Rabu, 6 Mei 2026
- Advertisement -

Api Kembali Bakar Lahan di Kerumutan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah titik api yang menyebabkan karhutla di Pelalawan kembali meluas. Seperti yang terjadi di Desa Mak Teduh Kecamatan Kerumutan, Ahad (25/8) pagi. Kobaran api tampak terlihat membakar sejumlah lahan, baik lahan yang ditumbuhi pohon akasia serta lahan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.

Warga yang melihat karhutla tersebut pun berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya agar api tidak meluas. Bahkan, mereka melaporkan kejadian tersebut kepada tim satgas terpadu karhutla Pelalawan.

"Ya, Ahad (25/8) sekitar pukul 09.00 WIB, saya mendapat informasi dari keluarga di Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan kembali terjadinya karhutla di desa tersebut. Kobaran api terlihat membakar belasan hektare lahan. Ini menyebabkan kembali memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang tampak semakin parah dan pekat," terang salah seorang tokoh Pemuda Pelalawan Dedi Azwandi kepada Riaupos.co, kemarin.

Baca Juga:  Bertambah Lagi, Hari Ini 41 Kasus Positif Baru di Riau

Ditambahkannya, di lokasi kejadian, api tampak sangat besar dan memanjang. Belasan warga yang melihat kejadian tersebut pun tampak melakukan upaya pemadaman dengan peralatan seadanya. Namun, kondisi rumput ilang dan semak belukar yang telah mengering di lahan gambut tersebut serta tiupan yang yang cukup kencang, menyebabkan api cepat membesar.  
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Drs Hadi Penandio MSi mengatakan, Ahad (25/8) kembali ditemukan 20 titik panas (hot spot) di Pelalawan yang terpantau satelit. Di mana dari jumlah tersebut, 15 titik panas di antaranya dengan level confidence yang diperkirakan merupakan titik api. Akibat karhutla tersebut, saat ini jarak pandang di Pelalawan 3 kilometer.

Baca Juga:  Ditargetkan Buka Dua Arah sebelum Nataru, Lintas Riau-Sumbar Buka Tutup selama Uji Coba

"Saat ini masih ditemukan sejumlah titik api yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pelalawan seperti di Desa Segamai, Desa Gambut Mutiara dan Kelurahan Teluk Meranti Kecamatan Teluk Meranti. Desa Merbau Kecamatan Bunut dan di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui, tepatnya di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN)," ujarnya.(amn)

Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini

Editor Rinaldi

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah titik api yang menyebabkan karhutla di Pelalawan kembali meluas. Seperti yang terjadi di Desa Mak Teduh Kecamatan Kerumutan, Ahad (25/8) pagi. Kobaran api tampak terlihat membakar sejumlah lahan, baik lahan yang ditumbuhi pohon akasia serta lahan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.

Warga yang melihat karhutla tersebut pun berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya agar api tidak meluas. Bahkan, mereka melaporkan kejadian tersebut kepada tim satgas terpadu karhutla Pelalawan.

"Ya, Ahad (25/8) sekitar pukul 09.00 WIB, saya mendapat informasi dari keluarga di Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan kembali terjadinya karhutla di desa tersebut. Kobaran api terlihat membakar belasan hektare lahan. Ini menyebabkan kembali memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang tampak semakin parah dan pekat," terang salah seorang tokoh Pemuda Pelalawan Dedi Azwandi kepada Riaupos.co, kemarin.

Baca Juga:  Bertambah Lagi, Hari Ini 41 Kasus Positif Baru di Riau

Ditambahkannya, di lokasi kejadian, api tampak sangat besar dan memanjang. Belasan warga yang melihat kejadian tersebut pun tampak melakukan upaya pemadaman dengan peralatan seadanya. Namun, kondisi rumput ilang dan semak belukar yang telah mengering di lahan gambut tersebut serta tiupan yang yang cukup kencang, menyebabkan api cepat membesar.  
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Drs Hadi Penandio MSi mengatakan, Ahad (25/8) kembali ditemukan 20 titik panas (hot spot) di Pelalawan yang terpantau satelit. Di mana dari jumlah tersebut, 15 titik panas di antaranya dengan level confidence yang diperkirakan merupakan titik api. Akibat karhutla tersebut, saat ini jarak pandang di Pelalawan 3 kilometer.

Baca Juga:  Calon Komisioner KI dan KPID Ikuti Fit and Proper Test

"Saat ini masih ditemukan sejumlah titik api yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pelalawan seperti di Desa Segamai, Desa Gambut Mutiara dan Kelurahan Teluk Meranti Kecamatan Teluk Meranti. Desa Merbau Kecamatan Bunut dan di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui, tepatnya di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN)," ujarnya.(amn)

- Advertisement -

Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini

Editor Rinaldi

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah titik api yang menyebabkan karhutla di Pelalawan kembali meluas. Seperti yang terjadi di Desa Mak Teduh Kecamatan Kerumutan, Ahad (25/8) pagi. Kobaran api tampak terlihat membakar sejumlah lahan, baik lahan yang ditumbuhi pohon akasia serta lahan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.

Warga yang melihat karhutla tersebut pun berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya agar api tidak meluas. Bahkan, mereka melaporkan kejadian tersebut kepada tim satgas terpadu karhutla Pelalawan.

"Ya, Ahad (25/8) sekitar pukul 09.00 WIB, saya mendapat informasi dari keluarga di Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan kembali terjadinya karhutla di desa tersebut. Kobaran api terlihat membakar belasan hektare lahan. Ini menyebabkan kembali memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang tampak semakin parah dan pekat," terang salah seorang tokoh Pemuda Pelalawan Dedi Azwandi kepada Riaupos.co, kemarin.

Baca Juga:  Bertambah Lagi, Hari Ini 41 Kasus Positif Baru di Riau

Ditambahkannya, di lokasi kejadian, api tampak sangat besar dan memanjang. Belasan warga yang melihat kejadian tersebut pun tampak melakukan upaya pemadaman dengan peralatan seadanya. Namun, kondisi rumput ilang dan semak belukar yang telah mengering di lahan gambut tersebut serta tiupan yang yang cukup kencang, menyebabkan api cepat membesar.  
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Drs Hadi Penandio MSi mengatakan, Ahad (25/8) kembali ditemukan 20 titik panas (hot spot) di Pelalawan yang terpantau satelit. Di mana dari jumlah tersebut, 15 titik panas di antaranya dengan level confidence yang diperkirakan merupakan titik api. Akibat karhutla tersebut, saat ini jarak pandang di Pelalawan 3 kilometer.

Baca Juga:  Pj Gubri Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap LKPj

"Saat ini masih ditemukan sejumlah titik api yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pelalawan seperti di Desa Segamai, Desa Gambut Mutiara dan Kelurahan Teluk Meranti Kecamatan Teluk Meranti. Desa Merbau Kecamatan Bunut dan di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui, tepatnya di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN)," ujarnya.(amn)

Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini

Editor Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari