Kamis, 22 Oktober 2026
- Advertisement -

Soal Aroma Busuk Menghebohkan Pekanbaru, Diskes Pastikan Belum Ada Laporan Warga Sakit

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru terus memburu sumber bau menyengat yang menghebohkan masyarakat sejak Selasa (20/10/2026) malam.

Dari hasil penelusuran sementara di sejumlah objek vital, petugas memastikan tidak ditemukan adanya kebocoran gas maupun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengutarakan bahwa pihaknya telah menyisir sejumlah badan usaha besar seperti PLTU Tenayan Raya, Medco PLTGU Tenayan Raya, hingga EMP Teluk Lembu.

“Hasil pemeriksaan di lokasi-lokasi tersebut tidak ditemukan adanya kebocoran gas maupun IPAL. Kami juga sudah berkoordinasi dengan DLHK Kampar serta wilayah Kerinci, kondisinya dilaporkan normal,” jelas Reza, Rabu (21/10/2026) sore.

Baca Juga:  Peringati Hari Pahlawan, Wawako Pekanbaru Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Gotong Royong

Di sisi lain, DLHK turut berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Kepala Diskes Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengonfirmasi hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan atau sakit akibat paparan bau tersebut.

Reza mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan ke kanal Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 atau media sosial resmi DLHK jika kembali terganggu oleh aroma menyengat di lingkungannya.(ali)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru terus memburu sumber bau menyengat yang menghebohkan masyarakat sejak Selasa (20/10/2026) malam.

Dari hasil penelusuran sementara di sejumlah objek vital, petugas memastikan tidak ditemukan adanya kebocoran gas maupun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengutarakan bahwa pihaknya telah menyisir sejumlah badan usaha besar seperti PLTU Tenayan Raya, Medco PLTGU Tenayan Raya, hingga EMP Teluk Lembu.

“Hasil pemeriksaan di lokasi-lokasi tersebut tidak ditemukan adanya kebocoran gas maupun IPAL. Kami juga sudah berkoordinasi dengan DLHK Kampar serta wilayah Kerinci, kondisinya dilaporkan normal,” jelas Reza, Rabu (21/10/2026) sore.

Baca Juga:  Insiden Berdarah di UIN Suska, Pelaku Diduga Sudah Rencanakan Penyerangan

Di sisi lain, DLHK turut berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Kepala Diskes Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengonfirmasi hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan atau sakit akibat paparan bau tersebut.

- Advertisement -

Reza mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan ke kanal Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 atau media sosial resmi DLHK jika kembali terganggu oleh aroma menyengat di lingkungannya.(ali)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru terus memburu sumber bau menyengat yang menghebohkan masyarakat sejak Selasa (20/10/2026) malam.

Dari hasil penelusuran sementara di sejumlah objek vital, petugas memastikan tidak ditemukan adanya kebocoran gas maupun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengutarakan bahwa pihaknya telah menyisir sejumlah badan usaha besar seperti PLTU Tenayan Raya, Medco PLTGU Tenayan Raya, hingga EMP Teluk Lembu.

“Hasil pemeriksaan di lokasi-lokasi tersebut tidak ditemukan adanya kebocoran gas maupun IPAL. Kami juga sudah berkoordinasi dengan DLHK Kampar serta wilayah Kerinci, kondisinya dilaporkan normal,” jelas Reza, Rabu (21/10/2026) sore.

Baca Juga:  Menang Arisan

Di sisi lain, DLHK turut berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Kepala Diskes Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengonfirmasi hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan atau sakit akibat paparan bau tersebut.

Reza mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan ke kanal Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 atau media sosial resmi DLHK jika kembali terganggu oleh aroma menyengat di lingkungannya.(ali)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari