Jumat, 1 Mei 2026
- Advertisement -

Sabtu, Labor Biomolekuler RSUD Arifin Achmad Sudah Kembali Beroperasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 16 orang pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Atas kejadian itu, pihak RSUD langsung melakukan swab test untuk seluruh pegawai. Meski begitu, Direktur RSUD AA dr Nuzelly Husnedi telah memastikan bahwa pelayanan di RS pelat merah tersebut tetap berjalan.

Hanya saja, ada satu unit yang sangat strategis dalam penetapan status pasien Covid-19, terpaksa dihentikan sementara. Yakni laboratorium biomolekuler.

"Laboratorium biomolekuler adalah unit paling strategis dalam penetapan status pasien Covid-19. Dengan adanya beberapa staf di RSUD AA yang terkonfirmasi positif, maka kami juga melakukan desinfeksi total di labor tersebut. Mulai tanggal 23 dan 24 Juli 2020," ujar Nuzeely kepada Riaupos.co, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga:  Sempat Duel, Tiga Napi Gagal Kabur

Ia mengatakan, disenfeksi total dilakukan di semua ruangan laboratorium. Karena itu sangat tidak memungkinkan ada petugas yang bisa bekerja di labor sementara dilakukan disfenksi.

"Disamping memeriksa semua staf, kami juga memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan maintanance peralatan agar tidak ada keraguan staf labor melaksanakan tugas selanjutnya," tambah dia.

Alumni kedokteran Universitas Andalas itu menambahkan, bahwa pada Sabtu (25/7/2020), laboratorium biomolukuler RSUD AA sudah bisa kembali menerima sampel dan menyelesaikan pemeriksaannya seperti biasa.

"Seperti kita ketahui, selama ini laboratorium biomolekuler RSUD AA bekerja 24 jam tiap hari, 7 hari dalam seminggu. Itu dilakukan dalam rangka mempercepat penetapan status pasien Covid-19 di Provinsi Riau," jelasnya.

Baca Juga:  Balik dari India, Seorang Pria Dirawat dan PDP

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)
Editor: Eko Faizin

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 16 orang pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Atas kejadian itu, pihak RSUD langsung melakukan swab test untuk seluruh pegawai. Meski begitu, Direktur RSUD AA dr Nuzelly Husnedi telah memastikan bahwa pelayanan di RS pelat merah tersebut tetap berjalan.

Hanya saja, ada satu unit yang sangat strategis dalam penetapan status pasien Covid-19, terpaksa dihentikan sementara. Yakni laboratorium biomolekuler.

"Laboratorium biomolekuler adalah unit paling strategis dalam penetapan status pasien Covid-19. Dengan adanya beberapa staf di RSUD AA yang terkonfirmasi positif, maka kami juga melakukan desinfeksi total di labor tersebut. Mulai tanggal 23 dan 24 Juli 2020," ujar Nuzeely kepada Riaupos.co, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga:  Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Siap Tindak Perusahaan yang Tak Bayar THR

Ia mengatakan, disenfeksi total dilakukan di semua ruangan laboratorium. Karena itu sangat tidak memungkinkan ada petugas yang bisa bekerja di labor sementara dilakukan disfenksi.

- Advertisement -

"Disamping memeriksa semua staf, kami juga memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan maintanance peralatan agar tidak ada keraguan staf labor melaksanakan tugas selanjutnya," tambah dia.

Alumni kedokteran Universitas Andalas itu menambahkan, bahwa pada Sabtu (25/7/2020), laboratorium biomolukuler RSUD AA sudah bisa kembali menerima sampel dan menyelesaikan pemeriksaannya seperti biasa.

- Advertisement -

"Seperti kita ketahui, selama ini laboratorium biomolekuler RSUD AA bekerja 24 jam tiap hari, 7 hari dalam seminggu. Itu dilakukan dalam rangka mempercepat penetapan status pasien Covid-19 di Provinsi Riau," jelasnya.

Baca Juga:  Balik dari India, Seorang Pria Dirawat dan PDP

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)
Editor: Eko Faizin

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 16 orang pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Atas kejadian itu, pihak RSUD langsung melakukan swab test untuk seluruh pegawai. Meski begitu, Direktur RSUD AA dr Nuzelly Husnedi telah memastikan bahwa pelayanan di RS pelat merah tersebut tetap berjalan.

Hanya saja, ada satu unit yang sangat strategis dalam penetapan status pasien Covid-19, terpaksa dihentikan sementara. Yakni laboratorium biomolekuler.

"Laboratorium biomolekuler adalah unit paling strategis dalam penetapan status pasien Covid-19. Dengan adanya beberapa staf di RSUD AA yang terkonfirmasi positif, maka kami juga melakukan desinfeksi total di labor tersebut. Mulai tanggal 23 dan 24 Juli 2020," ujar Nuzeely kepada Riaupos.co, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga:  Awal Februari, Tim Tiga Naga Sudah Terbentuk

Ia mengatakan, disenfeksi total dilakukan di semua ruangan laboratorium. Karena itu sangat tidak memungkinkan ada petugas yang bisa bekerja di labor sementara dilakukan disfenksi.

"Disamping memeriksa semua staf, kami juga memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan maintanance peralatan agar tidak ada keraguan staf labor melaksanakan tugas selanjutnya," tambah dia.

Alumni kedokteran Universitas Andalas itu menambahkan, bahwa pada Sabtu (25/7/2020), laboratorium biomolukuler RSUD AA sudah bisa kembali menerima sampel dan menyelesaikan pemeriksaannya seperti biasa.

"Seperti kita ketahui, selama ini laboratorium biomolekuler RSUD AA bekerja 24 jam tiap hari, 7 hari dalam seminggu. Itu dilakukan dalam rangka mempercepat penetapan status pasien Covid-19 di Provinsi Riau," jelasnya.

Baca Juga:  Sempat Duel, Tiga Napi Gagal Kabur

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)
Editor: Eko Faizin

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari