Kamis, 8 Oktober 2026
- Advertisement -

Tiga Dusun Teluk Buntal Masih Terendam, 156 Rumah Warga di Meranti Terdampak

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Sedikitnya 156 rumah warga di tiga dusun Desa Teluk Buntal, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, masih terdampak banjir air gambut yang merendam permukiman sejak pertengahan Desember 2025.

Selain rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum, kebun masyarakat, serta ruas jalan penghubung antar-dusun yang menjadi akses utama aktivitas harian warga. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat lumpuh total selama beberapa hari.

Meski air mulai berangsur surut, dampak banjir yang terjadi sejak 16 Desember 2025 tersebut masih dirasakan hingga kini. Sejumlah rumah belum bisa ditempati secara normal, sementara kebun warga belum sepenuhnya pulih, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat terganggu.

Banjir tersebut diduga dipicu oleh luapan kanal milik salah satu perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan permukiman warga.

Baca Juga:  Banjir Rob Rendam Pelabuhan Selatpanjang, Pelindo Turunkan 10 Becak Gratis untuk Penumpang

“Air masuk ke rumah kami sampai sepinggang orang dewasa. Perabot banyak yang rusak, kebun mati. Perusahaan baru datang setelah berhari-hari. Kami seperti dibiarkan menghadapi bencana ini sendiri,” keluh Sulaiman, salah seorang warga, Ahad (28/12).

Camat Tebingtinggi Timur, Mazlin Jamal, membenarkan bahwa banjir melanda tiga dusun di Desa Teluk Buntal. Ia menyebut kondisi terparah terjadi selama lima hari sejak awal kejadian.

“Pada saat puncaknya, seluruh jalan di beberapa dusun terendam lebih dari 50 sentimeter. Rumah dan kebun warga bahkan tergenang air lebih dari satu meter,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Mazlin, air memang sudah mulai surut. Namun genangan setinggi mata kaki masih terlihat di sejumlah titik dan menyisakan dampak yang belum sepenuhnya pulih.(wir)

Baca Juga:  ASN Diminta Tingkatkan Disiplin

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Sedikitnya 156 rumah warga di tiga dusun Desa Teluk Buntal, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, masih terdampak banjir air gambut yang merendam permukiman sejak pertengahan Desember 2025.

Selain rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum, kebun masyarakat, serta ruas jalan penghubung antar-dusun yang menjadi akses utama aktivitas harian warga. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat lumpuh total selama beberapa hari.

Meski air mulai berangsur surut, dampak banjir yang terjadi sejak 16 Desember 2025 tersebut masih dirasakan hingga kini. Sejumlah rumah belum bisa ditempati secara normal, sementara kebun warga belum sepenuhnya pulih, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat terganggu.

Banjir tersebut diduga dipicu oleh luapan kanal milik salah satu perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan permukiman warga.

Baca Juga:  Sempat Alami Kelangkaan, Gas LPG 3 Kg di Meranti Hari Ini Dipasok

“Air masuk ke rumah kami sampai sepinggang orang dewasa. Perabot banyak yang rusak, kebun mati. Perusahaan baru datang setelah berhari-hari. Kami seperti dibiarkan menghadapi bencana ini sendiri,” keluh Sulaiman, salah seorang warga, Ahad (28/12).

- Advertisement -

Camat Tebingtinggi Timur, Mazlin Jamal, membenarkan bahwa banjir melanda tiga dusun di Desa Teluk Buntal. Ia menyebut kondisi terparah terjadi selama lima hari sejak awal kejadian.

“Pada saat puncaknya, seluruh jalan di beberapa dusun terendam lebih dari 50 sentimeter. Rumah dan kebun warga bahkan tergenang air lebih dari satu meter,” ungkapnya.

- Advertisement -

Saat ini, lanjut Mazlin, air memang sudah mulai surut. Namun genangan setinggi mata kaki masih terlihat di sejumlah titik dan menyisakan dampak yang belum sepenuhnya pulih.(wir)

Baca Juga:  Pengurus Sementara LAMR Diberi Waktu Dua Bulan
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Sedikitnya 156 rumah warga di tiga dusun Desa Teluk Buntal, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, masih terdampak banjir air gambut yang merendam permukiman sejak pertengahan Desember 2025.

Selain rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum, kebun masyarakat, serta ruas jalan penghubung antar-dusun yang menjadi akses utama aktivitas harian warga. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat lumpuh total selama beberapa hari.

Meski air mulai berangsur surut, dampak banjir yang terjadi sejak 16 Desember 2025 tersebut masih dirasakan hingga kini. Sejumlah rumah belum bisa ditempati secara normal, sementara kebun warga belum sepenuhnya pulih, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat terganggu.

Banjir tersebut diduga dipicu oleh luapan kanal milik salah satu perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan permukiman warga.

Baca Juga:  Banjir Rob Rendam Pelabuhan Selatpanjang, Pelindo Turunkan 10 Becak Gratis untuk Penumpang

“Air masuk ke rumah kami sampai sepinggang orang dewasa. Perabot banyak yang rusak, kebun mati. Perusahaan baru datang setelah berhari-hari. Kami seperti dibiarkan menghadapi bencana ini sendiri,” keluh Sulaiman, salah seorang warga, Ahad (28/12).

Camat Tebingtinggi Timur, Mazlin Jamal, membenarkan bahwa banjir melanda tiga dusun di Desa Teluk Buntal. Ia menyebut kondisi terparah terjadi selama lima hari sejak awal kejadian.

“Pada saat puncaknya, seluruh jalan di beberapa dusun terendam lebih dari 50 sentimeter. Rumah dan kebun warga bahkan tergenang air lebih dari satu meter,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Mazlin, air memang sudah mulai surut. Namun genangan setinggi mata kaki masih terlihat di sejumlah titik dan menyisakan dampak yang belum sepenuhnya pulih.(wir)

Baca Juga:  PSMTI Riau Serahkan Bantuan Korban Banjir

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari