RENGAT (RIAUPOS.CO) – Kecelakaan tunggal melibatkan truk roda 10 terjadi di Jalan Lintas Timur, Dusun Berapit, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Selasa (1/9/2026). Truk tersebut menghantam dinding jembatan hingga melintang di badan jalan.
Insiden yang terjadi pada Selasa dini hari itu membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut terganggu. Kemacetan panjang bahkan terjadi dari dua arah karena posisi kendaraan berada di badan Jalan Lintas Timur.
Selain melintang di jalan, sebagian bodi truk juga nyaris keluar dari badan jembatan. Kondisi tersebut membuat kendaraan yang melintas tidak dapat bergerak normal dan antrean semakin panjang.
Kasi Humas Polres Inhu, Aipda Misran SH, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa kecelakaan tunggal itu berdampak terhadap kelancaran arus kendaraan di Jalan Lintas Timur.
“Benar, ada macet akibat kendaraan melintang di badan Jalan Lintas Timur, setelah menghantam dinding jembatan,” ujar Misran, Selasa (1/9/2026).
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, kepolisian mengarahkan kendaraan roda dua dan roda empat untuk menggunakan jalan alternatif. Langkah tersebut dilakukan selama proses penanganan kendaraan yang mengalami kecelakaan.
Polisi juga menyiapkan alat berat untuk membantu proses evakuasi truk roda 10 dari lokasi kejadian. Evakuasi diperlukan karena posisi truk yang melintang menghambat arus kendaraan dari kedua arah.
” Hingga saat ini, proses evakuasi masih berjalan,” beber Misran.
Kepolisian terus melakukan penanganan di lokasi agar kendaraan yang terjebak dalam antrean dapat kembali melintas dengan lancar setelah truk berhasil dievakuasi. (kas)
RENGAT (RIAUPOS.CO) – Kecelakaan tunggal melibatkan truk roda 10 terjadi di Jalan Lintas Timur, Dusun Berapit, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Selasa (1/9/2026). Truk tersebut menghantam dinding jembatan hingga melintang di badan jalan.
Insiden yang terjadi pada Selasa dini hari itu membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut terganggu. Kemacetan panjang bahkan terjadi dari dua arah karena posisi kendaraan berada di badan Jalan Lintas Timur.
Selain melintang di jalan, sebagian bodi truk juga nyaris keluar dari badan jembatan. Kondisi tersebut membuat kendaraan yang melintas tidak dapat bergerak normal dan antrean semakin panjang.
Kasi Humas Polres Inhu, Aipda Misran SH, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa kecelakaan tunggal itu berdampak terhadap kelancaran arus kendaraan di Jalan Lintas Timur.
“Benar, ada macet akibat kendaraan melintang di badan Jalan Lintas Timur, setelah menghantam dinding jembatan,” ujar Misran, Selasa (1/9/2026).
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, kepolisian mengarahkan kendaraan roda dua dan roda empat untuk menggunakan jalan alternatif. Langkah tersebut dilakukan selama proses penanganan kendaraan yang mengalami kecelakaan.
Polisi juga menyiapkan alat berat untuk membantu proses evakuasi truk roda 10 dari lokasi kejadian. Evakuasi diperlukan karena posisi truk yang melintang menghambat arus kendaraan dari kedua arah.
” Hingga saat ini, proses evakuasi masih berjalan,” beber Misran.
Kepolisian terus melakukan penanganan di lokasi agar kendaraan yang terjebak dalam antrean dapat kembali melintas dengan lancar setelah truk berhasil dievakuasi. (kas)