Kamis, 25 Juni 2026
- Advertisement -

Fasilitas Baru Rusak, Halte TMP Pekanbaru Dipenuhi Coretan Tak Pantas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Aksi vandalisme terhadap fasilitas umum di Pekanbaru masih terus terjadi. Kali ini, halte bus Trans Metro Pekanbaru yang baru direvitalisasi menjadi sasaran coret-coretan yang mengganggu kenyamanan pengguna.

Dari pantauan di lapangan, berbagai tulisan hingga gambar yang tidak pantas terlihat memenuhi sejumlah bagian halte. Bahkan, beberapa coretan menutupi informasi penting yang seharusnya dibaca oleh penumpang.

Salah seorang pengguna halte, Isabilla (19), mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku hampir setiap kali menunggu bus, selalu melihat coretan yang semakin hari semakin banyak.

“Sudah lama seperti ini. Ada tulisan kasar dan gambar yang tidak jelas,” ujarnya.

Ia berharap adanya langkah nyata dari pihak terkait untuk mencegah aksi serupa, seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV), pemberian sanksi tegas kepada pelaku, hingga penyediaan ruang khusus bagi masyarakat yang ingin menyalurkan kreativitas mural.

Baca Juga:  Patroli Balap Liar Diintensifkan

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi fasilitas halte yang kurang memadai, terutama pencahayaan. Menurutnya, halte yang gelap dan berada di lokasi sepi membuka peluang terjadinya vandalisme.

“Lampunya perlu diperbaiki. Karena sepi, jadi ada kesempatan untuk corat-coret. Harus ada pengawasan lebih ketat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan bahwa aksi vandalisme terhadap fasilitas publik tidak bisa ditoleransi.

Ia menyebut masih banyak halte bus yang dipenuhi coretan, bahkan mengalami kerusakan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, aksi tersebut diduga dilakukan oleh kalangan muda yang sekadar iseng. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tetap termasuk perusakan fasilitas umum.

Baca Juga:  Pangdam: Dandim Wajib Dukung Pembangunan

Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangani kasus ini. Bahkan, aparat telah mengamankan sejumlah pelaku vandalisme halte bus TMP.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah demi menciptakan lingkungan kota yang aman dan nyaman.

“Kami berharap masyarakat ikut merawat fasilitas yang ada. Peran bersama sangat penting, dan kami juga mendorong penegakan hukum agar pelaku mendapat efek jera,” tegasnya. (ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Aksi vandalisme terhadap fasilitas umum di Pekanbaru masih terus terjadi. Kali ini, halte bus Trans Metro Pekanbaru yang baru direvitalisasi menjadi sasaran coret-coretan yang mengganggu kenyamanan pengguna.

Dari pantauan di lapangan, berbagai tulisan hingga gambar yang tidak pantas terlihat memenuhi sejumlah bagian halte. Bahkan, beberapa coretan menutupi informasi penting yang seharusnya dibaca oleh penumpang.

Salah seorang pengguna halte, Isabilla (19), mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku hampir setiap kali menunggu bus, selalu melihat coretan yang semakin hari semakin banyak.

“Sudah lama seperti ini. Ada tulisan kasar dan gambar yang tidak jelas,” ujarnya.

Ia berharap adanya langkah nyata dari pihak terkait untuk mencegah aksi serupa, seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV), pemberian sanksi tegas kepada pelaku, hingga penyediaan ruang khusus bagi masyarakat yang ingin menyalurkan kreativitas mural.

- Advertisement -
Baca Juga:  SMAN 1 Ujungbatu dan SMAN 1 Kunto Juara

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi fasilitas halte yang kurang memadai, terutama pencahayaan. Menurutnya, halte yang gelap dan berada di lokasi sepi membuka peluang terjadinya vandalisme.

“Lampunya perlu diperbaiki. Karena sepi, jadi ada kesempatan untuk corat-coret. Harus ada pengawasan lebih ketat,” tambahnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan bahwa aksi vandalisme terhadap fasilitas publik tidak bisa ditoleransi.

Ia menyebut masih banyak halte bus yang dipenuhi coretan, bahkan mengalami kerusakan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, aksi tersebut diduga dilakukan oleh kalangan muda yang sekadar iseng. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tetap termasuk perusakan fasilitas umum.

Baca Juga:  Dipusatkan di Masjid Raya Pekanbaru, Petang Belimau Tanpa Arak-arakan dan Prosesi di Tepian Sungai Siak

Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangani kasus ini. Bahkan, aparat telah mengamankan sejumlah pelaku vandalisme halte bus TMP.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah demi menciptakan lingkungan kota yang aman dan nyaman.

“Kami berharap masyarakat ikut merawat fasilitas yang ada. Peran bersama sangat penting, dan kami juga mendorong penegakan hukum agar pelaku mendapat efek jera,” tegasnya. (ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Aksi vandalisme terhadap fasilitas umum di Pekanbaru masih terus terjadi. Kali ini, halte bus Trans Metro Pekanbaru yang baru direvitalisasi menjadi sasaran coret-coretan yang mengganggu kenyamanan pengguna.

Dari pantauan di lapangan, berbagai tulisan hingga gambar yang tidak pantas terlihat memenuhi sejumlah bagian halte. Bahkan, beberapa coretan menutupi informasi penting yang seharusnya dibaca oleh penumpang.

Salah seorang pengguna halte, Isabilla (19), mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku hampir setiap kali menunggu bus, selalu melihat coretan yang semakin hari semakin banyak.

“Sudah lama seperti ini. Ada tulisan kasar dan gambar yang tidak jelas,” ujarnya.

Ia berharap adanya langkah nyata dari pihak terkait untuk mencegah aksi serupa, seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV), pemberian sanksi tegas kepada pelaku, hingga penyediaan ruang khusus bagi masyarakat yang ingin menyalurkan kreativitas mural.

Baca Juga:  Polisi Ungkap 28 Kasus Curanmor di Pekanbaru, Enam Pelaku Ditangkap

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi fasilitas halte yang kurang memadai, terutama pencahayaan. Menurutnya, halte yang gelap dan berada di lokasi sepi membuka peluang terjadinya vandalisme.

“Lampunya perlu diperbaiki. Karena sepi, jadi ada kesempatan untuk corat-coret. Harus ada pengawasan lebih ketat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan bahwa aksi vandalisme terhadap fasilitas publik tidak bisa ditoleransi.

Ia menyebut masih banyak halte bus yang dipenuhi coretan, bahkan mengalami kerusakan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, aksi tersebut diduga dilakukan oleh kalangan muda yang sekadar iseng. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tetap termasuk perusakan fasilitas umum.

Baca Juga:  Sampai Awal Juni, Penerimaan Pajak Kanwil DJP Riau Capai Rp8,2 Triliun

Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangani kasus ini. Bahkan, aparat telah mengamankan sejumlah pelaku vandalisme halte bus TMP.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah demi menciptakan lingkungan kota yang aman dan nyaman.

“Kami berharap masyarakat ikut merawat fasilitas yang ada. Peran bersama sangat penting, dan kami juga mendorong penegakan hukum agar pelaku mendapat efek jera,” tegasnya. (ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari