Minggu, 16 Agustus 2026
- Advertisement -

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

RIAUPOS.CO — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, menyebabkan 20 orang meninggal dunia. Basarnas juga mencatat enam korban mengalami luka-luka dan dua orang lainnya masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin mengatakan, total terdapat 28 orang yang terdampak akibat bencana tersebut. Data itu merupakan laporan terbaru yang diterima Basarnas hingga saat ini.

“Jumlah total korban terdampak bencana ada 28 orang. Di antaranya 20 meninggal dunia, 6 luka-luka, dan dilaporkan 2 orang masih tertimbun reruntuhan bangunan,” terang Noer kepada awak media di Posko Pusat Basarnas Command Center.

Untuk menangani kondisi tersebut, Basarnas bersama seluruh potensi SAR di NTT langsung melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Upaya tersebut diperkuat dengan melibatkan TNI, Polri, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga:  Pemerintah Akui Tes Corona di Indonesia Masih Kalah dari Malaysia

Basarnas juga mengerahkan KN Puntadewa yang bergerak dari Maumere menuju Labuan Mbay. Kapal tersebut akan melakukan asesmen sekaligus membantu pelaksanaan operasi SAR di wilayah terdampak.

Selain kapal, satu unit helikopter dari Lanud TNI AU Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat, turut dikerahkan. Basarnas Special Group (BSG) juga dipersiapkan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

“Dipersiapkan untuk memberangkatkan Tim Aju menggunakan fasilitas dari TNI AU untuk melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan, pengendalian di lapangan dan menyelamatkan jiwa manusia yang terdampak akibat bencana,” jelas Noer.

Berdasarkan data yang dihimpun Basarnas, korban tersebar di sejumlah kabupaten di NTT. Di Kabupaten Manggarai Timur, tercatat dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga:  Nelayan Hilang Usai Kapalnya Dihantam Tugboat di Rangsang

Sementara di Kabupaten Sikka, gempa menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan dua korban lainnya terluka.

Di Manggarai Barat, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya mengalami luka-luka.

Korban terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai. Sebanyak delapan orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya masih tertimbun reruntuhan bangunan dan masih dalam penanganan tim SAR.

Basarnas bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat operasi pencarian dan pertolongan untuk menemukan korban yang masih tertimbun serta menangani warga yang terdampak gempa.

RIAUPOS.CO — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, menyebabkan 20 orang meninggal dunia. Basarnas juga mencatat enam korban mengalami luka-luka dan dua orang lainnya masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin mengatakan, total terdapat 28 orang yang terdampak akibat bencana tersebut. Data itu merupakan laporan terbaru yang diterima Basarnas hingga saat ini.

“Jumlah total korban terdampak bencana ada 28 orang. Di antaranya 20 meninggal dunia, 6 luka-luka, dan dilaporkan 2 orang masih tertimbun reruntuhan bangunan,” terang Noer kepada awak media di Posko Pusat Basarnas Command Center.

Untuk menangani kondisi tersebut, Basarnas bersama seluruh potensi SAR di NTT langsung melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Upaya tersebut diperkuat dengan melibatkan TNI, Polri, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga:  Nelayan Hilang Usai Kapalnya Dihantam Tugboat di Rangsang

Basarnas juga mengerahkan KN Puntadewa yang bergerak dari Maumere menuju Labuan Mbay. Kapal tersebut akan melakukan asesmen sekaligus membantu pelaksanaan operasi SAR di wilayah terdampak.

- Advertisement -

Selain kapal, satu unit helikopter dari Lanud TNI AU Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat, turut dikerahkan. Basarnas Special Group (BSG) juga dipersiapkan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

“Dipersiapkan untuk memberangkatkan Tim Aju menggunakan fasilitas dari TNI AU untuk melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan, pengendalian di lapangan dan menyelamatkan jiwa manusia yang terdampak akibat bencana,” jelas Noer.

- Advertisement -

Berdasarkan data yang dihimpun Basarnas, korban tersebar di sejumlah kabupaten di NTT. Di Kabupaten Manggarai Timur, tercatat dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga:  Sepotong Cerita dari Kampung Dayun

Sementara di Kabupaten Sikka, gempa menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan dua korban lainnya terluka.

Di Manggarai Barat, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya mengalami luka-luka.

Korban terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai. Sebanyak delapan orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya masih tertimbun reruntuhan bangunan dan masih dalam penanganan tim SAR.

Basarnas bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat operasi pencarian dan pertolongan untuk menemukan korban yang masih tertimbun serta menangani warga yang terdampak gempa.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RIAUPOS.CO — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, menyebabkan 20 orang meninggal dunia. Basarnas juga mencatat enam korban mengalami luka-luka dan dua orang lainnya masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin mengatakan, total terdapat 28 orang yang terdampak akibat bencana tersebut. Data itu merupakan laporan terbaru yang diterima Basarnas hingga saat ini.

“Jumlah total korban terdampak bencana ada 28 orang. Di antaranya 20 meninggal dunia, 6 luka-luka, dan dilaporkan 2 orang masih tertimbun reruntuhan bangunan,” terang Noer kepada awak media di Posko Pusat Basarnas Command Center.

Untuk menangani kondisi tersebut, Basarnas bersama seluruh potensi SAR di NTT langsung melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Upaya tersebut diperkuat dengan melibatkan TNI, Polri, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga:  Roy Kiyoshi Dikirimi Makanan Berisi Kaca

Basarnas juga mengerahkan KN Puntadewa yang bergerak dari Maumere menuju Labuan Mbay. Kapal tersebut akan melakukan asesmen sekaligus membantu pelaksanaan operasi SAR di wilayah terdampak.

Selain kapal, satu unit helikopter dari Lanud TNI AU Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat, turut dikerahkan. Basarnas Special Group (BSG) juga dipersiapkan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

“Dipersiapkan untuk memberangkatkan Tim Aju menggunakan fasilitas dari TNI AU untuk melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan, pengendalian di lapangan dan menyelamatkan jiwa manusia yang terdampak akibat bencana,” jelas Noer.

Berdasarkan data yang dihimpun Basarnas, korban tersebar di sejumlah kabupaten di NTT. Di Kabupaten Manggarai Timur, tercatat dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga:  Hilang Saat Cari Kerang, Nenek Zaleha Ditemukan Selamat Setelah 24 Jam Tersesat

Sementara di Kabupaten Sikka, gempa menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan dua korban lainnya terluka.

Di Manggarai Barat, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya mengalami luka-luka.

Korban terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai. Sebanyak delapan orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya masih tertimbun reruntuhan bangunan dan masih dalam penanganan tim SAR.

Basarnas bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat operasi pencarian dan pertolongan untuk menemukan korban yang masih tertimbun serta menangani warga yang terdampak gempa.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari