RIAUPOS.CO – Kelompok Houthi melancarkan serangan rudal balistik dan drone ke tiga kota di Arab Saudi, yakni Khamis Mushait, Abha, dan Taif, Senin (14/9/2026). Sedikitnya 13 warga terluka dan tujuh rumah serta dua kendaraan dilaporkan rusak akibat serangan tersebut.
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Malki, mengatakan para korban mengalami luka ringan hingga sedang. Ia menuduh Houthi sengaja menyasar warga sipil dan infrastruktur sipil.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan akan mengambil langkah untuk mencegah serangan lanjutan dengan alasan hak membela diri.
Taif menjadi salah satu kota yang diserang. Kota tersebut berada sekitar 100 kilometer dari Masjidil Haram di Makkah.
Situasi keamanan setelah serangan juga membuat Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan potensi bahaya di enam kota pada Selasa dini hari. Peringatan mencakup Jeddah, Yanbu, Taif, Abha, Jazan, dan Al Ula.
Beberapa waktu kemudian, otoritas menyatakan kondisi bahaya telah berlalu. Pertahanan Sipil Arab Saudi mengingatkan warga untuk mengikuti instruksi keselamatan.
“Untuk keselamatan Anda, terus ikuti instruksi #CivilDefense dan hindari berkumpul serta merekam. Dalam keadaan darurat, hubungi (911),” demikian pernyataan Pertahanan Sipil Arab Saudi.
Serangan tersebut disebut Houthi sebagai balasan atas serangan udara Arab Saudi di Yaman. Juru bicara militer Houthi Yahya Saree sebelumnya mengeklaim pesawat tempur Arab Saudi melakukan 54 serangan udara di lima provinsi Yaman dalam 24 jam sebelumnya.
Menurut Saree, serangan itu melibatkan jet tempur F-15 dan Typhoon. Ia memperingatkan serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Houthi juga mengeklaim melancarkan serangan besar menggunakan rudal dan drone terhadap Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait. Kelompok tersebut sekaligus mengancam memperluas operasi militernya terhadap Arab Saudi.
Eskalasi terbaru menandai meningkatnya kembali ketegangan antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Konfrontasi kedua pihak dilaporkan meningkat sejak awal Juli setelah periode relatif tenang selama beberapa tahun.
Perang Yaman sendiri telah berlangsung sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014. Setahun kemudian, koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.
Rangkaian serangan terbaru menunjukkan konflik yang berpusat di Yaman kembali berdampak ke wilayah Arab Saudi, termasuk terhadap penduduk sipil di sejumlah kota yang menjadi sasaran

