PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan peserta didik baru dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengikuti tahun ajaran baru tanpa terkendala biaya pembelian seragam sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, pemko menyiapkan bantuan berupa lima setel seragam lengkap beserta perlengkapan sekolah bagi siswa yang memenuhi syarat.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk menjalankan program bantuan tersebut.
“Lima set baju, lima-limanya kami tanggung beserta perangkat anak sekolahnya,” ujar Agung, Selasa (30/6).
Ia menjelaskan, penentuan penerima bantuan tidak mengacu pada pendataan sebelumnya. Orang tua atau wali murid yang merasa berasal dari keluarga kurang mampu cukup melapor ke pihak sekolah agar selanjutnya dilakukan proses verifikasi.
Tim verifikasi nantinya akan menilai kondisi ekonomi calon penerima dengan melihat tempat tinggal serta pekerjaan orang tua. Selain itu, berbagai faktor lain juga menjadi pertimbangan, seperti orang tua yang tidak memiliki pekerjaan, kehilangan pasangan karena meninggal dunia, perceraian, maupun kondisi ekonomi lainnya yang dinilai membutuhkan bantuan.
Menurut Agung, program tersebut diprioritaskan bagi siswa yang benar-benar tidak mampu membeli seragam sekolah sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Jadi intinya, warga ini tidak mampu membeli baju seragam. Ini jaminan kami,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan sebanyak 7.000 hingga 8.000 siswa dari keluarga kurang mampu akan menerima manfaat program tersebut. Setiap penerima akan memperoleh lima setel seragam sekolah lengkap yang telah disiapkan melalui anggaran pemerintah daerah.(ilo)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan peserta didik baru dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengikuti tahun ajaran baru tanpa terkendala biaya pembelian seragam sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, pemko menyiapkan bantuan berupa lima setel seragam lengkap beserta perlengkapan sekolah bagi siswa yang memenuhi syarat.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk menjalankan program bantuan tersebut.
“Lima set baju, lima-limanya kami tanggung beserta perangkat anak sekolahnya,” ujar Agung, Selasa (30/6).
Ia menjelaskan, penentuan penerima bantuan tidak mengacu pada pendataan sebelumnya. Orang tua atau wali murid yang merasa berasal dari keluarga kurang mampu cukup melapor ke pihak sekolah agar selanjutnya dilakukan proses verifikasi.
Tim verifikasi nantinya akan menilai kondisi ekonomi calon penerima dengan melihat tempat tinggal serta pekerjaan orang tua. Selain itu, berbagai faktor lain juga menjadi pertimbangan, seperti orang tua yang tidak memiliki pekerjaan, kehilangan pasangan karena meninggal dunia, perceraian, maupun kondisi ekonomi lainnya yang dinilai membutuhkan bantuan.
Menurut Agung, program tersebut diprioritaskan bagi siswa yang benar-benar tidak mampu membeli seragam sekolah sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Jadi intinya, warga ini tidak mampu membeli baju seragam. Ini jaminan kami,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan sebanyak 7.000 hingga 8.000 siswa dari keluarga kurang mampu akan menerima manfaat program tersebut. Setiap penerima akan memperoleh lima setel seragam sekolah lengkap yang telah disiapkan melalui anggaran pemerintah daerah.(ilo)