Senin, 15 Juni 2026
- Advertisement -

Naik Lagi, Harga TBS Kelapa Sawit Riau Jadi Rp3.401 per Kg

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 15 – 21 Desember 2021 mengalami kenaikkan pada setiap kelompok umur. Knaikkan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 – 20 tahun sebesar Rp21,87 per Kg dari harga minggu lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp3.401,84 per Kg. 

Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulfadli mengatakan, kenaikkan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO dan harga kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PT. PTPN V mengalami kenaikkan harga sebesar Rp68,50 per Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp152,02 per Kg, Astra Agro Lestari  Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp160,00 per Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp167,00 per Kg dari harga minggu lalu," katanya.

Baca Juga:  Pengendara Sudah 2 Hari Menunggu Banjir Surut

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp84,05 per Kg dari harga minggu lalu. Sementara dari faktor eksternal, Harga minyak sawit mentah Crude Palm Oil (CPO) berhasil naik lebih dari 3 persen dalam sepekan, di tengah menguatnya ekspor CPO Malaysia. Menurut data Refinitiv, dalam sepekan harga kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives terkerek naik 3,22 persen ke posisi MYR 4.800 per ton.

"Pada pekan depan, harga CPO diperkirakan akan diperdagangkan dengan bias naik (upward bias). Adapun MPOB mengatakan ekspor minyak sawit naik 3,30 persen secara bulanan (mom) menjadi 1,46 juta ton pada November dibandingkan posisi 1,42 juta ton pada Oktober. Hal tersebut turut meningkatkan daya saing dan daya tarik produk bursa dan pasar derivatif Malaysia secara keseluruhan di antara investor lokal dan internasional. After-Hours Trading dinilai penting sebagai upaya lindung nilai (hedging) di pasar CPO yang sangat fluktuatif," jelasnya.

Baca Juga:  Pisah Sambut Kajati yang Baru, Riau Tak Asing bagi Jaja Subagja

 

Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)

 

Editor: Erwan Sani

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 15 – 21 Desember 2021 mengalami kenaikkan pada setiap kelompok umur. Knaikkan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 – 20 tahun sebesar Rp21,87 per Kg dari harga minggu lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp3.401,84 per Kg. 

Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulfadli mengatakan, kenaikkan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO dan harga kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PT. PTPN V mengalami kenaikkan harga sebesar Rp68,50 per Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp152,02 per Kg, Astra Agro Lestari  Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp160,00 per Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp167,00 per Kg dari harga minggu lalu," katanya.

Baca Juga:  Fonda Tangguh Serahkan SK Pembentukan SPI Kampar

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp84,05 per Kg dari harga minggu lalu. Sementara dari faktor eksternal, Harga minyak sawit mentah Crude Palm Oil (CPO) berhasil naik lebih dari 3 persen dalam sepekan, di tengah menguatnya ekspor CPO Malaysia. Menurut data Refinitiv, dalam sepekan harga kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives terkerek naik 3,22 persen ke posisi MYR 4.800 per ton.

"Pada pekan depan, harga CPO diperkirakan akan diperdagangkan dengan bias naik (upward bias). Adapun MPOB mengatakan ekspor minyak sawit naik 3,30 persen secara bulanan (mom) menjadi 1,46 juta ton pada November dibandingkan posisi 1,42 juta ton pada Oktober. Hal tersebut turut meningkatkan daya saing dan daya tarik produk bursa dan pasar derivatif Malaysia secara keseluruhan di antara investor lokal dan internasional. After-Hours Trading dinilai penting sebagai upaya lindung nilai (hedging) di pasar CPO yang sangat fluktuatif," jelasnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Merujuk Kasus Bongku, DPRD Riau Segera Revisi Perda Tanah Ulayat

 

Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)

- Advertisement -

 

Editor: Erwan Sani

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 15 – 21 Desember 2021 mengalami kenaikkan pada setiap kelompok umur. Knaikkan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 – 20 tahun sebesar Rp21,87 per Kg dari harga minggu lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp3.401,84 per Kg. 

Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulfadli mengatakan, kenaikkan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO dan harga kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PT. PTPN V mengalami kenaikkan harga sebesar Rp68,50 per Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp152,02 per Kg, Astra Agro Lestari  Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp160,00 per Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp167,00 per Kg dari harga minggu lalu," katanya.

Baca Juga:  Pengendara Sudah 2 Hari Menunggu Banjir Surut

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp84,05 per Kg dari harga minggu lalu. Sementara dari faktor eksternal, Harga minyak sawit mentah Crude Palm Oil (CPO) berhasil naik lebih dari 3 persen dalam sepekan, di tengah menguatnya ekspor CPO Malaysia. Menurut data Refinitiv, dalam sepekan harga kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives terkerek naik 3,22 persen ke posisi MYR 4.800 per ton.

"Pada pekan depan, harga CPO diperkirakan akan diperdagangkan dengan bias naik (upward bias). Adapun MPOB mengatakan ekspor minyak sawit naik 3,30 persen secara bulanan (mom) menjadi 1,46 juta ton pada November dibandingkan posisi 1,42 juta ton pada Oktober. Hal tersebut turut meningkatkan daya saing dan daya tarik produk bursa dan pasar derivatif Malaysia secara keseluruhan di antara investor lokal dan internasional. After-Hours Trading dinilai penting sebagai upaya lindung nilai (hedging) di pasar CPO yang sangat fluktuatif," jelasnya.

Baca Juga:  Polemik Pimpinan BUMD, LAM Riau Minta Semua Pihak Menahan Diri

 

Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)

 

Editor: Erwan Sani

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari