Senin, 18 Mei 2026
- Advertisement -

Dentuman DJ Ganggu Warga, Pedagang Kuliner Malam Ditegur

PEKABARU (RIAUPOS.CO) – Suasana kawasan kuliner malam di Jalan Cut Nyak Dhien, Pekanbaru, mendadak berubah lebih riuh dari biasanya, Sabtu (11/4) malam. Kehadiran musik disc jockey (DJ) membuat sejumlah pengunjung berjoget, hingga akhirnya memicu teguran dari Satpol PP Kota Pekanbaru.

Petugas turun langsung ke lokasi untuk melakukan penertiban setelah mendapati aktivitas hiburan yang dinilai tidak sesuai dengan konsep kawasan kuliner. Biasanya, area tersebut dikenal sebagai tempat bersantai sambil menikmati aneka makanan, namun malam itu suasana menyerupai hiburan malam.

Plt Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desherianto, yang memimpin penertiban menyebutkan bahwa pihaknya memberikan teguran kepada dua pedagang yang memutar musik DJ di lapaknya.

Baca Juga:  Makin Stylish! Daihatsu New Rocky Launching di Pekanbaru dengan Interior Baru

Menurutnya, penggunaan musik dengan konsep DJ hingga mengundang pengunjung berjoget dianggap tidak tepat dan berpotensi mengubah karakter kawasan kuliner yang seharusnya nyaman dan tertib.

“Musik biasa tidak masalah, tetapi jangan sampai menggunakan DJ yang membuat suasana seperti pesta. Ini bukan tempat hiburan malam,” ujarnya, Ahad (12/4).

Ia menjelaskan, langkah penertiban tersebut juga dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan kebisingan dan suasana yang terlalu ramai.

Desherianto menambahkan, jika kondisi tersebut dibiarkan, dikhawatirkan pedagang lain akan mengikuti hal serupa sehingga mengubah citra kawasan kuliner malam Cut Nyak Dhien.

Meski demikian, Satpol PP tidak melarang sepenuhnya adanya hiburan di lokasi tersebut. Hiburan ringan seperti musik akustik masih diperbolehkan selama tidak menimbulkan keramaian berlebihan.

Baca Juga:  Orang Tua Antusias Temani Anak

Ia pun mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan pengunjung agar kawasan kuliner tetap menjadi tujuan masyarakat menikmati suasana malam.

“Jangan sampai yang dicari pengunjung bukan lagi kulinernya, tapi justru hiburannya,” pungkasnya.

PEKABARU (RIAUPOS.CO) – Suasana kawasan kuliner malam di Jalan Cut Nyak Dhien, Pekanbaru, mendadak berubah lebih riuh dari biasanya, Sabtu (11/4) malam. Kehadiran musik disc jockey (DJ) membuat sejumlah pengunjung berjoget, hingga akhirnya memicu teguran dari Satpol PP Kota Pekanbaru.

Petugas turun langsung ke lokasi untuk melakukan penertiban setelah mendapati aktivitas hiburan yang dinilai tidak sesuai dengan konsep kawasan kuliner. Biasanya, area tersebut dikenal sebagai tempat bersantai sambil menikmati aneka makanan, namun malam itu suasana menyerupai hiburan malam.

Plt Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desherianto, yang memimpin penertiban menyebutkan bahwa pihaknya memberikan teguran kepada dua pedagang yang memutar musik DJ di lapaknya.

Baca Juga:  Ginda: Prabowo Sosok yang Tepat Pimpin Gerindra

Menurutnya, penggunaan musik dengan konsep DJ hingga mengundang pengunjung berjoget dianggap tidak tepat dan berpotensi mengubah karakter kawasan kuliner yang seharusnya nyaman dan tertib.

“Musik biasa tidak masalah, tetapi jangan sampai menggunakan DJ yang membuat suasana seperti pesta. Ini bukan tempat hiburan malam,” ujarnya, Ahad (12/4).

- Advertisement -

Ia menjelaskan, langkah penertiban tersebut juga dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan kebisingan dan suasana yang terlalu ramai.

Desherianto menambahkan, jika kondisi tersebut dibiarkan, dikhawatirkan pedagang lain akan mengikuti hal serupa sehingga mengubah citra kawasan kuliner malam Cut Nyak Dhien.

- Advertisement -

Meski demikian, Satpol PP tidak melarang sepenuhnya adanya hiburan di lokasi tersebut. Hiburan ringan seperti musik akustik masih diperbolehkan selama tidak menimbulkan keramaian berlebihan.

Baca Juga:  Orang Tua Antusias Temani Anak

Ia pun mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan pengunjung agar kawasan kuliner tetap menjadi tujuan masyarakat menikmati suasana malam.

“Jangan sampai yang dicari pengunjung bukan lagi kulinernya, tapi justru hiburannya,” pungkasnya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKABARU (RIAUPOS.CO) – Suasana kawasan kuliner malam di Jalan Cut Nyak Dhien, Pekanbaru, mendadak berubah lebih riuh dari biasanya, Sabtu (11/4) malam. Kehadiran musik disc jockey (DJ) membuat sejumlah pengunjung berjoget, hingga akhirnya memicu teguran dari Satpol PP Kota Pekanbaru.

Petugas turun langsung ke lokasi untuk melakukan penertiban setelah mendapati aktivitas hiburan yang dinilai tidak sesuai dengan konsep kawasan kuliner. Biasanya, area tersebut dikenal sebagai tempat bersantai sambil menikmati aneka makanan, namun malam itu suasana menyerupai hiburan malam.

Plt Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desherianto, yang memimpin penertiban menyebutkan bahwa pihaknya memberikan teguran kepada dua pedagang yang memutar musik DJ di lapaknya.

Baca Juga:  Pemko Mulai Data Hewan Kurban

Menurutnya, penggunaan musik dengan konsep DJ hingga mengundang pengunjung berjoget dianggap tidak tepat dan berpotensi mengubah karakter kawasan kuliner yang seharusnya nyaman dan tertib.

“Musik biasa tidak masalah, tetapi jangan sampai menggunakan DJ yang membuat suasana seperti pesta. Ini bukan tempat hiburan malam,” ujarnya, Ahad (12/4).

Ia menjelaskan, langkah penertiban tersebut juga dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan kebisingan dan suasana yang terlalu ramai.

Desherianto menambahkan, jika kondisi tersebut dibiarkan, dikhawatirkan pedagang lain akan mengikuti hal serupa sehingga mengubah citra kawasan kuliner malam Cut Nyak Dhien.

Meski demikian, Satpol PP tidak melarang sepenuhnya adanya hiburan di lokasi tersebut. Hiburan ringan seperti musik akustik masih diperbolehkan selama tidak menimbulkan keramaian berlebihan.

Baca Juga:  2.000 Meter Persegi Jalan Ditambal

Ia pun mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan pengunjung agar kawasan kuliner tetap menjadi tujuan masyarakat menikmati suasana malam.

“Jangan sampai yang dicari pengunjung bukan lagi kulinernya, tapi justru hiburannya,” pungkasnya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari