Kamis, 2 Juli 2026
- Advertisement -

Siapkan Haji 2023, Kemenag Bentuk Tim Bersama Arab Saudi

MAKKAH (RIAUPOS.CO) – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah terkait persiapan haji 1444 H/2023 M. Menag juga sudah menyampaikan sejumlah catatan perbaikan, baik dari sisi penyelenggaraan di Indonesia maupun di Arab Saudi.

Yaqut mengatakan, layanan kepada jemaah haji menjadi tanggung jawab dua negara.

“Kami sepakat membuat taskforce atau tim bersama untuk membahas persiapan haji tahun depan agar lebih baik lagi,” kata dia, Sabtu (16/7/2022).

“Tim ini akan berdiskusi bersama agar masalah yang ditemukan di lapangan yang dihadapi jemaah bisa diperbaiki di masa yang akan datang,” tambahnya.

Dari sisi Indonesia, Kemenag mengindentifikasi masih ada petugas yang kurang disiplin. Menag mengakui bahwa upaya mendisiplinkan lebih 2.000 petugas menjadi pekerjaan tersendiri.

Baca Juga:  Dukungan Pejabat Jadi Contoh Masyarakat

“Ke depan, saya pastikan semua yang terlibat dalam penugasan layanan ibadah haji harus disiplin. Semua harus diniatkan betul dari Tanah Air untuk melayani jemaah, dan bonusnya ikut beribadah haji. Jangan dibalik,” tegasnya.

Sementara dari sisi Arab Saudi, Yaqut menyoroti dua hal. Pertama, penambahan toilet perempuan. Menurutnya, jemaah Indonesia mayoritas perempuan dan mereka membutuhkan waktu lama saat di toilet.

“Sehingga toliet di Masyair (Arafah, Muzdalif, Mina) perlu ditambah,” jelasnya.

Hal kedua yang menjadi sorotan adalah pelayanan di Masyair yang dinilai belum seimbang, dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan kenaikan harga yang signifikan, kata Yaqut, harusnya layanan yang diberikan bisa lebih baik lagi.

Baca Juga:  Jalan Teluk Lanus-Penyengat 

Hal ini, kata Yaqut, akan dibicarakan dengan pemerintah Arab Saudi. Dia bahkan dalam pertemuan informal sudah menyampaikan ke Menteri Umrah dan Haji Saudi terkait hal tersebut.

“Saya sampaikan, ini yang mengeluh saya, lho bukan jemaah. Dari apa yang kami bayarkan di Masyair, saya merasa masih jauh dari ekspektasi saya. Kita lalu sepakat membuat tim bersama atau taksforce,” ucapnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

MAKKAH (RIAUPOS.CO) – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah terkait persiapan haji 1444 H/2023 M. Menag juga sudah menyampaikan sejumlah catatan perbaikan, baik dari sisi penyelenggaraan di Indonesia maupun di Arab Saudi.

Yaqut mengatakan, layanan kepada jemaah haji menjadi tanggung jawab dua negara.

“Kami sepakat membuat taskforce atau tim bersama untuk membahas persiapan haji tahun depan agar lebih baik lagi,” kata dia, Sabtu (16/7/2022).

“Tim ini akan berdiskusi bersama agar masalah yang ditemukan di lapangan yang dihadapi jemaah bisa diperbaiki di masa yang akan datang,” tambahnya.

Dari sisi Indonesia, Kemenag mengindentifikasi masih ada petugas yang kurang disiplin. Menag mengakui bahwa upaya mendisiplinkan lebih 2.000 petugas menjadi pekerjaan tersendiri.

- Advertisement -
Baca Juga:  Jokowi Bilang Begini soal Mahasiswa Demo Lagi

“Ke depan, saya pastikan semua yang terlibat dalam penugasan layanan ibadah haji harus disiplin. Semua harus diniatkan betul dari Tanah Air untuk melayani jemaah, dan bonusnya ikut beribadah haji. Jangan dibalik,” tegasnya.

Sementara dari sisi Arab Saudi, Yaqut menyoroti dua hal. Pertama, penambahan toilet perempuan. Menurutnya, jemaah Indonesia mayoritas perempuan dan mereka membutuhkan waktu lama saat di toilet.

- Advertisement -

“Sehingga toliet di Masyair (Arafah, Muzdalif, Mina) perlu ditambah,” jelasnya.

Hal kedua yang menjadi sorotan adalah pelayanan di Masyair yang dinilai belum seimbang, dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan kenaikan harga yang signifikan, kata Yaqut, harusnya layanan yang diberikan bisa lebih baik lagi.

Baca Juga:  Dukungan Pejabat Jadi Contoh Masyarakat

Hal ini, kata Yaqut, akan dibicarakan dengan pemerintah Arab Saudi. Dia bahkan dalam pertemuan informal sudah menyampaikan ke Menteri Umrah dan Haji Saudi terkait hal tersebut.

“Saya sampaikan, ini yang mengeluh saya, lho bukan jemaah. Dari apa yang kami bayarkan di Masyair, saya merasa masih jauh dari ekspektasi saya. Kita lalu sepakat membuat tim bersama atau taksforce,” ucapnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

MAKKAH (RIAUPOS.CO) – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah terkait persiapan haji 1444 H/2023 M. Menag juga sudah menyampaikan sejumlah catatan perbaikan, baik dari sisi penyelenggaraan di Indonesia maupun di Arab Saudi.

Yaqut mengatakan, layanan kepada jemaah haji menjadi tanggung jawab dua negara.

“Kami sepakat membuat taskforce atau tim bersama untuk membahas persiapan haji tahun depan agar lebih baik lagi,” kata dia, Sabtu (16/7/2022).

“Tim ini akan berdiskusi bersama agar masalah yang ditemukan di lapangan yang dihadapi jemaah bisa diperbaiki di masa yang akan datang,” tambahnya.

Dari sisi Indonesia, Kemenag mengindentifikasi masih ada petugas yang kurang disiplin. Menag mengakui bahwa upaya mendisiplinkan lebih 2.000 petugas menjadi pekerjaan tersendiri.

Baca Juga:  Penyelidikan Dugaan Korupsi Anggaran MTQ Dihentikan Polda Sumbar

“Ke depan, saya pastikan semua yang terlibat dalam penugasan layanan ibadah haji harus disiplin. Semua harus diniatkan betul dari Tanah Air untuk melayani jemaah, dan bonusnya ikut beribadah haji. Jangan dibalik,” tegasnya.

Sementara dari sisi Arab Saudi, Yaqut menyoroti dua hal. Pertama, penambahan toilet perempuan. Menurutnya, jemaah Indonesia mayoritas perempuan dan mereka membutuhkan waktu lama saat di toilet.

“Sehingga toliet di Masyair (Arafah, Muzdalif, Mina) perlu ditambah,” jelasnya.

Hal kedua yang menjadi sorotan adalah pelayanan di Masyair yang dinilai belum seimbang, dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan kenaikan harga yang signifikan, kata Yaqut, harusnya layanan yang diberikan bisa lebih baik lagi.

Baca Juga:  Pengunjung Serbu Stan MTQ Kabupaten Siak

Hal ini, kata Yaqut, akan dibicarakan dengan pemerintah Arab Saudi. Dia bahkan dalam pertemuan informal sudah menyampaikan ke Menteri Umrah dan Haji Saudi terkait hal tersebut.

“Saya sampaikan, ini yang mengeluh saya, lho bukan jemaah. Dari apa yang kami bayarkan di Masyair, saya merasa masih jauh dari ekspektasi saya. Kita lalu sepakat membuat tim bersama atau taksforce,” ucapnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari