PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Puluhan ribu murid baru SD dan SMP di Kota Pekanbaru segera mendapatkan seragam sekolah gratis dari pemerintah kota. Setelah pendataan dan pengukuran selesai, bantuan tersebut ditargetkan mulai disalurkan paling lambat Oktober 2026.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemko Pekanbaru untuk membantu meringankan pengeluaran orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak pada tahun ajaran 2026/2027.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, penyediaan seragam gratis merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar peserta didik terpenuhi.
Menurutnya, kondisi ekonomi setiap keluarga berbeda sehingga pemerintah perlu memberikan dukungan agar kebutuhan sekolah anak tidak menjadi beban tambahan bagi orang tua.
“Anak-anak kita masih menunggu seragam sekolah, karena tidak semua anak, yang orangtuanya bisa membelikan seragam sekolah,” kata Agung, Senin (7/9).
Agung menegaskan, program tersebut diberikan kepada seluruh murid baru yang menjadi sasaran, bukan hanya peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Murid baru yang bersekolah di SD Negeri dan SMP Negeri di Pekanbaru akan memperoleh seragam gratis. Bahkan, bantuan tersebut menjadi pelengkap kebijakan pembebasan biaya sekolah.
“Jadi bukan hanya uang sekolah saja kita gratiskan, tapi seragam sekolah kita sediakan,” jelasnya.
Setiap murid baru tingkat SD dan SMP Negeri nantinya mendapatkan tiga setel seragam sekolah baru secara cuma-cuma. Saat ini, sebagian murid masih menggunakan seragam lama karena seragam bantuan belum didistribusikan.
Meski demikian, Pemko Pekanbaru memberikan kelonggaran kepada murid untuk tetap mengikuti pembelajaran menggunakan seragam yang masih dimiliki sambil menunggu seragam baru diterima.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, proses pendataan sekaligus pengukuran seragam bagi siswa baru telah selesai dilakukan.
Tahap berikutnya adalah penyaluran kepada para penerima manfaat. “Penyaluran seragam sekolah gratis paling lambat berlangsung pada Oktober 2026 mendatang,” ujar Jamal.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, penerima program seragam gratis untuk sekolah negeri mencapai sekitar 20.800 murid. Rinciannya, 9.800 murid SD Negeri dan sekitar 11.000 murid SMP Negeri.
Program tersebut juga berpotensi mencakup murid sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama dengan Pemko Pekanbaru. Jamal menyebutkan, sejumlah SD dan SMP swasta saat ini sudah bekerja sama dengan pemerintah kota dalam pelaksanaan program tersebut.
Selain seragam gratis, Pemko Pekanbaru juga berupaya menekan pengeluaran orang tua melalui kebijakan lain di bidang pendidikan. Salah satunya larangan bagi sekolah menjual Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada murid.
Kebijakan tersebut diharapkan mencegah munculnya biaya tambahan yang harus ditanggung orang tua untuk kebutuhan pembelajaran.
Agung menegaskan, pemerintah daerah harus hadir dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Penyediaan seragam gratis menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah agar peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan baik tanpa terkendala perlengkapan sekolah.
“Kami berharap setelah seragam dibagikan, tidak ada lagi murid yang mengalami kendala mengikuti kegiatan belajar mengajar hanya karena belum memiliki perlengkapan seragam sekolah. Kebijakan ini juga diharapkan dapat membantu orangtua mengalokasikan pengeluaran pendidikan untuk kebutuhan lain yang tidak kalah penting,” ujarnya. (ali)

