DUMAI (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 40 siswa dan seorang guru SDN 013 Buluh Kasap, Kota Dumai, mendapat perawatan di RSUD dr. Suhatman setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).
Mayoritas korban merupakan siswa kelas 6. Mereka mengalami sejumlah keluhan kesehatan, mulai dari sakit perut, mual, muntah hingga diare.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB. Sesuai prosedur penerimaan, petugas sekolah yang ditunjuk sebagai Penanggung Jawab (PIC), Atmawirawan, melakukan pemeriksaan terhadap makanan sebelum dibagikan.
Atmawirawan mengatakan, saat pemeriksaan awal, kondisi makanan terlihat bersih secara fisik dan tidak ditemukan hal yang mencurigakan. Sekitar pukul 08.30 WIB, makanan mulai dibagikan kepada siswa dan disantap sekitar pukul 09.00 WIB.
Menu yang diberikan terdiri dari nasi putih, bakso goreng bersambal, tempe goreng, tumis labu siam dan wortel, serta buah jeruk.
Namun, sekitar 30 menit setelah makanan dikonsumsi, sejumlah siswa mulai mengeluhkan sakit perut. Awalnya terdapat 11 siswa yang mengalami keluhan tersebut, kemudian jumlahnya bertambah hingga mencapai 40 orang.
“Awalnya siswa mengeluhkan sakit perut sebanyak 11 orang, kemudian bertambah sehingga total siswa yang mengeluhkan masalah kesehatan sebanyak 40 orang,” ujar Atmawirawan saat dikonfirmasi Riau Pos, Kamis (13/8/2026) malam.
Keluhan yang dirasakan tidak hanya sakit perut. Sejumlah siswa juga mengalami mual, muntah dan diare.
Di tengah munculnya keluhan tersebut, sekitar pukul 10.00 WIB, Atmawirawan memeriksa dua ompreng makanan yang belum dibagikan. Dari pemeriksaan itu, muncul aroma yang tidak sedap.
“Makanan saat datang terlihat bersih dan secara visual tidak ada bentuk yang mencurigakan. Setelah banyak siswa mengeluhkan sakit perut, saya memeriksa dua ompreng makanan lagi yang belum dibagikan dan terasa aroma bau,” katanya.
Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebelum dibawa ke rumah sakit, para siswa sempat mendapat penanganan awal di UKS.
Mereka diistirahatkan, diberi minyak kayu putih dan minum susu putih. Karena keluhan tidak kunjung mereda, siswa kemudian dibawa ke RSUD dr. Suhatman untuk mendapat penanganan medis.
Atmawirawan menyebutkan, hingga Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB, sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang. Satu siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Para siswa sekitar pukul 16.00 WIB sudah tuntas pulang ke rumah masing-masing, tersisa satu siswa yang masih dirawat,” pungkasnya.

