PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jumlah titik panas di Provinsi Riau kembali meningkat. BMKG Pekanbaru mendeteksi 115 hotspot yang tersebar di tujuh kabupaten dan satu kota pada Rabu (16/9/2026), naik dari sebelumnya 96 titik.
Peningkatan hotspot tersebut terjadi ketika kondisi udara di Kota Pekanbaru masih berada dalam kategori tidak sehat. Asap juga masih menyelimuti wilayah Pekanbaru pada Rabu pagi.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Putri Santy S mengatakan, berdasarkan pemantauan sejak pukul 07.00 WIB, sebanyak 115 titik panas terdeteksi di Provinsi Riau.
Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 84 titik. Selanjutnya Indragiri Hilir 16 titik, Kuantan Singingi 6 titik, Pelalawan 5 titik, Rokan Hilir 2 titik, serta Rokan Hulu dan Kota Dumai masing-masing 1 titik.
Di sisi lain, parameter kualitas udara Pekanbaru menunjukkan kondisi tidak sehat sejak pergantian hari. Pada pukul 00.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 149,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dengan kategori tidak sehat, namun masih berada di ambang batas zona kuning.
Konsentrasi PM2.5 kemudian turun menjadi sekitar 108,3 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB. Angka itu kembali meningkat menjadi 132,6 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB dengan indikator berwarna kuning.
Memasuki pukul 10.00 WIB, konsentrasi partikulat sedikit menurun menjadi 71,4 µg/m³. Kondisi tidak sehat tersebut masih bertahan hingga pukul 11.00 WIB dengan konsentrasi PM2.5 sekitar 76,6 µg/m³.
PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Ketika konsentrasinya meningkat, kualitas udara menjadi kurang baik dan berpotensi berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan maupun jantung.
Sebelumnya, kualitas udara Pekanbaru sempat masuk kategori sangat tidak sehat. Namun, pemantauan BMKG kini menunjukkan kondisinya berada pada kategori tidak sehat.
Secara keseluruhan, BMKG mendeteksi 5.983 hotspot di Pulau Sumatera. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 4.169 titik, disusul Jambi 735 titik, Bangka Belitung 446 titik, dan Lampung 378 titik.
Sementara itu, Bengkulu tercatat 74 titik, Sumatera Barat 46 titik, Sumatera Utara 14 titik, Kepulauan Riau 5 titik, dan Aceh 1 titik.
“Peningkatan titik panas ini terjadi di tengah kondisi udara Pekanbaru yang masih diselimuti asap pada Rabu pagi. BMKG juga memprakirakan potensi kekaburan udara akibat asap masih dapat terjadi hingga malam dan dini hari,” tegasnya.(ayi)

