PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Puluhan karya lukis dan patung dengan visual utama kura-kura mendominasi pameran tunggal perupa asal Selatpanjang, Yohanes Fitri alias Anes, di Galeri Hang Nadim (GHN), Kompleks Bandar Serai Purna MTQ, Pekanbaru.
Pameran bertajuk Utopia yang dibuka secara resmi pada Rabu (21/10/2026) malam tersebut menyajikan 19 karya—terdiri dari lukisan di atas kanvas serta patung plat logam—yang menyuarakan keprihatinan atas kerusakan ekosistem dan nasib satwa endemik di Riau.
Salah satu karya masterpise berukuran 1,5 x 3 meter berjudul Hijau Tanpa Suara menarik perhatian lantaran menggambarkan lanskap hutan asri tanpa satwa, di mana seekor kura-kura tampak memikul boneka gajah, harimau, orang utan, dan badak.
Kurator pameran, Saridan MSn, menjelaskan bahwa kura-kura dipilih Anes sebagai simbol perlindungan, kesabaran, dan keberlanjutan hidup lintas generasi di tengah ancaman kerusakan alam.
“Pameran ini menjadi langkah awal dari Utopia Project yang mengeksplorasi kekayaan lokal Riau dari masa lalu, kondisi kekinian, serta upaya bertahan di masa depan,” kata Anes.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa, yang membuka pameran tersebut menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ruang ekspresi bagi para seniman Riau.
Pameran Utopia karya Anes ini terbuka untuk umum sejak 22 Oktober hingga 21 November 2026 setiap hari pukul 11.00–22.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp20.000 per orang.(qom/ali)

