Minggu, 25 Oktober 2026
- Advertisement -

Wali Kota Pekanbaru Siapkan Beasiswa Khusus bagi Penghafal Al-Qur’an

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengumumkan program beasiswa pendidikan khusus bagi penghafal Al-Qur’an, sejalan dengan visi “Pekanbaru Cinta Al-Qur’an.” Program ini ditujukan untuk jenjang perkuliahan dan bertujuan memotivasi generasi muda agar semakin banyak yang menjadi hafizh Al-Qur’an, membawa berkah bagi kota Pekanbaru.

Pengumuman ini disampaikan dalam acara wisuda santri hafizh Al-Qur’an Yayasan Abu Ad Darda’ Pekanbaru pada Sabtu (31/5). Agung menyatakan kebanggaannya terhadap para santri yang melalui seleksi ketat, baik dalam hafalan 30 juz maupun aspek adab dan kepribadian. Ia menekankan bahwa anak-anak penghafal Al-Qur’an tidak hanya menjadi kebanggaan umat tetapi juga aset berharga bagi Kota Pekanbaru.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Kuliahkan 100 Guru PAUD Jadi Sarjana Gratis

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Yayasan Abu Ad Darda’, Ustad Zulfikar, menyampaikan bahwa sebanyak 38 santri diwisuda di Masjid Jami’ Abu Ad-Darda’. Mereka berasal dari dua program pendidikan, yaitu Pondok Takhassus yang fokus pada hafalan Al-Qur’an dengan target 2-3 tahun, serta Pondok Ma’had Reguler yang mencakup ilmu syar’i seperti fiqih, hadis, dan bahasa Arab, dengan masa studi 5-6 tahun. Ustad Zulfikar berharap semakin banyak generasi muda yang mampu menghafal dan memahami Al-Qur’an di masa mendatang.(ali)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengumumkan program beasiswa pendidikan khusus bagi penghafal Al-Qur’an, sejalan dengan visi “Pekanbaru Cinta Al-Qur’an.” Program ini ditujukan untuk jenjang perkuliahan dan bertujuan memotivasi generasi muda agar semakin banyak yang menjadi hafizh Al-Qur’an, membawa berkah bagi kota Pekanbaru.

Pengumuman ini disampaikan dalam acara wisuda santri hafizh Al-Qur’an Yayasan Abu Ad Darda’ Pekanbaru pada Sabtu (31/5). Agung menyatakan kebanggaannya terhadap para santri yang melalui seleksi ketat, baik dalam hafalan 30 juz maupun aspek adab dan kepribadian. Ia menekankan bahwa anak-anak penghafal Al-Qur’an tidak hanya menjadi kebanggaan umat tetapi juga aset berharga bagi Kota Pekanbaru.

Baca Juga:  Gedung RCH Segera Serah Terima dengan Dispar Riau 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Yayasan Abu Ad Darda’, Ustad Zulfikar, menyampaikan bahwa sebanyak 38 santri diwisuda di Masjid Jami’ Abu Ad-Darda’. Mereka berasal dari dua program pendidikan, yaitu Pondok Takhassus yang fokus pada hafalan Al-Qur’an dengan target 2-3 tahun, serta Pondok Ma’had Reguler yang mencakup ilmu syar’i seperti fiqih, hadis, dan bahasa Arab, dengan masa studi 5-6 tahun. Ustad Zulfikar berharap semakin banyak generasi muda yang mampu menghafal dan memahami Al-Qur’an di masa mendatang.(ali)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengumumkan program beasiswa pendidikan khusus bagi penghafal Al-Qur’an, sejalan dengan visi “Pekanbaru Cinta Al-Qur’an.” Program ini ditujukan untuk jenjang perkuliahan dan bertujuan memotivasi generasi muda agar semakin banyak yang menjadi hafizh Al-Qur’an, membawa berkah bagi kota Pekanbaru.

Pengumuman ini disampaikan dalam acara wisuda santri hafizh Al-Qur’an Yayasan Abu Ad Darda’ Pekanbaru pada Sabtu (31/5). Agung menyatakan kebanggaannya terhadap para santri yang melalui seleksi ketat, baik dalam hafalan 30 juz maupun aspek adab dan kepribadian. Ia menekankan bahwa anak-anak penghafal Al-Qur’an tidak hanya menjadi kebanggaan umat tetapi juga aset berharga bagi Kota Pekanbaru.

Baca Juga:  Pasar Induk Tak Kunjung Selesai

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Yayasan Abu Ad Darda’, Ustad Zulfikar, menyampaikan bahwa sebanyak 38 santri diwisuda di Masjid Jami’ Abu Ad-Darda’. Mereka berasal dari dua program pendidikan, yaitu Pondok Takhassus yang fokus pada hafalan Al-Qur’an dengan target 2-3 tahun, serta Pondok Ma’had Reguler yang mencakup ilmu syar’i seperti fiqih, hadis, dan bahasa Arab, dengan masa studi 5-6 tahun. Ustad Zulfikar berharap semakin banyak generasi muda yang mampu menghafal dan memahami Al-Qur’an di masa mendatang.(ali)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari