Rabu, 1 Juli 2026
- Advertisement -

Harga Emas Antam Naik Rp4.000 per Gram

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kekhawatiran terhadap inflasi membuat harga emas dunia menguat hari ini, Rabu (13/10/2021). Hal tersebut mengurangi selera investasi berisiko tinggi dan mendorong permintaan investasi berisiko rendah seperti emas.

Mengutip laman Reuters, pergerakan emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi 1.759,31 dolar AS per ounce pada pukul 24.44 WIB. Sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,2 persen lebih tinggi menjadi 1.759,3 dolar AS per ounce.

Analis keuangan Ariston Tjendra mengatakan, isu tapering kebijakan bank sentral AS dan perlambatan ekonomi yang membayangi pergerakan harga di pasar keuangan saat ini menyebabkan pergerakan harga emas yang konsolidatif tersebut.

Baca Juga:  Investasi Eksplorasi Migas Capai 1,8 Miliar Dolar AS

“Harga emas terlihat masih berkonsolidasi karena pergerakan harga belum bisa lepas dari kisaran harga perdagangan sebelumnya,” ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (13/10).

Ariston menjelaskan, isu tapering mendorong penguatan dolar AS sehingga harga emas tertekan. Sementara isu pelambatan ekonomi karena krisis energi mendorong kenaikan harga emas karena pasar mencari aset aman.

Ariston menyebut, data inflasi AS bulan September yang akan diumumkan malam ini akan mempengaruhi kebijakan tapering AS. Kenaikan inflasi menjadi salah satu pertimbangan utama Bank Sentral AS untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter seperti tapering.

“Bila data menunjukkan kenaikan inflasi melebihi ekspektasi, dolar AS berpotensi menguat dan menekan harga emas. Demikian sebaliknya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Ada 42 Proyek Migas yang Sumbang 43,3 Miliar Dolar

Sementara, mengutip emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini naik Rp 4.000 per gram dijual seharga Rp 916.000 per gram. Sedangkan harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini juga naik Rp 4.000 ke Rp 805.000 per gram.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Erwan Sani

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kekhawatiran terhadap inflasi membuat harga emas dunia menguat hari ini, Rabu (13/10/2021). Hal tersebut mengurangi selera investasi berisiko tinggi dan mendorong permintaan investasi berisiko rendah seperti emas.

Mengutip laman Reuters, pergerakan emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi 1.759,31 dolar AS per ounce pada pukul 24.44 WIB. Sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,2 persen lebih tinggi menjadi 1.759,3 dolar AS per ounce.

Analis keuangan Ariston Tjendra mengatakan, isu tapering kebijakan bank sentral AS dan perlambatan ekonomi yang membayangi pergerakan harga di pasar keuangan saat ini menyebabkan pergerakan harga emas yang konsolidatif tersebut.

Baca Juga:  Kinerja Ekspor RI Terus Melorot, Menkeu: 20 Tahun Masih Andalkan SDA

“Harga emas terlihat masih berkonsolidasi karena pergerakan harga belum bisa lepas dari kisaran harga perdagangan sebelumnya,” ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (13/10).

- Advertisement -

Ariston menjelaskan, isu tapering mendorong penguatan dolar AS sehingga harga emas tertekan. Sementara isu pelambatan ekonomi karena krisis energi mendorong kenaikan harga emas karena pasar mencari aset aman.

Ariston menyebut, data inflasi AS bulan September yang akan diumumkan malam ini akan mempengaruhi kebijakan tapering AS. Kenaikan inflasi menjadi salah satu pertimbangan utama Bank Sentral AS untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter seperti tapering.

- Advertisement -

“Bila data menunjukkan kenaikan inflasi melebihi ekspektasi, dolar AS berpotensi menguat dan menekan harga emas. Demikian sebaliknya,” pungkasnya.

Baca Juga:  6 Hal yang Perlu Diketahui Terkait Era 5G

Sementara, mengutip emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini naik Rp 4.000 per gram dijual seharga Rp 916.000 per gram. Sedangkan harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini juga naik Rp 4.000 ke Rp 805.000 per gram.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Erwan Sani

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kekhawatiran terhadap inflasi membuat harga emas dunia menguat hari ini, Rabu (13/10/2021). Hal tersebut mengurangi selera investasi berisiko tinggi dan mendorong permintaan investasi berisiko rendah seperti emas.

Mengutip laman Reuters, pergerakan emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi 1.759,31 dolar AS per ounce pada pukul 24.44 WIB. Sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,2 persen lebih tinggi menjadi 1.759,3 dolar AS per ounce.

Analis keuangan Ariston Tjendra mengatakan, isu tapering kebijakan bank sentral AS dan perlambatan ekonomi yang membayangi pergerakan harga di pasar keuangan saat ini menyebabkan pergerakan harga emas yang konsolidatif tersebut.

Baca Juga:  ID Food Segera Impor Daging Sapi serta Gula

“Harga emas terlihat masih berkonsolidasi karena pergerakan harga belum bisa lepas dari kisaran harga perdagangan sebelumnya,” ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (13/10).

Ariston menjelaskan, isu tapering mendorong penguatan dolar AS sehingga harga emas tertekan. Sementara isu pelambatan ekonomi karena krisis energi mendorong kenaikan harga emas karena pasar mencari aset aman.

Ariston menyebut, data inflasi AS bulan September yang akan diumumkan malam ini akan mempengaruhi kebijakan tapering AS. Kenaikan inflasi menjadi salah satu pertimbangan utama Bank Sentral AS untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter seperti tapering.

“Bila data menunjukkan kenaikan inflasi melebihi ekspektasi, dolar AS berpotensi menguat dan menekan harga emas. Demikian sebaliknya,” pungkasnya.

Baca Juga:  6 Hal yang Perlu Diketahui Terkait Era 5G

Sementara, mengutip emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini naik Rp 4.000 per gram dijual seharga Rp 916.000 per gram. Sedangkan harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini juga naik Rp 4.000 ke Rp 805.000 per gram.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Erwan Sani

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari