Sabtu, 5 September 2026
- Advertisement -

Pemko Pekanbaru Gelar Pasar Murah di 15 Kecamatan, Harga Pangan Lebih Terjangkau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menghidupkan kembali pasar tradisional.
Salah satunya dengan menggelar pasar murah di 15 kecamatan, khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang paling terdampak lonjakan harga kebutuhan pokok.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan pasar murah akan menjual bahan pokok dengan harga lebih terjangkau melalui subsidi pemerintah. “Kita beli dengan harga pasar, lalu dijual dengan harga subsidi. Harapannya, masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan dasar dengan harga murah,” ujarnya, Rabu (10/9).

Langkah ini sejalan dengan upaya Pemko merevitalisasi Pasar Palapa, pasar ikonik di Jalan Durian yang kini mulai redup. Tahun ini, halaman depan pasar akan dibangun ruang terbuka hijau (RTH) lengkap dengan jogging track dan area hijau agar suasana pasar lebih nyaman dan menarik bagi pengunjung.

Baca Juga:  Aktivitas Bandara SSK II Mulai Kembali Normal

Dalam kunjungannya ke Pasar Palapa, Agung sempat berdialog dengan pedagang yang mengeluhkan sepinya pembeli akibat menjamurnya pasar kaget, pedagang keliling, hingga tren belanja online. “Ke depan akan kita atur regulasi pasar kaget, agar pasar tradisional tetap hidup,” tegasnya.

Agung juga menyoroti harga cabai merah yang masih tinggi, mencapai Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Penyebab utamanya adalah berkurangnya pasokan dari Bukittinggi karena kemarau panjang. “Selain cabai, bahan pokok lain relatif stabil. Tapi cabai masih jadi perhatian,” jelasnya.

Dengan kombinasi revitalisasi Pasar Palapa dan penyelenggaraan pasar murah, Pemko berharap denyut ekonomi rakyat tetap terjaga. “Pasar tradisional harus kembali hidup, sehat, dan jadi ikon belanja masyarakat Pekanbaru,” pungkas Agung.(ali)

Baca Juga:  Refreshing di Swimming Pool Aryaduta dengan Rp75 Ribu

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menghidupkan kembali pasar tradisional.
Salah satunya dengan menggelar pasar murah di 15 kecamatan, khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang paling terdampak lonjakan harga kebutuhan pokok.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan pasar murah akan menjual bahan pokok dengan harga lebih terjangkau melalui subsidi pemerintah. “Kita beli dengan harga pasar, lalu dijual dengan harga subsidi. Harapannya, masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan dasar dengan harga murah,” ujarnya, Rabu (10/9).

Langkah ini sejalan dengan upaya Pemko merevitalisasi Pasar Palapa, pasar ikonik di Jalan Durian yang kini mulai redup. Tahun ini, halaman depan pasar akan dibangun ruang terbuka hijau (RTH) lengkap dengan jogging track dan area hijau agar suasana pasar lebih nyaman dan menarik bagi pengunjung.

Baca Juga:  Bak Sampah Depan Ruko, Camat Lakukan Sosialisasi

Dalam kunjungannya ke Pasar Palapa, Agung sempat berdialog dengan pedagang yang mengeluhkan sepinya pembeli akibat menjamurnya pasar kaget, pedagang keliling, hingga tren belanja online. “Ke depan akan kita atur regulasi pasar kaget, agar pasar tradisional tetap hidup,” tegasnya.

Agung juga menyoroti harga cabai merah yang masih tinggi, mencapai Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Penyebab utamanya adalah berkurangnya pasokan dari Bukittinggi karena kemarau panjang. “Selain cabai, bahan pokok lain relatif stabil. Tapi cabai masih jadi perhatian,” jelasnya.

- Advertisement -

Dengan kombinasi revitalisasi Pasar Palapa dan penyelenggaraan pasar murah, Pemko berharap denyut ekonomi rakyat tetap terjaga. “Pasar tradisional harus kembali hidup, sehat, dan jadi ikon belanja masyarakat Pekanbaru,” pungkas Agung.(ali)

Baca Juga:  Tepuk Tepung Tawar Terbanyak, Pekanbaru Raih Rekor MURI dalam Nikah Massal 71 Pasang
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menghidupkan kembali pasar tradisional.
Salah satunya dengan menggelar pasar murah di 15 kecamatan, khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang paling terdampak lonjakan harga kebutuhan pokok.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan pasar murah akan menjual bahan pokok dengan harga lebih terjangkau melalui subsidi pemerintah. “Kita beli dengan harga pasar, lalu dijual dengan harga subsidi. Harapannya, masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan dasar dengan harga murah,” ujarnya, Rabu (10/9).

Langkah ini sejalan dengan upaya Pemko merevitalisasi Pasar Palapa, pasar ikonik di Jalan Durian yang kini mulai redup. Tahun ini, halaman depan pasar akan dibangun ruang terbuka hijau (RTH) lengkap dengan jogging track dan area hijau agar suasana pasar lebih nyaman dan menarik bagi pengunjung.

Baca Juga:  Tenaga Medis RSD Madani Akan Dapat Remunerasi

Dalam kunjungannya ke Pasar Palapa, Agung sempat berdialog dengan pedagang yang mengeluhkan sepinya pembeli akibat menjamurnya pasar kaget, pedagang keliling, hingga tren belanja online. “Ke depan akan kita atur regulasi pasar kaget, agar pasar tradisional tetap hidup,” tegasnya.

Agung juga menyoroti harga cabai merah yang masih tinggi, mencapai Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Penyebab utamanya adalah berkurangnya pasokan dari Bukittinggi karena kemarau panjang. “Selain cabai, bahan pokok lain relatif stabil. Tapi cabai masih jadi perhatian,” jelasnya.

Dengan kombinasi revitalisasi Pasar Palapa dan penyelenggaraan pasar murah, Pemko berharap denyut ekonomi rakyat tetap terjaga. “Pasar tradisional harus kembali hidup, sehat, dan jadi ikon belanja masyarakat Pekanbaru,” pungkas Agung.(ali)

Baca Juga:  Indonesia International Challenge 2024 Resmi Bergulir

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari