PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menggelar Salat Istiska untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi udara yang masih terdampak kabut asap. Salat meminta hujan tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Al Firdaus, Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Selasa (8/9).
Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan, pelaksanaan Salat Istiska merupakan perintah dan arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang sedang menjalankan tugas dinas di Jakarta.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar juga tengah menjalankan tugas dinas di Medan.
”Ini perintah dan arahan Pak Wali Kota. Beliau sedang tugas dinas ke Jakarta, dan Pak Wakil Wali Kota juga sedang tugas dinas antarkota,” ujar Sekko.
Zulhelmi mengatakan, Salat Istiska menjadi salah satu bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun. Turunnya hujan diharapkan dapat membantu membersihkan udara sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat.
Menurutnya, kondisi kebakaran lahan di Kota Pekanbaru saat ini relatif terkendali. Berdasarkan pemantauan, tidak ditemukan titik api di wilayah Kota Pekanbaru.
Meski demikian, kabut asap masih dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut disebut berasal dari wilayah lain di Sumatra dan terbawa angin hingga masuk ke Pekanbaru.
”Api di Pekanbaru tidak ada, asap juga tidak ada. Tapi asap yang datang dari arah selatan Sumatra mengarah ke utara karena angin, sehingga sampai ke Pekanbaru,” katanya.
Zulhelmi menyebutkan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masih terdapat sejumlah titik api di Provinsi Riau. Asap dari titik api tersebut berpotensi memengaruhi kualitas udara Pekanbaru apabila terbawa angin menuju kota.
”Informasi BMKG ada 156 titik api di Riau, tetapi tidak ada di Pekanbaru. Namun arah anginnya mengarah ke Pekanbaru,” jelasnya.
Meski terdapat prakiraan potensi hujan, Pemko Pekanbaru tetap mengajak masyarakat memperbanyak doa agar hujan segera turun. Salat Istiska tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kabut asap.
Selain berdoa, pemerintah juga terus memantau kondisi kebakaran lahan dan kualitas udara di wilayah Pekanbaru.
”Walaupun diprediksi ada hujan, kita tetap bermohon kepada Allah agar menurunkan hujan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemko Pekanbaru juga telah menggelar Salat Istisqa pada Rabu, 26 Agustus lalu.(ilo)

