Jumat, 4 September 2026
- Advertisement -

Mahasiswa ITB Indragiri Bikin Agroeduwisata, Pengunjung Bisa Petik Melon Langsung

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi (Prodi) S-1 Agribisnis Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri berhasil mengubah lahan seluas 0,8 hektare menjadi kawasan agroeduwisata. Di lokasi tersebut, mahasiswa membudidayakan melon madu sebagai komoditas utama, disertai berbagai tanaman palawija yang menjadi sarana pembelajaran sekaligus destinasi edukasi bagi masyarakat.

Agroeduwisata yang berada di seberang Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), itu memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Selain menikmati suasana perkebunan, pengunjung juga dapat memetik langsung buah melon madu yang telah siap panen.

Bagi mahasiswa, keberadaan lahan tersebut menjadi laboratorium lapangan untuk mendukung proses perkuliahan. Mereka mempelajari seluruh tahapan agribisnis, mulai dari budidaya, pengelolaan hasil panen hingga praktik melayani masyarakat dalam kegiatan jual beli hasil pertanian.

Pada tahap pertama, mahasiswa menanam melon madu bersama sejumlah tanaman lain seperti labu air, semangka, sawi, jagung, cabai, dan terong. Program tersebut telah membuahkan hasil, bahkan mampu menghasilkan dana abadi yang diperuntukkan bagi pengembangan Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri.

Baca Juga:  Tak Menyangka, Ibu Rumah Tangga di Inhu Menang Undian Simpedes BRI

Ketua Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri, Khairudin, mengatakan program tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak kampus. Bahkan, Rektor ITB Indragiri, Raja Marwan Indra Saputra, tidak hanya meresmikan pembukaan kawasan agroeduwisata, tetapi juga memberikan dukungan pendanaan untuk pengembangannya.

Menurut Khairudin, melon madu menjadi komoditas unggulan karena memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan produk yang banyak dijual di pasaran.

Ia menjelaskan, melon madu yang dibudidayakan mahasiswa memiliki tingkat kemanisan antara 12 hingga 13 derajat brix. Sementara melon yang beredar di pasaran umumnya memiliki kadar gula di bawah 10 derajat brix.

“Melon madu yang ada di agroeduwisata kami sangat manis. Hal itu juga diakui oleh pengunjung yang datang,” ujarnya.

Pengunjung yang datang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, kelompok tani hingga siswa dari berbagai sekolah. Selama berkunjung, mahasiswa memberikan edukasi mengenai proses pembibitan, masa tanam, teknik perawatan tanaman hingga kandungan gizi yang terdapat pada buah.

Baca Juga:  Univrab Ukir Rekor MURI, Penulisan Biografi Tokoh Nasional Terbanyak

Dengan konsep tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati hasil panen, tetapi juga memperoleh pengetahuan seputar budidaya tanaman.

Khairudin menambahkan, keberadaan agroeduwisata juga telah menghasilkan dana abadi yang nantinya dimanfaatkan untuk pengembangan program selanjutnya.

“Melalui program itu, hendaknya mahasiswa lebih memahami bisnis lebih luas dan masyarakat lebih memahami tentang buah-buahan,” harapnya.

Ke depan, Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri akan memasuki masa tanam tahap kedua. Antusiasme masyarakat terhadap agroeduwisata tersebut juga terus meningkat. Bahkan, berbagai pihak telah menghubungi kampus untuk menjadwalkan kunjungan ke lokasi agroeduwisata.

“Kami sudah sering ditelepon berbagai pihak untuk menjadwalkan kunjungan ke agroeduwisata Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri,” tutupnya. (kas)

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi (Prodi) S-1 Agribisnis Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri berhasil mengubah lahan seluas 0,8 hektare menjadi kawasan agroeduwisata. Di lokasi tersebut, mahasiswa membudidayakan melon madu sebagai komoditas utama, disertai berbagai tanaman palawija yang menjadi sarana pembelajaran sekaligus destinasi edukasi bagi masyarakat.

Agroeduwisata yang berada di seberang Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), itu memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Selain menikmati suasana perkebunan, pengunjung juga dapat memetik langsung buah melon madu yang telah siap panen.

Bagi mahasiswa, keberadaan lahan tersebut menjadi laboratorium lapangan untuk mendukung proses perkuliahan. Mereka mempelajari seluruh tahapan agribisnis, mulai dari budidaya, pengelolaan hasil panen hingga praktik melayani masyarakat dalam kegiatan jual beli hasil pertanian.

Pada tahap pertama, mahasiswa menanam melon madu bersama sejumlah tanaman lain seperti labu air, semangka, sawi, jagung, cabai, dan terong. Program tersebut telah membuahkan hasil, bahkan mampu menghasilkan dana abadi yang diperuntukkan bagi pengembangan Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri.

Baca Juga:  Disdukcapil Musnahkan 3.173 Blanko KTP-el

Ketua Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri, Khairudin, mengatakan program tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak kampus. Bahkan, Rektor ITB Indragiri, Raja Marwan Indra Saputra, tidak hanya meresmikan pembukaan kawasan agroeduwisata, tetapi juga memberikan dukungan pendanaan untuk pengembangannya.

- Advertisement -

Menurut Khairudin, melon madu menjadi komoditas unggulan karena memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan produk yang banyak dijual di pasaran.

Ia menjelaskan, melon madu yang dibudidayakan mahasiswa memiliki tingkat kemanisan antara 12 hingga 13 derajat brix. Sementara melon yang beredar di pasaran umumnya memiliki kadar gula di bawah 10 derajat brix.

- Advertisement -

“Melon madu yang ada di agroeduwisata kami sangat manis. Hal itu juga diakui oleh pengunjung yang datang,” ujarnya.

Pengunjung yang datang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, kelompok tani hingga siswa dari berbagai sekolah. Selama berkunjung, mahasiswa memberikan edukasi mengenai proses pembibitan, masa tanam, teknik perawatan tanaman hingga kandungan gizi yang terdapat pada buah.

Baca Juga:  Mengajak Masyarakat untuk Berbagi Ruang dengan Satwa yang Dilindungi

Dengan konsep tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati hasil panen, tetapi juga memperoleh pengetahuan seputar budidaya tanaman.

Khairudin menambahkan, keberadaan agroeduwisata juga telah menghasilkan dana abadi yang nantinya dimanfaatkan untuk pengembangan program selanjutnya.

“Melalui program itu, hendaknya mahasiswa lebih memahami bisnis lebih luas dan masyarakat lebih memahami tentang buah-buahan,” harapnya.

Ke depan, Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri akan memasuki masa tanam tahap kedua. Antusiasme masyarakat terhadap agroeduwisata tersebut juga terus meningkat. Bahkan, berbagai pihak telah menghubungi kampus untuk menjadwalkan kunjungan ke lokasi agroeduwisata.

“Kami sudah sering ditelepon berbagai pihak untuk menjadwalkan kunjungan ke agroeduwisata Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri,” tutupnya. (kas)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi (Prodi) S-1 Agribisnis Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri berhasil mengubah lahan seluas 0,8 hektare menjadi kawasan agroeduwisata. Di lokasi tersebut, mahasiswa membudidayakan melon madu sebagai komoditas utama, disertai berbagai tanaman palawija yang menjadi sarana pembelajaran sekaligus destinasi edukasi bagi masyarakat.

Agroeduwisata yang berada di seberang Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), itu memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Selain menikmati suasana perkebunan, pengunjung juga dapat memetik langsung buah melon madu yang telah siap panen.

Bagi mahasiswa, keberadaan lahan tersebut menjadi laboratorium lapangan untuk mendukung proses perkuliahan. Mereka mempelajari seluruh tahapan agribisnis, mulai dari budidaya, pengelolaan hasil panen hingga praktik melayani masyarakat dalam kegiatan jual beli hasil pertanian.

Pada tahap pertama, mahasiswa menanam melon madu bersama sejumlah tanaman lain seperti labu air, semangka, sawi, jagung, cabai, dan terong. Program tersebut telah membuahkan hasil, bahkan mampu menghasilkan dana abadi yang diperuntukkan bagi pengembangan Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri.

Baca Juga:  Disdukcapil Musnahkan 3.173 Blanko KTP-el

Ketua Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri, Khairudin, mengatakan program tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak kampus. Bahkan, Rektor ITB Indragiri, Raja Marwan Indra Saputra, tidak hanya meresmikan pembukaan kawasan agroeduwisata, tetapi juga memberikan dukungan pendanaan untuk pengembangannya.

Menurut Khairudin, melon madu menjadi komoditas unggulan karena memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan produk yang banyak dijual di pasaran.

Ia menjelaskan, melon madu yang dibudidayakan mahasiswa memiliki tingkat kemanisan antara 12 hingga 13 derajat brix. Sementara melon yang beredar di pasaran umumnya memiliki kadar gula di bawah 10 derajat brix.

“Melon madu yang ada di agroeduwisata kami sangat manis. Hal itu juga diakui oleh pengunjung yang datang,” ujarnya.

Pengunjung yang datang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, kelompok tani hingga siswa dari berbagai sekolah. Selama berkunjung, mahasiswa memberikan edukasi mengenai proses pembibitan, masa tanam, teknik perawatan tanaman hingga kandungan gizi yang terdapat pada buah.

Baca Juga:  Klaim Perekonomian Meroket Tahun 2050

Dengan konsep tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati hasil panen, tetapi juga memperoleh pengetahuan seputar budidaya tanaman.

Khairudin menambahkan, keberadaan agroeduwisata juga telah menghasilkan dana abadi yang nantinya dimanfaatkan untuk pengembangan program selanjutnya.

“Melalui program itu, hendaknya mahasiswa lebih memahami bisnis lebih luas dan masyarakat lebih memahami tentang buah-buahan,” harapnya.

Ke depan, Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri akan memasuki masa tanam tahap kedua. Antusiasme masyarakat terhadap agroeduwisata tersebut juga terus meningkat. Bahkan, berbagai pihak telah menghubungi kampus untuk menjadwalkan kunjungan ke lokasi agroeduwisata.

“Kami sudah sering ditelepon berbagai pihak untuk menjadwalkan kunjungan ke agroeduwisata Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri,” tutupnya. (kas)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari