TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Seekor buaya sepanjang sekitar 2,5 meter yang selama tiga bulan terakhir meresahkan warga Kelurahan Kuala Lahang, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), akhirnya berhasil diamankan pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Proses penangkapan dilakukan warga bersama personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil serta jajaran Polsek Gaung.
Buaya tersebut beberapa kali terlihat muncul di perairan Sungai Gaung. Kemunculannya membuat masyarakat khawatir karena sungai tersebut masih menjadi jalur transportasi utama sekaligus lokasi warga mencari nafkah setiap hari.
Keberadaan satwa liar itu dinilai membahayakan keselamatan masyarakat yang rutin beraktivitas di sungai, sehingga warga berharap buaya tersebut segera ditangani.
Keresahan warga semakin meningkat setelah sekitar satu bulan lalu seorang warga dilaporkan menjadi korban serangan buaya di kawasan Sungai Gaung. Peristiwa itu membuat masyarakat semakin waspada terhadap kemunculan reptil tersebut.
Kapolsek Gaung AKP Edi Dalianto melalui Kanit Reskrim Ipda Indra Lesamana SH MH mengatakan, buaya yang berhasil diamankan memiliki panjang sekitar 2,5 meter dengan lebar kurang lebih 40 sentimeter.
“Saat diamankan, kondisi buaya masih hidup dan tidak ditemukan luka pada tubuhnya,” ujar Indra.
Setelah berhasil ditangkap, petugas melakban mulut buaya dan mengikat tubuhnya menggunakan tali untuk memudahkan proses evakuasi.
Saat ini, buaya tersebut dibawa menuju Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir untuk penanganan lebih lanjut.
Indra mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di Sungai Gaung, mengingat kawasan tersebut merupakan habitat alami buaya.
Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila kembali melihat kemunculan buaya agar dapat segera dilakukan penanganan.
“Apabila masyarakat kembali melihat kemunculan buaya, segera laporkan kepada aparat atau instansi terkait agar dapat segera ditangani. Penanganan yang cepat diperlukan untuk mencegah jatuhnya korban sekaligus menjaga keberadaan buaya sebagai satwa yang dilindungi,” tutupnya.

