Senin, 17 Agustus 2026
- Advertisement -

Tiga Hari Dicari, Satu Korban Kapal Tenggelam Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Operasi pencarian korban kapal pompong tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti, mulai membuahkan hasil. Setelah tiga hari penyisiran, Tim SAR gabungan menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya hingga Rabu (5/8) petang masih belum ditemukan.

Korban yang ditemukan adalah Amir (50), warga Desa Teluk Belitung. Jenazahnya ditemukan warga sekitar pukul 12.25 WIB, kemudian dievakuasi oleh Tim SAR gabungan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sementara itu, Iqbal (25), warga Desa Kampung Balak, masih dinyatakan hilang. Tim SAR memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Kamis (6/8).

Kepala Basarnas Pekanbaru melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengatakan tim langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga mengenai penemuan korban.

Baca Juga:  Kearsipan Memegang Peranan Penting bagi Pemerintah

“Pada pukul 12.25 WIB kami menerima informasi dari masyarakat terkait penemuan satu korban. Tim langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Korban teridentifikasi atas nama Amir dan telah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Peristiwa itu terjadi pada Ahad (3/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, sebuah kapal pompong yang mengangkut empat pekerja sagu berangkat dari Kampung Balak menuju Sungai Metas untuk mengambil sekaligus menebang pohon sagu.

Namun, ketika melintasi perairan Desa Mengkikip, kapal yang mereka tumpangi tiba-tiba tenggelam.

Dua penumpang, Ivan (30) dan Bobi (30), berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan Amir dan Iqbal hilang terbawa arus.

Sejak hari pertama, Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian. Pada hari kedua, area pencarian diperluas hingga lima mil laut persegi, namun belum membuahkan hasil.

Baca Juga:  Kapal Pompong Tenggelam Diterjang Gelombang, Dua Pekerja Sagu Hilang di Perairan Meranti

Memasuki hari ketiga, penyisiran kembali diperluas menjadi tujuh mil laut persegi. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya Amir dalam kondisi meninggal dunia.

“Meskipun satu korban telah ditemukan, operasi pencarian belum selesai. Korban terakhir masih belum ditemukan sehingga penyisiran dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis pagi,” kata Prima.

Tim SAR gabungan berharap kondisi cuaca tetap mendukung agar proses pencarian terhadap Iqbal dapat berjalan lebih maksimal sehingga korban segera ditemukan. (wir)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Operasi pencarian korban kapal pompong tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti, mulai membuahkan hasil. Setelah tiga hari penyisiran, Tim SAR gabungan menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya hingga Rabu (5/8) petang masih belum ditemukan.

Korban yang ditemukan adalah Amir (50), warga Desa Teluk Belitung. Jenazahnya ditemukan warga sekitar pukul 12.25 WIB, kemudian dievakuasi oleh Tim SAR gabungan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sementara itu, Iqbal (25), warga Desa Kampung Balak, masih dinyatakan hilang. Tim SAR memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Kamis (6/8).

Kepala Basarnas Pekanbaru melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengatakan tim langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga mengenai penemuan korban.

Baca Juga:  Perbaikan Jalan Jadi Prioritas, PUPR Meranti Ajukan 16 Paket

“Pada pukul 12.25 WIB kami menerima informasi dari masyarakat terkait penemuan satu korban. Tim langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Korban teridentifikasi atas nama Amir dan telah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

- Advertisement -

Peristiwa itu terjadi pada Ahad (3/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, sebuah kapal pompong yang mengangkut empat pekerja sagu berangkat dari Kampung Balak menuju Sungai Metas untuk mengambil sekaligus menebang pohon sagu.

Namun, ketika melintasi perairan Desa Mengkikip, kapal yang mereka tumpangi tiba-tiba tenggelam.

- Advertisement -

Dua penumpang, Ivan (30) dan Bobi (30), berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan Amir dan Iqbal hilang terbawa arus.

Sejak hari pertama, Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian. Pada hari kedua, area pencarian diperluas hingga lima mil laut persegi, namun belum membuahkan hasil.

Baca Juga:  Kearsipan Memegang Peranan Penting bagi Pemerintah

Memasuki hari ketiga, penyisiran kembali diperluas menjadi tujuh mil laut persegi. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya Amir dalam kondisi meninggal dunia.

“Meskipun satu korban telah ditemukan, operasi pencarian belum selesai. Korban terakhir masih belum ditemukan sehingga penyisiran dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis pagi,” kata Prima.

Tim SAR gabungan berharap kondisi cuaca tetap mendukung agar proses pencarian terhadap Iqbal dapat berjalan lebih maksimal sehingga korban segera ditemukan. (wir)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Operasi pencarian korban kapal pompong tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti, mulai membuahkan hasil. Setelah tiga hari penyisiran, Tim SAR gabungan menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya hingga Rabu (5/8) petang masih belum ditemukan.

Korban yang ditemukan adalah Amir (50), warga Desa Teluk Belitung. Jenazahnya ditemukan warga sekitar pukul 12.25 WIB, kemudian dievakuasi oleh Tim SAR gabungan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sementara itu, Iqbal (25), warga Desa Kampung Balak, masih dinyatakan hilang. Tim SAR memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Kamis (6/8).

Kepala Basarnas Pekanbaru melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengatakan tim langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga mengenai penemuan korban.

Baca Juga:  Mulai 1 September, Tarif Penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan Naik Hingga 100 Persen

“Pada pukul 12.25 WIB kami menerima informasi dari masyarakat terkait penemuan satu korban. Tim langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Korban teridentifikasi atas nama Amir dan telah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Peristiwa itu terjadi pada Ahad (3/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, sebuah kapal pompong yang mengangkut empat pekerja sagu berangkat dari Kampung Balak menuju Sungai Metas untuk mengambil sekaligus menebang pohon sagu.

Namun, ketika melintasi perairan Desa Mengkikip, kapal yang mereka tumpangi tiba-tiba tenggelam.

Dua penumpang, Ivan (30) dan Bobi (30), berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan Amir dan Iqbal hilang terbawa arus.

Sejak hari pertama, Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian. Pada hari kedua, area pencarian diperluas hingga lima mil laut persegi, namun belum membuahkan hasil.

Baca Juga:  Hilang Saat Cari Kerang, Nenek Zaleha Ditemukan Selamat Setelah 24 Jam Tersesat

Memasuki hari ketiga, penyisiran kembali diperluas menjadi tujuh mil laut persegi. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya Amir dalam kondisi meninggal dunia.

“Meskipun satu korban telah ditemukan, operasi pencarian belum selesai. Korban terakhir masih belum ditemukan sehingga penyisiran dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis pagi,” kata Prima.

Tim SAR gabungan berharap kondisi cuaca tetap mendukung agar proses pencarian terhadap Iqbal dapat berjalan lebih maksimal sehingga korban segera ditemukan. (wir)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari