Minggu, 17 Mei 2026
- Advertisement -

Warga Terpaksa Mandi dengan Air Parit

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Krisis air bersih akibat kemarau panjang dan menurun drastis debit air baku PDAM Tirta Terubuk Bengkalis selama dua pekan, membuat produksinya dihentikan sementara. Karena sulitnya mendapatkan air bersih, pelanggan PDAM Tirta Terubuk terpaksa menggunakan air parit berwarna coklat, yang ambil menggunakan galon.

”Ya, terpaksa kita ambil air parit buat manda dan juga untuk kebutuhan lain. Karena air bersih sama sekali tak mengalir ke rumah kami,” ujar Amat, warga Damon, Bengkalis, Rabu (13/8).

Ia menyebutkan, kondisi ini sudah terjadi cukup lama, sedangkan PDAM tidak ada solusi. Seharusnya PDAM yang memproduksi air secara terbatas, hendaknya melakukan gerakan bagi-bagi air bersih ke pelanggannya.

”Seharusnya ada solusi, bukan kami dibiarkan susah mendapatkan air bersih,” harapnya

Baca Juga:  Kuatkan Umat, Mari Cegah Pengaruh Negatif

Sedang waduk PDAM di Desa Wonosari yang sempat menyusut drastis, saat ini tidak bisa diolah dengan mesin teknologi nano filter milik perusahaan plat merah, karena air baku yang ada bercampur lumpur, akibat dilakukan normalisasi mengginakan alat berat amphibi, sehingga tidak bisa diolah mesin canggih tersebut .

Di sisi lain, air baku yang ada hanya bisa dioleh melalui pengolahan konvensional dengan mencampurkan zat kimia. Ironisnya, semenjak memakai teknologi nano filter, pihak PDAM Bengkalis tidak lagi membeli zat kimia untuk menjernihkan air.

”Ya, produksi terpaksa kita hentikan, karena debit air baku di waduk Wonosari turun drastis karena musim panas. Air baku yang ada hanya bisa diolah secara konvensional, tapi zat kimianya tak ada, karena semenjak kita pakai nano filter tak lagi melakukan pengadaan zat kimia,” ujar Kepala Bagian Teknik PDAM Tirta Terubuk Harry Kumbara, Rabu (13/8).

Baca Juga:  Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Akibat PDAM menghentikan produksi, sebanyak 4.900 pelanggan PDAM kebingungan. Apalagi, rumah tangga yang tidak memiliki sumur atau sumur bor. Mereka terpaksa membeli air galon isi ulang untuk keperluan sehari-hari. Bahkan ada yang mandi dengan air parit yang belum tentu terjamin kebersihannya.

Selain mengambil air parit untuk keperluan sehari-hari, ada juga warga yang menumpang mandi di masjid. Seperti di Jalan Pertanian, Bengkalis.(yls)

Laporan ABU KASIM, Bengkalis






Reporter: Abu Kasim

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Krisis air bersih akibat kemarau panjang dan menurun drastis debit air baku PDAM Tirta Terubuk Bengkalis selama dua pekan, membuat produksinya dihentikan sementara. Karena sulitnya mendapatkan air bersih, pelanggan PDAM Tirta Terubuk terpaksa menggunakan air parit berwarna coklat, yang ambil menggunakan galon.

”Ya, terpaksa kita ambil air parit buat manda dan juga untuk kebutuhan lain. Karena air bersih sama sekali tak mengalir ke rumah kami,” ujar Amat, warga Damon, Bengkalis, Rabu (13/8).

Ia menyebutkan, kondisi ini sudah terjadi cukup lama, sedangkan PDAM tidak ada solusi. Seharusnya PDAM yang memproduksi air secara terbatas, hendaknya melakukan gerakan bagi-bagi air bersih ke pelanggannya.

”Seharusnya ada solusi, bukan kami dibiarkan susah mendapatkan air bersih,” harapnya

Baca Juga:  Tokoh Sakai, M Yatim Tutup Usia

Sedang waduk PDAM di Desa Wonosari yang sempat menyusut drastis, saat ini tidak bisa diolah dengan mesin teknologi nano filter milik perusahaan plat merah, karena air baku yang ada bercampur lumpur, akibat dilakukan normalisasi mengginakan alat berat amphibi, sehingga tidak bisa diolah mesin canggih tersebut .

- Advertisement -

Di sisi lain, air baku yang ada hanya bisa dioleh melalui pengolahan konvensional dengan mencampurkan zat kimia. Ironisnya, semenjak memakai teknologi nano filter, pihak PDAM Bengkalis tidak lagi membeli zat kimia untuk menjernihkan air.

”Ya, produksi terpaksa kita hentikan, karena debit air baku di waduk Wonosari turun drastis karena musim panas. Air baku yang ada hanya bisa diolah secara konvensional, tapi zat kimianya tak ada, karena semenjak kita pakai nano filter tak lagi melakukan pengadaan zat kimia,” ujar Kepala Bagian Teknik PDAM Tirta Terubuk Harry Kumbara, Rabu (13/8).

- Advertisement -
Baca Juga:  Harga Cabai Merah di Riau Tembus Rp130 Ribu, Warga Terpaksa Hemat Belanja

Akibat PDAM menghentikan produksi, sebanyak 4.900 pelanggan PDAM kebingungan. Apalagi, rumah tangga yang tidak memiliki sumur atau sumur bor. Mereka terpaksa membeli air galon isi ulang untuk keperluan sehari-hari. Bahkan ada yang mandi dengan air parit yang belum tentu terjamin kebersihannya.

Selain mengambil air parit untuk keperluan sehari-hari, ada juga warga yang menumpang mandi di masjid. Seperti di Jalan Pertanian, Bengkalis.(yls)

Laporan ABU KASIM, Bengkalis






Reporter: Abu Kasim
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Krisis air bersih akibat kemarau panjang dan menurun drastis debit air baku PDAM Tirta Terubuk Bengkalis selama dua pekan, membuat produksinya dihentikan sementara. Karena sulitnya mendapatkan air bersih, pelanggan PDAM Tirta Terubuk terpaksa menggunakan air parit berwarna coklat, yang ambil menggunakan galon.

”Ya, terpaksa kita ambil air parit buat manda dan juga untuk kebutuhan lain. Karena air bersih sama sekali tak mengalir ke rumah kami,” ujar Amat, warga Damon, Bengkalis, Rabu (13/8).

Ia menyebutkan, kondisi ini sudah terjadi cukup lama, sedangkan PDAM tidak ada solusi. Seharusnya PDAM yang memproduksi air secara terbatas, hendaknya melakukan gerakan bagi-bagi air bersih ke pelanggannya.

”Seharusnya ada solusi, bukan kami dibiarkan susah mendapatkan air bersih,” harapnya

Baca Juga:  EMP Malacca Strait Sosialisasikan Seismik ke Pemkab Bengkalis

Sedang waduk PDAM di Desa Wonosari yang sempat menyusut drastis, saat ini tidak bisa diolah dengan mesin teknologi nano filter milik perusahaan plat merah, karena air baku yang ada bercampur lumpur, akibat dilakukan normalisasi mengginakan alat berat amphibi, sehingga tidak bisa diolah mesin canggih tersebut .

Di sisi lain, air baku yang ada hanya bisa dioleh melalui pengolahan konvensional dengan mencampurkan zat kimia. Ironisnya, semenjak memakai teknologi nano filter, pihak PDAM Bengkalis tidak lagi membeli zat kimia untuk menjernihkan air.

”Ya, produksi terpaksa kita hentikan, karena debit air baku di waduk Wonosari turun drastis karena musim panas. Air baku yang ada hanya bisa diolah secara konvensional, tapi zat kimianya tak ada, karena semenjak kita pakai nano filter tak lagi melakukan pengadaan zat kimia,” ujar Kepala Bagian Teknik PDAM Tirta Terubuk Harry Kumbara, Rabu (13/8).

Baca Juga:  Di Bengkalis, Jumlah Pasien Positif Covid-19 Capai 86 Orang

Akibat PDAM menghentikan produksi, sebanyak 4.900 pelanggan PDAM kebingungan. Apalagi, rumah tangga yang tidak memiliki sumur atau sumur bor. Mereka terpaksa membeli air galon isi ulang untuk keperluan sehari-hari. Bahkan ada yang mandi dengan air parit yang belum tentu terjamin kebersihannya.

Selain mengambil air parit untuk keperluan sehari-hari, ada juga warga yang menumpang mandi di masjid. Seperti di Jalan Pertanian, Bengkalis.(yls)

Laporan ABU KASIM, Bengkalis






Reporter: Abu Kasim

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari