Kamis, 17 September 2026
- Advertisement -

Pangdam dan Kapolda Kembali ke Inhu, 50 Hektare Karhutla Berhasil Dipadamkan

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo bersama Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan kembali turun langsung memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu (16/9/2026). Dari 150 hektare lahan yang terbakar di Kecamatan Kuala Cenaku, sebanyak 50 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Kunjungan tersebut merupakan kali kedua dilakukan Pangdam dan Kapolda setelah pekan sebelumnya turun ke lokasi. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Operasi Pemadaman (Opdam) Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku.

Selain melaksanakan salat Istisqa, Pangdam dan Kapolda mendengarkan paparan tim terkait pelaksanaan serta upaya pemadaman Karhutla. Keduanya turun langsung setelah melihat adanya gerombolan titik api di Kecamatan Kuala Cenaku melalui dasbor pemantauan.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan, kedatangannya bersama Kapolda Riau untuk memastikan kondisi di lapangan sesuai hasil pemantauan.

“Dari dasbor yang ada, kami melihat titik api bergerombolran di Inhu khusunya di Kecamatan Kuala Cenaku. Sehingga secara bergotong royong turun langsung dan ingin memastikan pola yang dilakukan tim selama ini,” ujar Agus Hadi Waluyo.

Baca Juga:  KPU Inhu Sosialisasikan PSU kepada Stakeholder 

Menurutnya, upaya pemadaman melalui operasi darat yang dilakukan tim secara bersama-sama mulai menunjukkan hasil.

“Alhamdulillah, dari 150 hektar lahan yang terbakar, sudah berhasil dipadamkan seluas 50 hektar,” ungkapnya.

Untuk pembuatan sekat kanal, saat ini tersisa 3,7 kilometer. Dalam beberapa hari ke depan, sekat kanal tersebut diharapkan sudah ketemu gelang sehingga lokasi Karhutla di Kuala Cenaku dapat dilokalisir dan api tidak mengarah ke mana-mana.

Berdasarkan pemantauan, lahan yang terbakar merupakan lahan gambut kering dan timbul tenggelam. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama.

“Personel yang diturunkan diminta untuk memastikan api tidak bergerak atau tidak meluas,” sambungnya.

Pangdam juga berharap upaya pemadaman di lapangan diiringi dengan doa agar hujan turun. Untuk itu, Pangdam, Kapolda dan jajaran turut melaksanakan salat Istisqa.

“Tadi kami secara bersama-sama juga telah melaksanakan salat Istisqa,” bebernya.

Sementara itu, Brigjen TNI M. Syech Ismed selaku PIC Karhutla Riau menyampaikan, dari empat unit helikopter yang dimiliki, dua unit telah diserahkan ke Kabupaten Inhu untuk membantu penanganan Karhutla melalui water bombing.

Baca Juga:  Hari Ketiga Ramadan, Harga Cabai Merah di Rengat Turun Jadi Rp45 Ribu

“Kami dari BNPB siap membantu sesuai dengan kebutuhan dalam pemadaman seperti di Inhu ini,” katanya.

Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Pangdam dan Kapolda. Ia mengatakan sejumlah instruksi yang diberikan telah dijalankan, termasuk penanganan Karhutla di Desa Paya Rumbai yang sudah berhasil dipadamkan.

“Apa yang diintruksikan sudah kami jalankan dan hasilnya seperti do Desa Paya Rumbai sudah berhasil padam,” ucap Ade Agus Hartanto.

Ia menambahkan, posko Karhutla di tingkat desa dan kelurahan juga telah terbentuk. Posko tersebut menjadi garda terdepan untuk memverifikasi setiap titik api yang muncul.

Ade Agus Hartanto juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Inhu telah menerima bantuan senilai Rp15 miliar dari Pemerintah Pusat untuk penanganan Karhutla.

“Tentunya penggunaan dana tersebut mengacu kepada regulasi yang sudah ditentukan,” terangnya.

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo bersama Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan kembali turun langsung memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu (16/9/2026). Dari 150 hektare lahan yang terbakar di Kecamatan Kuala Cenaku, sebanyak 50 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Kunjungan tersebut merupakan kali kedua dilakukan Pangdam dan Kapolda setelah pekan sebelumnya turun ke lokasi. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Operasi Pemadaman (Opdam) Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku.

Selain melaksanakan salat Istisqa, Pangdam dan Kapolda mendengarkan paparan tim terkait pelaksanaan serta upaya pemadaman Karhutla. Keduanya turun langsung setelah melihat adanya gerombolan titik api di Kecamatan Kuala Cenaku melalui dasbor pemantauan.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan, kedatangannya bersama Kapolda Riau untuk memastikan kondisi di lapangan sesuai hasil pemantauan.

“Dari dasbor yang ada, kami melihat titik api bergerombolran di Inhu khusunya di Kecamatan Kuala Cenaku. Sehingga secara bergotong royong turun langsung dan ingin memastikan pola yang dilakukan tim selama ini,” ujar Agus Hadi Waluyo.

- Advertisement -
Baca Juga:  31 Pj Kepala Desa di 10 Kecamatan Pemkab Inhu Dilantik

Menurutnya, upaya pemadaman melalui operasi darat yang dilakukan tim secara bersama-sama mulai menunjukkan hasil.

“Alhamdulillah, dari 150 hektar lahan yang terbakar, sudah berhasil dipadamkan seluas 50 hektar,” ungkapnya.

- Advertisement -

Untuk pembuatan sekat kanal, saat ini tersisa 3,7 kilometer. Dalam beberapa hari ke depan, sekat kanal tersebut diharapkan sudah ketemu gelang sehingga lokasi Karhutla di Kuala Cenaku dapat dilokalisir dan api tidak mengarah ke mana-mana.

Berdasarkan pemantauan, lahan yang terbakar merupakan lahan gambut kering dan timbul tenggelam. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama.

“Personel yang diturunkan diminta untuk memastikan api tidak bergerak atau tidak meluas,” sambungnya.

Pangdam juga berharap upaya pemadaman di lapangan diiringi dengan doa agar hujan turun. Untuk itu, Pangdam, Kapolda dan jajaran turut melaksanakan salat Istisqa.

“Tadi kami secara bersama-sama juga telah melaksanakan salat Istisqa,” bebernya.

Sementara itu, Brigjen TNI M. Syech Ismed selaku PIC Karhutla Riau menyampaikan, dari empat unit helikopter yang dimiliki, dua unit telah diserahkan ke Kabupaten Inhu untuk membantu penanganan Karhutla melalui water bombing.

Baca Juga:  19 Pustu di Kabupaten Indragiri Hulu Terendam Banjir

“Kami dari BNPB siap membantu sesuai dengan kebutuhan dalam pemadaman seperti di Inhu ini,” katanya.

Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Pangdam dan Kapolda. Ia mengatakan sejumlah instruksi yang diberikan telah dijalankan, termasuk penanganan Karhutla di Desa Paya Rumbai yang sudah berhasil dipadamkan.

“Apa yang diintruksikan sudah kami jalankan dan hasilnya seperti do Desa Paya Rumbai sudah berhasil padam,” ucap Ade Agus Hartanto.

Ia menambahkan, posko Karhutla di tingkat desa dan kelurahan juga telah terbentuk. Posko tersebut menjadi garda terdepan untuk memverifikasi setiap titik api yang muncul.

Ade Agus Hartanto juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Inhu telah menerima bantuan senilai Rp15 miliar dari Pemerintah Pusat untuk penanganan Karhutla.

“Tentunya penggunaan dana tersebut mengacu kepada regulasi yang sudah ditentukan,” terangnya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo bersama Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan kembali turun langsung memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu (16/9/2026). Dari 150 hektare lahan yang terbakar di Kecamatan Kuala Cenaku, sebanyak 50 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Kunjungan tersebut merupakan kali kedua dilakukan Pangdam dan Kapolda setelah pekan sebelumnya turun ke lokasi. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Operasi Pemadaman (Opdam) Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku.

Selain melaksanakan salat Istisqa, Pangdam dan Kapolda mendengarkan paparan tim terkait pelaksanaan serta upaya pemadaman Karhutla. Keduanya turun langsung setelah melihat adanya gerombolan titik api di Kecamatan Kuala Cenaku melalui dasbor pemantauan.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan, kedatangannya bersama Kapolda Riau untuk memastikan kondisi di lapangan sesuai hasil pemantauan.

“Dari dasbor yang ada, kami melihat titik api bergerombolran di Inhu khusunya di Kecamatan Kuala Cenaku. Sehingga secara bergotong royong turun langsung dan ingin memastikan pola yang dilakukan tim selama ini,” ujar Agus Hadi Waluyo.

Baca Juga:  Awal 2026, Sekda Inhu Temukan 28 PPPK Absen Tanpa Keterangan

Menurutnya, upaya pemadaman melalui operasi darat yang dilakukan tim secara bersama-sama mulai menunjukkan hasil.

“Alhamdulillah, dari 150 hektar lahan yang terbakar, sudah berhasil dipadamkan seluas 50 hektar,” ungkapnya.

Untuk pembuatan sekat kanal, saat ini tersisa 3,7 kilometer. Dalam beberapa hari ke depan, sekat kanal tersebut diharapkan sudah ketemu gelang sehingga lokasi Karhutla di Kuala Cenaku dapat dilokalisir dan api tidak mengarah ke mana-mana.

Berdasarkan pemantauan, lahan yang terbakar merupakan lahan gambut kering dan timbul tenggelam. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama.

“Personel yang diturunkan diminta untuk memastikan api tidak bergerak atau tidak meluas,” sambungnya.

Pangdam juga berharap upaya pemadaman di lapangan diiringi dengan doa agar hujan turun. Untuk itu, Pangdam, Kapolda dan jajaran turut melaksanakan salat Istisqa.

“Tadi kami secara bersama-sama juga telah melaksanakan salat Istisqa,” bebernya.

Sementara itu, Brigjen TNI M. Syech Ismed selaku PIC Karhutla Riau menyampaikan, dari empat unit helikopter yang dimiliki, dua unit telah diserahkan ke Kabupaten Inhu untuk membantu penanganan Karhutla melalui water bombing.

Baca Juga:  Hasil Asesmen, Delapan JPTP Pemkab Inhu Akhirnya Dilantik

“Kami dari BNPB siap membantu sesuai dengan kebutuhan dalam pemadaman seperti di Inhu ini,” katanya.

Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Pangdam dan Kapolda. Ia mengatakan sejumlah instruksi yang diberikan telah dijalankan, termasuk penanganan Karhutla di Desa Paya Rumbai yang sudah berhasil dipadamkan.

“Apa yang diintruksikan sudah kami jalankan dan hasilnya seperti do Desa Paya Rumbai sudah berhasil padam,” ucap Ade Agus Hartanto.

Ia menambahkan, posko Karhutla di tingkat desa dan kelurahan juga telah terbentuk. Posko tersebut menjadi garda terdepan untuk memverifikasi setiap titik api yang muncul.

Ade Agus Hartanto juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Inhu telah menerima bantuan senilai Rp15 miliar dari Pemerintah Pusat untuk penanganan Karhutla.

“Tentunya penggunaan dana tersebut mengacu kepada regulasi yang sudah ditentukan,” terangnya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari