Aman dan nyaman, itu kuncinya. Kalau itu sudah terpenuhi, insya Allah kita akan jalan dan operasikan untuk masyarakat,” katanya.

Markarius turut menyoroti efisiensi armada tersebut. Berdasarkan penjelasan teknis yang diterimanya, pengisian daya bus hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dan mampu beroperasi dari pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

“Tadi dijelaskan pengisian daya hanya sekitar satu setengah jam, tetapi bisa beroperasi mulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 22.00 malam. Ini luar biasa. Mudah-mudahan segera bisa kita hadirkan untuk masyarakat Kota Pekanbaru,” ujarnya. (ali)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari