PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak Sabtu (18/4) sore hingga Ahad (19/4) dini hari menyebabkan banjir dan genangan di sejumlah titik, termasuk di Kecamatan Rumbai Timur yang merendam rumah warga dan memaksa evakuasi.
Banjir terjadi di Jalan Sembilang, Kelurahan Limbungan, dengan air yang naik cukup cepat hingga menggenangi rumah penduduk. Sedikitnya enam warga harus dievakuasi dari lokasi tersebut.
Curah hujan yang tinggi sejak malam hari membuat debit air meningkat drastis dalam waktu singkat. Menindaklanjuti laporan, Tim SAR Pekanbaru langsung bergerak menuju lokasi sekitar pukul 00.40 WIB.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, menyampaikan bahwa kondisi banjir saat tim tiba sudah cukup dalam, sehingga proses evakuasi harus menggunakan perahu karet. Tim diterjunkan setelah menerima laporan dari BPBD Riau.
“Kami menerima informasi bahwa ada enam warga yang perlu dievakuasi. Setibanya di lokasi, lima orang berhasil kami selamatkan ke tempat yang lebih aman, sementara satu orang sudah lebih dulu dievakuasi,” jelasnya.
Berdasarkan kronologi, laporan evakuasi diterima sekitar pukul 00.30 WIB, sementara kenaikan air mulai terjadi sejak pukul 23.50 WIB.
Tim SAR yang berjumlah enam personel langsung melakukan evakuasi setibanya di lokasi. Adapun warga yang dievakuasi terdiri dari lima anak-anak dan satu perempuan dewasa.
Budi menegaskan bahwa pihaknya akan terus bersiaga, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih didominasi hujan di wilayah Riau. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menghadapi situasi darurat.
Di sisi lain, hujan juga menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru. Salah satunya terjadi di Jalan Paus, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai.
Pantauan pada Ahad pagi menunjukkan genangan masih menutupi badan jalan dengan ketinggian air sekitar 20 hingga 30 sentimeter, sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Suryanto (47), warga setempat, mengungkapkan bahwa genangan di kawasan tersebut sudah menjadi persoalan lama yang terus berulang setiap musim hujan.
“Kalau hujan, jalan ini pasti tergenang. Sudah sering terjadi kecelakaan, terutama pengendara motor karena lubang tidak terlihat,” ujarnya.
Ia menilai penyebab utama genangan adalah buruknya sistem drainase di kawasan tersebut. Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar kondisi tidak terus membahayakan pengguna jalan.
Keluhan serupa juga disampaikan Yenita (23), seorang pengendara motor. Ia mengaku hampir mengalami kecelakaan akibat lubang jalan yang tertutup genangan air.
“Airnya cukup dalam, apalagi kalau malam hari sangat berbahaya. Saya hampir jatuh karena tidak melihat lubang di jalan,” katanya.
Menurutnya, saluran air yang tidak berfungsi optimal membuat air hujan tidak mengalir dengan baik, sehingga meluap ke badan jalan.(end/ayi/yls)

