SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti masih menghadapi kendala. Dari 12 desa yang masuk agenda tahun ini, tiga desa hingga kini baru memiliki satu calon kepala desa (cakades), padahal minimal harus ada dua calon.
Ketiga desa tersebut yakni Desa Insit, Desa Beting dan Desa Tanjung Kulim. Kondisi itu membuat ketiganya belum dapat melanjutkan tahapan Pilkades sebelum memenuhi persyaratan jumlah calon yang ditetapkan.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kepulauan Meranti, Aminullah, mengatakan sebelumnya terdapat lima desa yang harus memperpanjang masa pendaftaran.
Perpanjangan pendaftaran tersebut berlangsung selama 15 hari, mulai 8 hingga 22 Agustus 2026. Dari lima desa itu, dua desa telah berhasil memenuhi ketentuan minimal calon, yakni Desa Dwitunggal dan Desa Tanjung Medang.
Sementara itu, Desa Insit, Desa Beting dan Desa Tanjung Kulim masih memiliki satu pendaftar. Pemerintah daerah masih memberikan kesempatan hingga batas akhir masa perpanjangan untuk mencari calon tambahan.
“Desa yang sudah memenuhi syarat minimal dua calon sudah siap melanjutkan tahapan Pilkades. Tapi untuk tiga desa yang baru satu calon, kita masih menunggu sampai batas akhir perpanjangan pendaftaran,” kata Aminullah, Rabu (19/8).
Ia berharap masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendaftarkan diri sebelum pendaftaran ditutup.
“Mudah-mudahan tiga desa lagi segera ada pendaftar,” ujarnya.
Dengan dua desa yang berhasil memenuhi persyaratan setelah masa pendaftaran diperpanjang, kini terdapat sembilan desa yang sudah memenuhi jumlah minimal calon. Kesembilan desa tersebut dapat melanjutkan tahapan Pilkades berikutnya.
Adapun tiga desa yang masih kekurangan calon harus menunggu hingga masa perpanjangan berakhir pada 22 Agustus 2026. Hasil pendaftaran tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Aminullah menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan pendaftaran maupun tahapan Pilkades di seluruh desa yang masuk agenda pemilihan tahun ini.
Menurutnya, kelancaran setiap tahapan penting agar Pilkades serentak 2026 dapat berjalan sesuai jadwal serta menghasilkan kepala desa yang mampu menjalankan pemerintahan dan mendorong pembangunan di wilayah masing-masing.
“Kami akan terus informasikan perkembangan tahapan pelaksanaan Pilkades serentak terhadap 12 desa di Meranti tahun ini,” katanya.
Sementara tujuh desa yang sejak awal telah memenuhi syarat, ditambah dua desa yang berhasil memenuhi ketentuan setelah perpanjangan, kini siap melanjutkan proses Pilkades serentak 2026.(wir)

