Senin, 29 Juni 2026
- Advertisement -

Bripda Rizky Dikebumikan di Dayun

SIAK (RIAUPOS.CO) — Bripda Rizky Setiawan Pratama (23) anggota Brimob Polda DIY meninggal dunia setelah tersambar petir di Gunung Welirang, Jawa Timur (Jatim)  Senin (16/12). Almarhum Rizky dikebumikan di kampung halamannya Desa Suka Mulia, Kecamatan Dayun, Rabu (18/12).

Rizky asal putra Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak,  tengah mengikuti pendidikan spesialis Bintara Dasar Brimob merupakan Bintara lulusan  2017. Pendidikan yang diikuti Rizky dari 23 Oktober-21 Desember 2019 mendatang.

Sebelum dimakamkan, terlebih dahulu dilaksanakan serah terima jenazah Bripda Rizky dari pihak keluarga kepada Wakil Kapolres Siak Kompol, Abdullah Hariri.

Kemudian pemakaman Bripda Rizky dilakukan  secara upacara militer yang dipimpin Komandan Satyab (Dansat ) Brimob Polda Riau Kombes Pol Abdul Hasyim di pemakaman umum Desa Suka Mulia. Sebelum jenazah disemayamkan dilaksanakan penghormatan terakhir dengan tembakan salvo.

Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol Abdul Hasyim menyampaikan  jajaran Brimob Polda Riau ikut berbelasungkawa terhadap musibah  Bripda Rizky Pratama salah satu terbaik anak bangsa. Semoga amalnya di terima di sisiNya. “Kepada keluarga yang ditinggalkan  untuk tabah dan ikhlas melepas kepergian almarhum,” harapnya.

Baca Juga:  Duterte Akan Berlakukan Hukuman Mati untuk Penjahat Narkoba

Pantauan di lapangan, ratusan masyarakat turut mengantar kepergian anak pertama dari tiga bersaudara dengan berjalan kaki. Suasana sedih begitu terasa saat jenazah Rizky akan dimasukkan ke liang lahat. Isak tangis dari keluarga mengiringi kepergian almarhum menuju tempat peristirahatan terakhir anak dari pasangan Jumari dan Sumiati ini.

Sebelum jenazah dimasukan liang lahat, pihak keluarga melihat wajah  Bripda Rizki untuk yang terakhir kalinya dengan isak tangis mencium wajah almarhum. Pasalnya dalam semasa tugasnya almarhum Rizky baru pulang ke rumah dua  kali dan yang terakhir pulang untuk selamanya.

Semasa hidupnya almarhum Bripda Rizky bersekolah sampai tingkat SMP di Kecamatan Dayun dan melanjutkan pendidikan di SMK Taruna Pekanbaru.

Menurut pihak  keluarga,   Bripda Rizky merupakan sosok periang. Tidak ada firasat  dan menjelang berapa hari meninggal almarhum masih memberikan kabar berita. "Firasat Rizky pergi tidak ada, hanya berapa hari sebelum meninggal dia menelepon," ujar Yatmi, nenek Bripda Rizky.

Baca Juga:  Canggih, Ada Toilet Pintar yang Bisa Deteksi Kesehatan Lewat Warna Kotoran

Sang nenek mengaku sangat shock dan seakan tidak percaya saat pertama kali cucunya meninggal tersambar petir.

Di mata Yatmi, cucunya itu sangat santun dengan warga kampung dan mudah bergaul. "Dia  mudah berkawan dan sopan dengan warga," ungkapnya dengan wajah sedih.

Informasi diperoleh insiden  terjadi saat terjadi hujan lebat di puncak gunung. Saat itu, anggota Batalyon A Dasba berangkat dari Desa Talunongko, Kecamatan Pasuruan dengan rute Gunung Ringgit dan Gunung Welirang.

Mereka berangkat pukul 06.00 WIB. Namun,  pukul 13.00 WIB, cuaca di puncak gunung dan sekitar wilayah Gunung Ringgit hujan deras. Saat itu dilaporkan ada delapan siswa yang tersambar petir, termasuk di antaranya Rizky Setiawan.(wik)

SIAK (RIAUPOS.CO) — Bripda Rizky Setiawan Pratama (23) anggota Brimob Polda DIY meninggal dunia setelah tersambar petir di Gunung Welirang, Jawa Timur (Jatim)  Senin (16/12). Almarhum Rizky dikebumikan di kampung halamannya Desa Suka Mulia, Kecamatan Dayun, Rabu (18/12).

Rizky asal putra Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak,  tengah mengikuti pendidikan spesialis Bintara Dasar Brimob merupakan Bintara lulusan  2017. Pendidikan yang diikuti Rizky dari 23 Oktober-21 Desember 2019 mendatang.

Sebelum dimakamkan, terlebih dahulu dilaksanakan serah terima jenazah Bripda Rizky dari pihak keluarga kepada Wakil Kapolres Siak Kompol, Abdullah Hariri.

Kemudian pemakaman Bripda Rizky dilakukan  secara upacara militer yang dipimpin Komandan Satyab (Dansat ) Brimob Polda Riau Kombes Pol Abdul Hasyim di pemakaman umum Desa Suka Mulia. Sebelum jenazah disemayamkan dilaksanakan penghormatan terakhir dengan tembakan salvo.

Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol Abdul Hasyim menyampaikan  jajaran Brimob Polda Riau ikut berbelasungkawa terhadap musibah  Bripda Rizky Pratama salah satu terbaik anak bangsa. Semoga amalnya di terima di sisiNya. “Kepada keluarga yang ditinggalkan  untuk tabah dan ikhlas melepas kepergian almarhum,” harapnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  12 Wali Kota Pengurus Apeksi Bahas Permasalahan BPJS Kesehatan dengan Wapres

Pantauan di lapangan, ratusan masyarakat turut mengantar kepergian anak pertama dari tiga bersaudara dengan berjalan kaki. Suasana sedih begitu terasa saat jenazah Rizky akan dimasukkan ke liang lahat. Isak tangis dari keluarga mengiringi kepergian almarhum menuju tempat peristirahatan terakhir anak dari pasangan Jumari dan Sumiati ini.

Sebelum jenazah dimasukan liang lahat, pihak keluarga melihat wajah  Bripda Rizki untuk yang terakhir kalinya dengan isak tangis mencium wajah almarhum. Pasalnya dalam semasa tugasnya almarhum Rizky baru pulang ke rumah dua  kali dan yang terakhir pulang untuk selamanya.

- Advertisement -

Semasa hidupnya almarhum Bripda Rizky bersekolah sampai tingkat SMP di Kecamatan Dayun dan melanjutkan pendidikan di SMK Taruna Pekanbaru.

Menurut pihak  keluarga,   Bripda Rizky merupakan sosok periang. Tidak ada firasat  dan menjelang berapa hari meninggal almarhum masih memberikan kabar berita. "Firasat Rizky pergi tidak ada, hanya berapa hari sebelum meninggal dia menelepon," ujar Yatmi, nenek Bripda Rizky.

Baca Juga:  Canggih, Ada Toilet Pintar yang Bisa Deteksi Kesehatan Lewat Warna Kotoran

Sang nenek mengaku sangat shock dan seakan tidak percaya saat pertama kali cucunya meninggal tersambar petir.

Di mata Yatmi, cucunya itu sangat santun dengan warga kampung dan mudah bergaul. "Dia  mudah berkawan dan sopan dengan warga," ungkapnya dengan wajah sedih.

Informasi diperoleh insiden  terjadi saat terjadi hujan lebat di puncak gunung. Saat itu, anggota Batalyon A Dasba berangkat dari Desa Talunongko, Kecamatan Pasuruan dengan rute Gunung Ringgit dan Gunung Welirang.

Mereka berangkat pukul 06.00 WIB. Namun,  pukul 13.00 WIB, cuaca di puncak gunung dan sekitar wilayah Gunung Ringgit hujan deras. Saat itu dilaporkan ada delapan siswa yang tersambar petir, termasuk di antaranya Rizky Setiawan.(wik)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK (RIAUPOS.CO) — Bripda Rizky Setiawan Pratama (23) anggota Brimob Polda DIY meninggal dunia setelah tersambar petir di Gunung Welirang, Jawa Timur (Jatim)  Senin (16/12). Almarhum Rizky dikebumikan di kampung halamannya Desa Suka Mulia, Kecamatan Dayun, Rabu (18/12).

Rizky asal putra Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak,  tengah mengikuti pendidikan spesialis Bintara Dasar Brimob merupakan Bintara lulusan  2017. Pendidikan yang diikuti Rizky dari 23 Oktober-21 Desember 2019 mendatang.

Sebelum dimakamkan, terlebih dahulu dilaksanakan serah terima jenazah Bripda Rizky dari pihak keluarga kepada Wakil Kapolres Siak Kompol, Abdullah Hariri.

Kemudian pemakaman Bripda Rizky dilakukan  secara upacara militer yang dipimpin Komandan Satyab (Dansat ) Brimob Polda Riau Kombes Pol Abdul Hasyim di pemakaman umum Desa Suka Mulia. Sebelum jenazah disemayamkan dilaksanakan penghormatan terakhir dengan tembakan salvo.

Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol Abdul Hasyim menyampaikan  jajaran Brimob Polda Riau ikut berbelasungkawa terhadap musibah  Bripda Rizky Pratama salah satu terbaik anak bangsa. Semoga amalnya di terima di sisiNya. “Kepada keluarga yang ditinggalkan  untuk tabah dan ikhlas melepas kepergian almarhum,” harapnya.

Baca Juga:  Kata Samad, UU Hasil Revisi Terbukti Lemahkan KPK

Pantauan di lapangan, ratusan masyarakat turut mengantar kepergian anak pertama dari tiga bersaudara dengan berjalan kaki. Suasana sedih begitu terasa saat jenazah Rizky akan dimasukkan ke liang lahat. Isak tangis dari keluarga mengiringi kepergian almarhum menuju tempat peristirahatan terakhir anak dari pasangan Jumari dan Sumiati ini.

Sebelum jenazah dimasukan liang lahat, pihak keluarga melihat wajah  Bripda Rizki untuk yang terakhir kalinya dengan isak tangis mencium wajah almarhum. Pasalnya dalam semasa tugasnya almarhum Rizky baru pulang ke rumah dua  kali dan yang terakhir pulang untuk selamanya.

Semasa hidupnya almarhum Bripda Rizky bersekolah sampai tingkat SMP di Kecamatan Dayun dan melanjutkan pendidikan di SMK Taruna Pekanbaru.

Menurut pihak  keluarga,   Bripda Rizky merupakan sosok periang. Tidak ada firasat  dan menjelang berapa hari meninggal almarhum masih memberikan kabar berita. "Firasat Rizky pergi tidak ada, hanya berapa hari sebelum meninggal dia menelepon," ujar Yatmi, nenek Bripda Rizky.

Baca Juga:  Pabrik Macis Tak Miliki Izin

Sang nenek mengaku sangat shock dan seakan tidak percaya saat pertama kali cucunya meninggal tersambar petir.

Di mata Yatmi, cucunya itu sangat santun dengan warga kampung dan mudah bergaul. "Dia  mudah berkawan dan sopan dengan warga," ungkapnya dengan wajah sedih.

Informasi diperoleh insiden  terjadi saat terjadi hujan lebat di puncak gunung. Saat itu, anggota Batalyon A Dasba berangkat dari Desa Talunongko, Kecamatan Pasuruan dengan rute Gunung Ringgit dan Gunung Welirang.

Mereka berangkat pukul 06.00 WIB. Namun,  pukul 13.00 WIB, cuaca di puncak gunung dan sekitar wilayah Gunung Ringgit hujan deras. Saat itu dilaporkan ada delapan siswa yang tersambar petir, termasuk di antaranya Rizky Setiawan.(wik)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari